
Alika mencoba berdiri dari jatuhnya.Tetapi ia gagal karena merasakan sakit di pergelangan kaki kanannya.
"Au,."Pekik Alika memegangi kakinya.
"Kenapa lo?."Lenno menghentikan tawanya.
"Nggak bisa berdiri.Kaki gue sakit!."Alika meringis.
"Beneran??."Lenno tak percaya.
"Hiks hiks sakittt!."
"Eh eh kenapa malah nangis sih?."Lenno menghampiri Alika.
"Tanggung jawab lo!!.Kaki gue patah!!." Teriak Alika
"Gi-gimana kita masuk dulu aja!."Lenno mencoba membantu Alika berdiri.
"Akhhh sakit!."Pekik Alika.
.
"Sebentar mah,papa cek keluar dulu."Toni beranjak dari duduknya kemudian melihat apa yang terjadi di luar.
__ADS_1
"Astagfirullah,kalian ini kenapa??."Toni menghampiri Lenno yang sedang menggendong Alika.
"Papa. Kaki Lili dipatahin abang!."Adu Alika masih menangis.
"Mana ada gue yang patahin kaki lo!yang ada lo sendiri yang mau ngerjain gue!."Sanggah Lenno tak terima dengan tuduhan Alika.
"Iihhh kaki gue patah gara-gara lo!."Saut Alika menjambak rambut Lenno.
"Udah-udah stop.Ributnya udahan.Kalian ini bukan anak kecil lagi!."Lerai Toni pusing mendengar pertengkaran mereka.
"Mendingan kalian langsung masuk!,Tamunya udah nungguin dari tadi." Toni mengajak mereka masuk agar tak mengganggu pengunjung lain.
Alika menggelengkan kepalanya. "Enggak Pa,Lili malu,Lili mau pulang aja!."Tolak Alika menutupi wajahnya saat Lenno mulai bergerak.Bayangkan seperti apa penampilan Alika sekarang.Jauh dari kata baik.Make up luntur oleh air mata,dan juga ingus di hidungnya.
"Bang Lenno!!!!."Seru Alika memukul bahu kakaknya.
Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam menatap keduanya selama beberapa detik.Begitupun dengan Lenno dan Alika yang terdiam dalam posisi masih berada di gendongan Lenno.
Alika membelalakkan matanya ketika mendapati seseorang diantara semua orang yang ada di dalam ruangan.
"Dehan???."Gumam Alika pelan.
Lenno yang merasa mendengar gumaman Alika hanya menoleh ke arah Alika sekilas kemudian menoleh lagi ke arah semua orang dengan senyum canggungnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum."Sambung Lenno menggigit bibir bawahnya.Salam Lenno membuyarkan tatapan semua orang kepada Lenno dan Alika.
"Waalaikumsalam."Jawab semua orang.
"Kalian kenapa sayang,kok Lili kamu gendong?."Sara berdiri mendekati Lenno.
"Kaki Lili patah."Ucapan Lili membuat semua orang khawatir.
"Sini duduk dulu biar Om telfon dokter!."Wiily mengambil ponselnya kemudian memangggil dokter agar kemari.
Kini Alika sudah duduk dengan kakinya yang sudah diperban.Ia terdiam merasa malu dengan kekacauan yang ia buat.Kaki Alika hanya terkilir bukan patah yang seperti ia katakan tadi.
Di depannya Dehan juga terdiam sambil sesekali menampakkan senyumnya ketika melihat tingkah Alika.
"Malu-maluin aja lo,kaki keseleo aja bilang patah!."Bisik Lenno pada Alika.
"Aishh diem deh lo!."Jawab Alika mendorong tubuh Lenno agar menjauh darinya.
"Kalo kaki Lili patah bisa disambung dipengelasan."Celetuk dokter Arya tersenyum sambil mengemasi peralatan yang digunakan untuk memperban kaki Alika tadi.
Alika hanya memanyunkan bibirnya mendengar perkataan dokter Arya.Dokter Arya merupakan sahabat dari Toni dan Willy sejak duduk dibangku kuliah.Dokter Arya menjadi dokter keluarga sekaligus sahabat yang bisa dibilang seperti keluarga sendiri.Jadi mereka begitu akrab tanpa ada jarak antara dokter dan pasien.
Dokter Arya pun pergi meninggalkan restoran.Suasana di dalam ruangan sejenak hening.Semua orang sibuk dengan memakan hidangan yang telah dipesan.
__ADS_1