
Di kantin tentu saja banyak oang yang memandang iri Alika.Bagaimana mungkin gadis biasa sepeti Alika bisa dekat dengan seorang Dehan yang merupakan most wanted di sekolah?.Dasar wanita ganjen.Mungkin itu pikiran orang-orang yang tak suka dengan Alika.
Alika terlihat acuh menanggapi semua orang yang menatap nanar dirinya.Toh dia sudah terlalu terkenal,jadi mau tak mau ia harus menghadapi situasi ini.Tak mungkin dia harus berlama-lama bersembunyi,itu membuatnya merasa sesak.
''Udah jangan di dengerin Li,lo kan ada gue!,'' saut Surya menyodorkan makanan mencoba memberi dukungan pada Alika yang pasti panas dengan perkataan murid-murid lainnya.
''Dahlah Ya,emang nasib gue,'' ucap Alika.
''Gue berasa jadi obat nyamuk,'' celetuk Mala yang sibuk mengaduk-aduk jusnya.
''Wah,asepnya ngepul,'' saut Surya mengbas-kibaskan tangannya.
''Biasanya gue kali yang jadi obat nyamuk...mana si Rega?,'' tanya Alika.
''Bebeb gue nggak masuk,'' jawab Mala sedikit lesu.
''Resiko punya bebeb brandal,'' celetuk Surya.
''Eh lo jelek-jelekin bebeb gue ya?!'' Mala bersiap melempar sepatunya ke arah Surya.
''Eh...eh bukan gitu...am...ampun,'' Surya melindungi kepalanya berusaha menghindar dari Mala yang mulai mendekat.
''Kalian Pada ngapain sih,'' saut Alika jengah dengan keduanya.
''Gue pengen ke atap aja deh!,'' saut Alika setelah menyeruput dan meneguk tetes terakhir jus alpukatnya.
__ADS_1
''Eh gue ikut!,'' saut Surya ingin melangkah.
''Ya jangan lupa nanti gladi resik,'' saut salah satu anak basket.
''Akhh,iya,'' Ia ingat bahwa boesok adalah turnamen bola basket.
''Lo nggak ikut?'' sambung Surya melirik Mala yang senyum-senyum sendiri.
''Nggaklah Bebeb gue ngajak jalan,'' Mala segera berjalan karena Rega telah menunggunya di luar sekolah.
Surya hanya menatap punggung Alika hingga menghilang.
''Good,tempat pas untuk menenangkan diri,'' Alika berdiri di tepian atap sambil menarik nafas dalam-dalam,menikmati pepohonan dan pemandangan dari atas.
''Lo berani juga sama gue,'' ucap seseorang.
''Kita sama-sama manusia biasa,ngapain gue takut sama Lo?.''
''Gue kasih pilihan,maju atau mundur.''
Alika tertawa membuat Luna semakin geram.
''Jalan aja maju,ya jelas majulah,mending lo aja yang mundur.Soalnya sakit kalo kejengkang,'' Alika sengaja memanas-manasi Luna.
''Dasar!'' Luna tak bisa menahan kekesalannya.Dengan cepat Ia menjambak rambut Alika.
__ADS_1
''Akhhh,'' pekik Alika mendongak karena jambakan Luna.Wajahnya menghadap persis di wajah Luna.
''Jangan lupa gue yang berkausa di sekolah ini,'' bisik Luna tepat di telinga Alika sebelum mendorong Alika hingga terjatuh.Luna pun pergi meninggalkan Alika
''Gue yang lebih berkuasa,'' batin Alika.
Perlahan Ia bangkit dan merapikan rambutnya yang acak-acakan.
''Rambut gue?!'' Ia kaget dengan ceceran rambut di bawah.
Ia mencoba merapihkan rambutnya.Tiba-tiba Ia merasa ada yang membelai rambutnya.Ia agak merinding saat itu.tetapi Ia memberanikan diri menoleh.
''Hwaa,'' Alika ancang-ancang ingin memukul.
''Lo!''
''Siapa lagi kalo bukan gue?'' Dehan tersenyum dengan sisir kecil di tangannya.
''kenapa lo diem?nggak batuin gue!'' ucap Alika.
''Yah,tadi gue cuman mau liat drama apa yang lo mainin ama Luna.Dan sekarang gue tau dan denger semua,'' Dehan tersenyum smirk.
''A-apa?'' Alika sedikit gugup.
''Maju atau mundur?...ha?,'' Dehan tersenyum menggoda.
__ADS_1
...🐔🐔🐔...