Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Nafas buatan


__ADS_3

"Sakit banget Denan hiks,"


"Sabar ya Lili,nanti Denan cari jalan keluar,"


"Takut pengen pulang,tante Mira jahat sama Lili,"


"Iya,Nanti polisi bakal ke sini,jangan nangis lagi ya nanti tante Mira marah lagi sama kita."


"Sakittt,"


"Kalian! Sekarang juga akan mati ditangan saya.Toni si berengsek itu tak mau bersama saya,jadi kalianlah yang akan saya bunuh! Mereka tak akan pernah bahagia!"


"Aunty Ira,jangan sakitin Lili,sakit tante hiks," Pinta Alika sesenggukan.


"Kalian harus mati!"


Adegan demi adegan berputar di dalam kepalanya.Kepingan-kepingan puzzle yang seakan terpisah menyatu hingga membuat kepalanya akan pecah karena tiba-tiba telinganya bedengung hebat dan membuatnya tersadar bahwa dia sedang berada di dalam air.

__ADS_1


Ia ingin berteriak,namun seakan ada yang mencekik lehernya ketika ia mengingat masa lalu itu.Bahkan ia masih bisa merasakan siksaan-siksaan yang Mira lakukan kepadanya.


Badannya kaku,merasakan bagaimana ia jatuh dari lantai 2.Semua siksaan itu tersimpan dalam batinnya hingga ia benar-benar merasakan sakitnya saat ini.Batinnya sakit,dan luka itu kembali terbuka.


Ia justru diam saja sembari sedikit demi sedikit memejamkan mata.Tak berniat bergerak sedikitpun.Karena percuma,batinnya sedang bergejolak saat ini.


Oksigen semakin menipis,terbukti saat kesadarannya yang semakin terenggut.Di dalam hati,Alika ingin sekali cepat-cepat berenang ke permukaan.


'Tuhan tolong biarkan aku bernafas lagi,ini sangat menyakitkan'


Sebelum kesadarannya terenggut sempurna,ia bisa melihat siluet orang yang berenang ke arahnya.Ia tersenyum.Apakah malaikat maut ingin menjemputnya sekarang juga?


Dengan sekuat tenaga Dehan berusaha berenang menggapai tubuh ringkih Alika yang terombang-ambing di dalam air.Diraihlah tangan Istrinya itu,kemudian mendekapnya untuk dibawa ke permukaan.Dehan mendekap erat tubuh lemas Alika hingga ke permukaan.


'Bertahan sayang'


Ia sangat menyesal karena tak dapat menjaga Alika dengan baik.Rasa menyesal dan khawatir nercampur menjadi satu ketika ia berhasil membawa Alika ke daratan.

__ADS_1


Wajah yang sangat pucat seperti mayat.Itulah yang dilihat Dehan sekarang.Tangan dan badan dingin Alika membuat hati Dehan mencelos.


"Li,bangun," Dehan brrusaha membangunkan Alika dengan menepuk-nepuk pipi tirus Alika.


Semua orang tak kalah syok dengan keadaan ini.


Lenno,Sara dan Toni berlari menuju Alika yang terbaring di atas paving.Dan juga Dehan yang mencoba melakukan pertolongan pertama dengan memompa dada Alika supaya air dapat keluar.


"Li,tolong jangan bikin khawatir," Dehan masih berusaha.


Dengan spontan Dehan langsung mencakup pipi Alika.Nafas Dehan memburu.Dia harus segera membuat istrinya itu sadar.


Ia membuka sedikit mulut Alika.Dan dengan cepat mendekatkan bibirnya,meraup bibir pucat Alika yang begitu dingin ketika Dehan merasakannya.Bibir keduanya menyatu,Dehan dengan lincah memberikan nafas buatan berharap Alika sadar.


Ia melepasnya berharap ada reaksi dari Alika,namun ternyata tak ada.Semuanya terlihat khawatir,terutama Sara.Dia bahkan menangis disamping tubuh Dehan.


Dengan harapan penuh,Dehan kembali memangut bibir Alika.Berharap kehangatan berpindah ke tubuh Alika yang sangat dingin.

__ADS_1


"Lili,bangun sayang!" Sara terisak hebat sembari menatap tak percaya putri bungsunya itu.


...Sepi banget dah...


__ADS_2