Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Semu


__ADS_3

''Lo nggak inget gue?'' Luna tiba-tiba bertanya.


''Maksud lo?'' Alika menyerngit.


''Hah, ternyata lo bener-bener nggak inget gue.''


''Apa lo kenal gue?'' Alika bingung.


''Kita bukan sekedar kenal,'' saut Luna.


''Kita pernah deket dulu,apa lo hilang ingatan setelah kejadian itu?,'' sambung luna kembali menyeruput kopinya.


''Kejadian apa?,kenapa lo nggak bilang sejak awal kalo lo kenal gue?,'' Alika semakin bingung.


''Gue sengaja hilang dari hidup lo,karena gue benci sama lo!'' jawab Luna.


''Kenapa lo benci gue?apakah gue pernah berbuat buruk sama lo?,'' Alika tak menyangka dengan semua ini.


''Mungkin lo bisa lupain semua yang terjadi,tapi gue nggak akan pernah lupain apa yang lo lakuin.''


''Gue salah apa sama Lo,'' Alika berdiri.

__ADS_1


''Tenang,Li.Gue aja belum cerita,kenapa lo udah sensitif...Apa lo takut dengan kebenaran?'' saut Luna tersenyum smirk.


''Nyokap gue,lumpuh gara-gara lo,'' saut Luna penuh penekanan.


Deg.


Seketika Alika tersengat oleh ucapan Luna.


''Jangan asal ngomong,gue nggak pernah kenal Nyokap lo,'' saut Alika.


''Bahkan lo nggak kenal sama sahabat masa kecil lo yang selalu mengalah demi nona muda,'' ucap Luna.


''Itu gue Li,gue yang selalu ngalah walaupun gue nggak salah,'' ucap Luna penuh kemenangan karena bisa membungkam mulut Alika hingga tak bisa berkata apa-apa lagi.


''Mama gue rela tolongin lo saat diculik,tapi malah dia yang dituduh nyulik Lo!,'' jelas Luna dengan kemarahan yang tertahan.


''Nggak mungkin,'' Alika tak percaya.


Memori Alika berputar,ketika berada di Mall bersama Dehan,Ia pernah melihat sosok yang mirip Luna sedang mendorong kursi roda.Apakah benar Ia penyebab Mamanya Luna lumpuh.Tetapi apa yang Ia lakukan hingga membuat Mamanya Luna lumpuh?.semua pikiran-pikiran mulai berkecamuk di dalam diri Alika hingga Ia meneteskan air mata.


''Apa-apa lo yang ngirim surat itu?'' tanya Alika lirih menatap wajah Luna.

__ADS_1


''Iya,gue yang lakuin itu,'' jawab Luna tanpa keraguan.


Alika langsung menarik kerah baju Luna.Di sana cukup sepi dan tempat duduk mereka yang di pojo sehingga tak ada orang yang melihat perselisian diantara mereka.


''Berani-beraninya lo buat gue takut!!!!!'' seru Alika.


''Itu nggak seberapa dibanding apa yang lo lakuin ke Mama gue!!!'' balas Luna.


Alika kembali terdiam kemudian Luna melepas tangan Alika dari kerah bajunya.


Kini tinggal Luna yang beraksi.Ia memegang dagu Alika dengan lembut, ''Jadi jangan sampe ada yang tahu tentang surat dan hal yang kita omongin hari ini ke siapapun,karena lo tau sendiri keluarga lo nggak akan tinggal diam dan akan ngusik keluarga gue lagi.Udah cukup lo hancurin hidup Mama gue,'' Luna tersenyum getir kearah wajah Alika yang penuh air mata, ''Jangan sampe dosa masa lalu keluarga lo semakin menggunung,'' sambung Luna.


''Satu lagi,lo jauhin Dehan karena dia bakal jadi milik gue!,setidaknya lo bisa tebus dosa-dosa lo dengan relain Dehan buat gue!''


''Inget baik-baik,jangan sampe keluarga lo sentuh Mama gue lagi!,atau lo akan hidup dalam penyesalan!,'' ancam Luna sebelum pergi meninggalkan Alika yang masih terdiam dengan air mata masih menggenang.


Alika merasa dunianya semu.Antara percaya atau tak percaya dengan ucapan luna.Tetapi apakah itu benar?mengapa keluarganya tak pernah menceritakan masa lalunya selama ini?apakah mereka menutupi hal sebesar ini darinya karena itu adalah kebenaran?.Alika merasa hidupnya semu karena separuh ingatan di hidupnya lenyap entah kemana.Hingga sampai pada tahap dia harus mempercayai apa yang menurutnya benar tanpa mengetahui yang sebenarnya.


Mungkin ia harus mendengarkan perkataan Luna untuk menebus segala dosa yang pernah ia lupakan.


...๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”...

__ADS_1


__ADS_2