
Setelah perbincangan singkat itu,mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Alika yang masih kesal langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke ranjang.Tak ada kata lain selain nyaman.Tiba-tiba ponselnya berdering,manampilkan nama seseorang.Dengan malas Alika membuka sambungan telfonnya.
"Kok nggak jadi kisini sih?."Tanya Mala.
"Maap-maap tadi ada masalah dikit jadi nggak jadi ke sana!."Jelas Alika.
"Kata abang lo,lo dikantor polisi?. Ngapain?nyasar?."
"Gue kena razia di jalan pas ke rumah lo.Puas?."Alika kembali mengingat kajadian tadi.
"Ngapain lo sampe di razia polisi?."
"Setau gue,gue nggak salah apa-apa karena gue tidur,harusnya yang salah tuh supir,terus gue yang disalahin.Gimana nggak kesel?."
"Itu sih DL."Mala tertawa.
"Ngomong-ngomong calon lo gimana Li?ganteng nggak?."Tanya Mala penasaran Karena memang ia belum tahu sosok calon suami Alika.
"Nggak ganteng-ganteng amat sih,tapi dompetnya tebel.Lumayan lah buat diporotin."Celetuk Alika membuat tawa Mala meledak.
"Yang gue tahu lo itu udah kaya,ngapain mau porotin orang segala!."Mala terbahak.
"Gue penasaran banget sama calon lo,kasih tau ciri-cirinya dong!."Sambung Mala.
"Gue takut lo syok La,jadi lo nggak usah tau dulu.Hari minggu lo juga bakal tau kan?."Alika tak memberitahu sedikit pun tentang Dehan.Biarlah Mala tahu sendiri di hari H pernikahannnya di hari Minggu nanti.
.
Berbagai persiapan pernikahan Alika dan Dehan pun sudah mencapai 75%.Walaupun sederhana,dan tak banyak tamu yang datang,kedua belah pihak keluarga menyiapkan semua yang diperlukan dengan baik.
Hari ini tepat 2 hari sebelum pernikahannya diadakan.Dehan mengambil cuti sekolah selama beberapa hari.Sebenarnya ia tak ingin mengambil cuti terlalu lama,tetapi apa boleh buat semua keluarga melarangnya bersekolah dengan alasan dipingit dan tidak boleh menemui calon mempelai wanita.Alasan itulah yang membuatnya hanya bisa diam di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun.
Menjelang sore,Dehan terbangun dari tidur siangnya,kemudian beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci muka.Setelah itu,Ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah bermaksud menyapa anggota keluarga yang datang dari luar kota.
"Wah tuh calon mantennya udah turun!."Sambut salah satu keluarga.Dehan menapaki anak tangga,
berjalan menuju ruang tamu menghampiri kerabat yang sibuk menyiapkan seserahan di sana.
"Gimana Han,udah hafal belum?nanti ngulang kayak ayah kamu dulu loh!."Celetuk salah satu kerabat Dehan.Dehan melirik Willy sekilas.
"Emang Ayah ngulang berapa kali tan?."
"Udah-udah jangan ngomongin masa lalu,kan jadi malu!."Potong Willy tak tahan ia menjadi bahan candaan.
"Belajar dari Ayah kamu nak,dia sampe 3 kali salah saking groginya.Jadi kamu siapkan baik-baik ya!."Saut Linna.
"Iya Bun,Dehan akan siapin!."
"Wah rame banget kayak pasar aja!."Rey tiba-tiba datang dengan masih menggunakan seragam sekolah.
"Rey kamu ambilin barang di mobil mama gih!."Suruh Shinta pada anaknya.
"Baru dateng udah disuruh-suruh."Kesal Rey berbalik keluar.
__ADS_1
"Bang Rayn udah nyampe mana Ma?."Tanya Rey meletakkan beberapa barang di meja ruang tamu.
"Oh,abang kamu udah nyampe bandara,bentar lagi juga kesini."Jawab Shinta masih sibuk menata barang.
"Bang Rayn pulang tan?."Dehan bertanya memastikan.
"Iya han,emangnya Rayn nggak kasih tau kamu?dia pengen banget nemenin kamu!."Jelas Shinta.
"Iya,pas gue kasih tau,dia langsung nyuruh gue booking tiket!."Saut Rey.
"Assalamualaikum."Seseorang masuk dengan mengucap salam.
"Waalaikumsalam."Jawab semua orang yang ada di sana.
Seseorang yang tadi dibicarakan muncul dan langsung bergabung dengan keluarga besar itu.
"Tuh orangnya dah nongol!."Ujar Rey melirik sinis sang kakak yang langsung memeluk Dehan.
"Gue berasa nggak dianggep."Sindir Rey.
Rayn melepas pelukannya pada Dehan.
"Brother gue ya ini!."Rayn membanggakan Dehan dihadapan Rey.
"Yuk bro,kita ke atas aja,disini rame!."Ajak Rayn pada Dehan.Dehan mengiyakan ajakan Rayn dan berlalu menuju ke atas tepatnya ke kamar Dehan.
Rey terlebih dahulu berganti pakaian rumahan yang dibawakan sang mama di ruang tamu.Setelah itu,ia menyusul Rayn dan juga Dehan di kamar.Rayn dan Dehan melepas rindu dengan bermain PS bersama.Rey ikut bergabung menggantikan Dehan yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
''Nah kan,lo kalah terus kalo main ama gue!.''Seru Rey mengalahkan Rayn.
"Sana pergi ambil minum!,gue mau nemenin Adik kesayangan gue!."Suruh Rayn pada Rey.
"Laknat lo!."Seru Rey kesal karena sejak ia datang kesini pasti ada saja orang yang menyuruhnya.
"Kenapa nggak kasih kabar kalo mau pulang Bang?."Dehan membuka suara.
"Tadi malem Rey telfon bilang lo mau nikah hari minggu,jadi gue mau nemenin lo!."Jawab Rayn mendudukkan diri di sebelah kanan Dehan.
"Maaf Bang gue belum kasih tau lo!."
"Santai kali Han,lagian dadakan banget kan rencananya."
"Gimana kuliah di Jogja bang?."Tanya Dehan.
"Beda banget,nggak kayak disini.Jogja lebih keren dan unik."
"Lo mau ke sana juga?.Terus bini lo gimana?."Sambung Rayn.
"Belum kepikiran bang.Pengennya sih gitu."Jawab Dehan masih bingung.
"Akhh gue nggak nyangka secepet ini lo nikah,masa muda lo sayang banget!."Rey ikut mendudukkan diri bersama Rayn dan Dehan dengan membawa 3 gelas jus jeruk di atas nampan dari dapur.
Dehan hanya tersenyum kecut mendengar lontaran kata dari mulut Rey.Tak ada yang salah dengan ucapan Rey.Mungkin ini adalah awal menuju hidup yang tak bisa dibayangkan olehnya.Ia hanya bisa melihat bagaimana alur hidupnya agar bisa menghadapi apapun di masa mendatang.Menunggu takdir membawanya dalam pusaran kehidupan yang sudah digariskan.
"Gimana calon lo?cantik nggak?."Tanya Rayn.
__ADS_1
"B aja."Jawab Dehan singkat.
"B aja,B aja!.Lo itu jaim apa pura-pura jaim sih!,sebutin ciri-ciri kek,puji dikit,komentar,atau apalah!."Rey yang penasaran tak terima dengan jawaban Dehan yang tak menyimpulkan apa-apa.
"Ya emang B aja.Emang gue harus jawab apa lagi?."Jawab Dehan membuat Rey semakin kesal.
"Tau ah,darah tinggi gue ngomong sama lo!."Kesal Rey.
"Lusa juga tau sendiri lo!."Saran Dehan.
"Gue bakal cari tau sendiri!."Rey beranjak bermaksud bertanya pada Sara dan Toni.Ia pergi menemui Om dan tantenya di bawah.
Setelah beberapa lama,Rey akhirnya kembali ke kamar Dehan dengan wajah kesal.Tak ada seorang pun yang mau menjawab pertanyaannya.Sepertinya Dehan sudah berkomplot dengan semua orang.
"Kenapa tuh muka?."Tanya Rayn.
Rey tak menghiraukan pertanyaan Rayn.Ia malah terfokus pada Dehan yang menahan tawanya.Ia duduk di samping Dehan.
"Lo niat banget ngerjain gue,sampe semua orang nggak mau kasih tau gue!."Ujar Rey lemas.
"Pliss,lo kasih bocoran dikiiit aja!penasaran banget gue!."Bujuk Rey.
"Udahlah lo nggak usah maksa,lusa lo tau sendiri!.Langsung.Nanti puasin lo liat bininya Dehan.Sabar!."Rayn mencoba meredam kekepoan Rey.
"Sabar...sabar!.Lo tau kan tingkat kekepoan gue diatas rata-rata,mana bisa gue sabar.Penasaran gue udah nyampe ubun ubun nih!."Racau Rey menunjuk ubun-ubunnya sendiri.
"Cuman keluarga yang dateng?."Tanya Rayn pada Dehan tak memerdulikan racauan Rey.
"Iya bang,kita masih belum siap kalo ada pesta.Mungkin setelah lulus kuliah?."Jawab Dehan.
"Owh,jangan-jangan lo masih punya pacar jadi lo nggak mau dianya tau?."Saut Rayn.
"Nggak lah,emangnya siapa yang mau sama cowok kaku terus jual mahal kek dia!."Bukannya dijawab oleh Dehan,Rey malah menyauti pertanyaan Rayn
"Daripada lo!tengil,cewek kabur semua!."Ejek Rayn.
"Laknat lo!!."Kesal Rey.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,komen,rate,dan favorit.....