Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Masa Sulit


__ADS_3

Dengan harapan penuh,Dehan kembali memangut bibir Alika.Berharap kehangatan berpindah ke tubuh Alika yang sangat dingin.


"Lili,bangun sayang!" Sara terisak hebat sembari menatap tak percaya putri bungsunya itu.


"Uhuk...uhuk," Dehan segera menjauhkan wajahnya dari wajah Alika.Memandang penuh syukur istrinya yang mulai mengerjab.


Dehan segera membawa Alika dalam pelukannya.Seolah tak ingin kehilangan Alika.


"Jangan gini lagi Li,gue sayang banget sama lo," Dehan mengecup kening Alika sembari mengelus kepala Alika lembut.Memeluk erat untuk menyalurkan kehangatan.


Jangan lupakan semua orang yang terlihat tergagu melihat ini semua.Termasuk Surya.Dia merasa ada rasa tak terima ketika melihat Dehan menciup Alika,meskipun hanya nafas buatan.


Yah,apakah mungkin Surya mendapatkan Alika?jika Dehan saja terlihat sangat menyayangi Alika.


Sedangkan Alika,ia terdiam dan tak merespon apapun.Ia masih lemas dan merasa tertekan.


"Lili?" Dehan mendongakkan wajah Alika menggunakan tangannya supaya bisa menatapnya. "Li,lo kenapa?" Dehan menepuk pelan pipi Alika untuk memastikan.Tetapi tak ada jawaban.Walaupun sudah sadar Alika masih diam dan...tatapan matanya kosong.


"Li,lo denger gue kan?" tanya Dehan lirih.


Tak ada jawaban.


Mata Dehan memerah menahan tangis.Ia memeluk kembali Alika.


"Pliss,jangan bikin gue khawatir,jawab gue,"

__ADS_1


Sara juga mendekat mencoba melihat keadaan Alika, "Kamu kanapa,nak?" Sara membelai rambut Alika.


Alika diam.Entah mengapa rasanya ia tak bisa mengeluarkan kata-kata.Bahkan ia tak bisa mendengar apa yang dikatakan Sara dan juga Dehan.Tubuhnya seperti remuk.Dan detik itu juga semuanya kembali gelap.


"Ba-bangun,Li," Dehan panik.


Dengan cepat ia menyelipkan tangannya di leher dan juga lutut Alika,kemudian menggendong Alika menuju mobilnya


Ia harus segera sampai ke rumah sakit.Alika sedang tidak baik-baik saja.


Lenno yang juga panik mengikuti Dehan.Ia tak akan membiarkan Dehan menyetir dengan keadaan kacau seperti itu.Lenno mengambil alih kemudi dan pergi bersama satu mobil dengan Alika dan Dehan.


Sedangkan keluarga lain menyusul menggunakan mobil lain.


Sesampainya di rumah sakit,Dehan segera menggendong tubuh pucat Alika masuk ke IGD.Menerobos lalu lalang orang orang yang menatap penuh tanya karena setelan rapi Dehan dan juga Alika.


"Dokter Arya masih diruang operasi,mungkin akan segera keluar sebentar lagi," jawab perawat itu sembari memeriksa jadwal para dokter.


Dehan membawa Alika dan membaringkan Alika di ranjang rumah sakit.


Ia nampak begitu khawatir.Tangannya dengan setia mengelus,menggenggam dan menciumnya berharap istrinya akan baik-baik saja.


"Li,bangun," Pinta Dehan.


Dehan menoleh kearah pintu.Dokter Arya belum juga ke sini.Ia berniat keluar tetapi urung ketika ia mendengar nafas Alika yang tak beraturan.Ia segera mengelus pelan kening Alika yang mengeluarkan keringat.

__ADS_1


Tetapi bukannya,membuka mata.Alika malah kejang hebat disertai nafas yang tak beraturan.Dehan semakin panik.


"Li!lo kenapa hmm?" Dehan sedikit takut melihat Alika seperti ini.Dengan cepat ia berlari keluar untuk mencari dokter.


"Dokter!dokter!" teriak Dehan.Lenno yang tadi mengobrol dengan Perawat jadi terkejut.


"Kenapa lo anjrittt!" Lenno gelagapan berjalan menuju Dehan yang kesetanan menjadi dokter.


Dokter Arya yang kebetulan baru keluar dari ruang operasi langsung dicegat Dehan.Diikuti Lenno


"Lili kejang bang,gue takut Alika kenapa-kenapa," jawab Dehan dengan nada gemetar.Di IGD juga tak ada perawat.


"Tenang dulu," jawab Dokter Arya bergegas menuju IGD


Tanpa menunggu lama Dokter Arya segera memakaikan selang oksigen dan juga menyuntikkan obat ke selang infus Alika.


"Kita pindahkan ke ruangan lain," ucap dokter Arya,diangguki perawat yang mengikuti dokter Arya.


"Gimana keadaan anak saya,Arya? tanya Sara ketika sampai di depan IGD.Ia juga bisa melihat ranjang Alika yang didorong keluar dari IGD.


Arya menghela nafas.Ini yang ia takutkan.Kejadian yang bisa memicu ingatan Alika kembali.Dan kini Alika mengalami hal yang pernah 3 tahun lalu ia alami.


"Trauma Alika kembali,mungkin dia akan seperti 3 tahun yang lalu," ucap Arya berat hati.


Sara terhuyung.Jika saja Toni tak sigap mungkin Sara sudah terjatuh di lantai.Masa-masa sulit itu kembali terjadi.

__ADS_1


...jangan lupa sedekah votenya...


__ADS_2