
Alika dan Mala segera meninggalkan kursi penonton.Sedangkan Dito,ia masih di sana untuk sekedar duduk-duduk saja.
Mata Dehan tak sengaja menangkap Alika dan Dito.Ada rasa aneh dalam hatinya.Tapi ia memilih mengabaikannya dan melanjutkan permainannya.Apa mereka sudah berbaikan?.Satu pertanyaan muncul dalam benaknya.
Dehan menghampiri Dito yang masih setia duduk di bangku penonton walaupun semua siswa lain sudah beranjak.
''Hai!,'' sapa Dehan.Dito membalas dengan senyum tipis.
''Lo pindah ke sini buat nantangin gue?,'' ucap Dehan bernada tak suka.
''Santai bro,gue aja belom mulai.Kenapa lo udah panas?.''
''Gue nggak akan biarin lo deket-deket Lili!,'' tegas Dehan mencengkeram kerah baju Dito.Dia tak ingin Alika tersakiti mengingat Dito memperlakukan Alika ketika di taman dulu.Ada rasa tak ingin melihat Alika dekat dengan seseorang yang jelas-jelas sudah berstatus mantan.Ia tak suka.
__ADS_1
''Eitss,kalo lo nggak tau apa-apa lebih baik lo nggak usah ikut campur.''
Dehan tak menyahuti ucapan Dito.Benar juga.Dehan tak tahu apa-apa tentang Alika.Tetapi Ia adalah pelindung Alika.Ini adalah tugas dan kewajibannya sebagai seseorang yang terikat dengan kehidupan Alika.Ia melepas kerah baju Dito kemudian pergi meninggalkan Dito.
.
Malam yang cukup mendung,membuat seluruh penghuni rumah malas bergerak.Tak terkecuali Dehan yang duduk di ruang keluarga sembari memangku laptop.Jari-jarinya menari lincah di papan keyboard.
''Oi,lo bikinin kopi nggak?,'' teriak Alika dari arah dapur.Suara Alika berhasil memecah fokus yang telah dibangun Dehan
Tanpa menunggu jawaban,Alika membawa dua gelas kopi menuju ruang keluarga.Ia meletakkan cangkir di meja.Dehan hanya melirik cangjir itu tanpa ingin meminumnya.
''Kenapa?,lo masih mikir kalo gue mau ngerjain lo lagi?,'' ucap Alika.
__ADS_1
''Iya,'' jawab Dehan sebab Alika sudah beberapa kali mengerjainya dengan kedok kopi.
''Yaudah,nggak usah minum!,'' kesal Alika beranjak membawa cangkirnya. Apakah salah jika ia sekali-kali berbaik hati?.
Setelah Alika pergi,Dehan pun menyeruput kopi yang dibuat Alika.Kali ini kecurigaan Dehan terhadap kopi itu menghilang ketika merasakan wangi harum kopi yang berpadu dengan manisnya gula.Tak seperti hari-hari lalu yang tak karuan dengan berbagai macam rasa seperti asin,asam,ataupun pedas yang dicampur Alika dalam kopinya.Dia berharap di masa mendatang hidupnya bisa menjadi seperti indera pengecapnya yang bisa melewati berbagai macam rasa yang kemudian membuahkan rasa manis.
Dehan lagi-lagi tersenyum simpul melihat ekspresi kesal Alika.Momen-momen kebersamaan mereka sungguh membuat keduanya tak lagi canggung dalam mengekspresikan diri,walaupun mereka tak menyadari satu sama lain.Mereka saling memendam kekaguman ataupun ketertarikan yang sudah mulai muncul pada hati kecil mereka.Lebih memilih menutupi hal itu dengan berbagai macam cara yang mungkin bisa penutupi sinar remang agar tak semakin bersinar terang.
.
...**Hai semua part ini sengaja aku pecah-pecah biar makin penasaran....
...Aku putus asa banget karena ga ada yang baca + ga ada yang sekedar like tulisan aku gays....
__ADS_1
...Sebenernya cerita ini udah aku selesaiin dan tinggal edit ya,jadi kalo up bertahap dan kalo mendekati ending tetep sepi,yaudahlah namanya gabut.Yang penting aku pasti selesaiin tulisan ini sampe akhir....
...Selamat membaca**...