Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Hampir aja


__ADS_3

Linna syok.Terbukti saat ini ia sedang berada di IGD karena pingsan.


Alika yang kebingungan melihat Willy keluar dengan menggendong Linna yang pingsan langsung melepaskan pelukannya ingin melihat keadaan mertuanya itu.Tetapi dengan cepat Dehan menahannnya.Ia tak ingin ditinggal sendirian.


"Bun-bunda pingsan.Gue mau liat keadaannya," ucap Alika menatap Dehan yang mencekal tangannya.


"Temenin gue,gue butuh lo sekarang," jawab Dehan dengan nada rendah.Nyaris tak terdengar oleh Alika.


"Lepas.Jangan jadi anak kecil.Bunda lagi pingsan," jawab Alika mencoba melepaskan.Benar kan.Posisinya Alika ini tak tahu apa-apa.Jadi bukannya nggak pengertian.Dia kan khawatir sama Linna.


Dehan berdiri,kemudian menarik tubuh Alika.Tak keras,tapi membuat tubuh gadis itu menabrak dinding disampingnya.Suara hati Alika memberi komando bahwa ia harus segera menghindar saat tiba-tiba Dehan meletakkan kedua tangannya di samping bahu Alika.Mengukungnya hingga ia tak bisa kabur.


Sayangnya semua itu begitu cepat hingga ia tak bisa terhindar.Dehan menundukkan wajahnya dengan sorot mata sayu.Sepersekian detik Alika terpesona dengan wajah tampan suaminya itu.Ia tak berkutik.


Ia memejamkan mata.Merasakan hembusan nafas yang begitu menyegarkan menerpa hidungnya.


Dehan memiringkan wajahnya sambil memejamkan mata karena melihat Alika yang sepertinya sudah pasrah.

__ADS_1


Semakin dekat.....dan.


"Astagfirullah hal azim," Lenno segera berbalik arah sambil menutup kedua matanya setelah melihat posisi mereka yang membuat jiwa kejomblo-jombloan semakin iri iri iri.


Hampir saja.Alika mendorong kuat tubuh Dehan.Wajahnya bersemu merah.Sedangkan Dehan terlihat biasa saja padahal jantungnya ingin berhenti sekarang juga akibat ia yang tak bisa menahan.Belum juga kena.Udah diskip aja.


Dehan mengusap wajah frustasi.Ia sudah menahannya tapi bibir Alika menggoda imannya.Awkwrd.


Alika menutup wajahnya menggunakan tangan.Ini sangat memalukan.


Alika yang mengintip melalui sela-sela jari melihat Dehan yang sedang mengusap wajah frustasi.


Dia tadi juga malah memejamkan mata seolah menginginkannya.Alika tambah malu.Dia memanfaatkan keadaan Dehan yang sedang membelakanginya untuk lari.Ya lari.Ini jalan satu-satunya.


Dehan menoleh ketika mendengar langkah cepat Alika.Ia menyusul takut jika Alika tersesat di lorong-lorong rumah sakit.


Dam it!

__ADS_1


Ada Lenno yang sedang tersenyum menggoda menatapnya saat sampai di IGD.Itu membuat Alika semakin terpojokkan.Ia berbalik dan bertepatan dengan itu ia menabrak dada bidang Dehan hingga terpental.Sontak Dehan langsung berjongkok untuk melihat keadaan Alika.


"Lo, lo nggak pa-pa?" tanya Dehan seraya melirik Lenno yang menahan tawanya.


"Kaki gue sakit," jawab Alika spontan.Dia sudah kelewat malu akan kecerobohannya.Apalagi banyak orang yang menatapnya di depan IGD.IGD sedang ramai kali ini.Apalagi Lenno akhhh.


"Aduh sakit," ucap Alika memegangi kakinya sambil berdesis sakit.Kesannya biar nggak malu-malu amat.


Dehan mengelus kaki Alika.Sepertinya istrinya benar-benar kesakitan.


Dehan mendekat menaruh tangannya dipunggung dan sela siku kaki Alika,kemudian menggendongnya ala bridal style.


"Eh...eh," Alika langsung menautkan kedua tangannya dileher jenjang Dehan.Rasa geli di perutnya semakin menjadi ketika mengingat Dehan yang hampir saja menciumnya.Serasa ia mempraktekkan langsung apa yang dilihatnya di drakor.Tapi ini nggak jadi.


Dehan menurunkan Alika di salah satu kursi rumah sakit diarea taman.


"Maaf tadi gue hampir---,"

__ADS_1


"Udah-udah jangan dibahas," jawab Alika ketus sembari menatap pot bunga disampingnya.


Mana kissnya wkwk


__ADS_2