
"Pah Lili nggak mau terima perjodohan ini,titik!."Tegas Lili kesal.
"Ini demi kebaikan kalian nak.Bagaimana Dehan apa kamu setuju?."Tanya Toni pada Dehan mengabaikan Alika.
"Sa-saya terserah Ayah sama Bunda Om!."Jawab Dehan pasrah.Menolak pun sia-sia.
"Sudah diputuskan minggu depan kalian akan melangsungkan pernikahan.Kalian harus menerima perjodohan ini."Saut Willy.
.
Semalam juga pernikahan antara Alika dan Dehan diputuskan minggu depan.Sejak perbincangan itu Alika tidak berbicara pada Papa Mamanya.Mungkin dengan cara ini Papanya akan berfikir lagi untuk tidak menjodohkannya.
"Assalamualaikum."Alika tanpa menyapa langsung melangkahkan kakinya melewati meja makan.Disana ada Sara,Toni dan juga Lenno yang menikmati sarapannya.
"Sarapan dulu sebelum ke Sekolah sayang."Sara mencoba berbicara dengan Alika.
"Nggak usah Ma,Lili nggak laper."Jawab Alika tak menghentikan langkah kakinya.
"Biarkan Lili sendiri ma,Lili butuh waktu sendiri untuk menerima semua!."Ujar Toni menghentikan Sara yang ingin menyusul Alika.
"Apa ini keputusan yang benar untuk Lili?.Mereka terlalu muda untuk menikah.Apa mas nggak takut suatu saat nanti anak kita hancur gara-gara keputusan kita yang tak sesuai dengan mereka?."Sara masih ragu.
"Semua itu butuh proses Sayang,biarkan mereka menjalaninya dulu.Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan mereka,insyaallah semua akan baik-baik saja."Toni meyakinkan.sang istri agar menghilangkan kekhawatiran yang muncul.
Tak seperti biasa hari ini Alika berangkat ke Sekolah Pagi.Sepulang dari restoran tadi malam Alika tak bisa tidur memikirkan nasibnya.Sehingga ia terpaksa berangkat pagi untuk menunjukkan penolakannya pada Papanya.
"Hoam,ngantuk bener dah!."Keluh Alika berjalan menuju gerbang sekolahnya.Tak ada seorang pun yang berangkat sepagi ini.Ia berjalan malas memasuki sekolahnya.
"Sepi amat sih!nggak ada makluk lain apa selain gue!!."Keluh Alika berjongkok sambil meratapi kebodohannya yang berangkat terlalu pagi.
"Gue hantu!!."Seru seseorang di depan Alika.
"Gue nggak takut sama hantu!mana ada hantu pagi-pagi nongol!."Saut Alika mengangkat wajahnya.
"Ngapain lo disini?."Saut Alika berdiri.
"Sekolahlah,emangnya ngapain lagi!."Jawab Teja.
"Tumben lo berangkat sepagi ini?."Tanya Teja.
"Serah gue lah."
"Li gue mau curhat nih!."Ucap Teja.
"Terus kenapa?."Jawab Alika.
"Gue suka sama Mala."Teja berterus terang.
"Jadi..."Ucap Alika.
"Bantuin lah Li lo kan deket sama Mala!."Pinta Teja.
__ADS_1
"Lo jangan kecewa ya Ja!.Mala udah ada yang punya.Jangan ngarep lagi!."Jelas Alika memudarkan senyum Teja.
"Siapa Li?.Gue kok nggak tau sih?."
"Mama Papanya!."Seru Alika kemudian beranjak meninggalkan Teja.
"Njirr lo Li!!."Saut Teja kesal dengan Alika.Kemudian ia tersenyum.
"Gue masih punya kesempatan."Ucap Teja.
Sampai di parkiran Alika melihat sebuah motor terparkir di sana.Ia langsung teringat dengan Dehan.Alika berlari menuju Teja.
"Ja!nitip tas gue yah!gue ada urusan mendadak!."Alika memberikan tasnya kemudian beranjak meninggalkan Teja.
"Yah,emang gue babu lo apa!!."Teriak Teja terdiam menerima tas Alika.
Alika langsung mencari keberadaan Dehan.Ia menelusuri setiap kelas 11.Sampai akhirnya ia menemukan Dehan di kelas 11 ipa 1.Tanpa basa-basi Alika langsung memasuki ruangan itu.Tak ada orang lain lagi selain Dehan di kelas.Membuat Alika berani memasukinya.
"Kok lo nggak bantuin gue sih!."Seru Alika menampakkan kemarahannya di depan Dehan.Dehan yang tadinya sibuk membaca novel pun menoleh ke arah Alika.
"Gue udah coba ngomong sama Ayah.Dan nggak ada yang dengerin omongan gue!."Jelas Dehan memijat pelipisnya.Sama seperti Alika,Dehan semalam juga tak bisa tidur.Untuk mengalihkan pikirannya dari masalah ini ia membaca berbagai macam buku.Sampai-sampai ia menghiraukan tubuhnya yang lelah akibat kurang tidur.
"Gue harus ngapain lagi!!."Seru Alika menghentakkan kakinya ke lantai kemudian berjongkok di lantai sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Atau gue kabur aja dari rumah!."Ide muncul di kepala Alika.
"Lo bisa coba."Jawab Dehan singkat.
"Kok lo nggak berusaha nolak lagi sih?.
"Gue hanya ngikutin alur,semua hidup gue udah di setting."Jawab Dehan fokus ke arah bukunya.
"Settingan lo bilang?Huh!,jadi lo nyerah?."
"Gue nggak nyerah tapi gue berusaha menerima kenyataan."Jawab Dehan.
"Jadi lo setuju dengan perjodohan ini?."Tanya Alika tak percaya.
"Fifti-fifti."
"Omooooo.Hidup gue skakmatt!!.Teriak Alika frustasi.
"Gue punya alasan terima ini semua."Ucap Dehan dengan tatapan kosong.
"Nggak ada alasan buat terima semua ini.Gue nggak siap ngejalanin semua."Keluh Alika.
"Gue harap ini keputusan yang tepat untuk mencapai sesuatu dimasa mendatang!."Ujar Dehan mengepalkan tangannya.Ada sesuatu hal yang membuat Dehan menerima perjodohan ini.
"Aaaaaaa."Rengek Alika.
"Gue pengen nangis!."Sambung Alika.
__ADS_1
Alika memutuskan beranjak dari sana setelah berbicara pada Dehan.Walaupun ia pada akhirnya akan menikah dengan Dehan.Tetapi ia sedikit lega dengan perjanjian yang ia buat dengan Dehan.Perjanjian itu meliputi kebebasan dan hal-hal yang dilarang atau tidak diperbolehkan.Isi dari pembicaraan tersebut adalah bahwa:
...1)Tidak akan ada orang yang mengetahui status mereka selain keluarga....
...2)Diantara Dehan dan Alika tidak boleh ada yang mencampuri urusan pribadi....
...3)Walaupun akan satu rumah mereka akan pisah kamar....
...4)Bertindak biasa seperti sebelum menikah....
Itulah isi perjanjian mereka.Mereka akan berusaha menerima swmua atas dasar kebahagiaan keluarga.
Alika berjalan lemas menuju kelasnya yang masih sepi.Disana sudah ada Teja yang memeriksa perlengkapam kelas.
"Darimana aja lo!."Teja membalikkan badan menghadap Alika.
"Dari ngapalin settingan hidup gue!."Jawab Alika asal.
"Nggak jelas banget."Gumam Teja kembali melakukan aktivitasnya.
"What????.Lo dijodohin dan minggu depan lo nikah?."Kaget Mala mengulang ucapan Alika.Berbjsik karena masih ada banyak siswa di sekitar mereka.
"Iya La,gue juga bingung mau nagapain lagi!."Keluh Alika.
"Woi cepet masukkk!!!."Seru seseorang di dalam mobil.
"Yah,bang Lenno ganggu aja sih kita kan mau curhat!."Saut Mala melihat Lenno yang menunggu Alika.
"Bye!gue pulang dulu!sebelum toanya makin kenceng!."Alika meninggalkan Mala menuju mobil sang kakak yang terparkir di seberang jalan.
Alika memasuki mobil dengan cepat agar tak ada orang yang melihatnya.
"Tumben lo jemput gue!."Sindir Alika pada Lenno.
"Kaki lo udah nggak sakit?."
"Kaki gue nggak sakit,tapi hati gue sakit karena lo nusuk gue dari belakang."
"Ngapain gue nusuk lo dari belakang.Mendingan langsung gue tusuk langsung aja manusia kayak lo!."Celetuk Lenno
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan vote....
__ADS_1