
''Blurrrr?emang gue lensa kamera?,'' ucap Dehan.
''11 12 lah,'' celetuk Alika diiringi tawa ringan.Dehan hanya tersenyum tipis.
''Lo istirahat di kamar,nanti kalo ada apa-apa panggil gue.Gue di kamar ngerjain tugas kantor!.'' Dehan memanfaatkan hari bebas pelajarannya untuk mengerjakan tugas kantor yang menumpuk akibat tes minggu lalu.
''Oke,'' Jawab Alika membuka pintu kamarnya.
''Eh tunggu.''
''Apa lagi?tadi nyuruh gue istirahat kan?,'' Alika memutar tubuhnya ke arah Dehan.
Dehan merogoh saku celananya,kemudian mengambil tangan Alika,
''Ini cincin lo,jangan ilangin lagi,'' ucap Dehan memakaikan cincin itu di jari manis Alika.
''Uwahhh,lo dapet darimana?dari Surya?,'' Alika mencium cincin di tangannya.
''Iya,'' jawab Dehan.
''Makasih,'' ucap Alika masih sibuk menciumi tangannya.
Alika melirik Dehan,penasaran apakah Dehan menjawab ucapan terima kasihnya ataukah dia tetap menampilkan wajah sombong.
Dehan tersenyum.Hatinya merasa senang ketika melihat tingkah Alika.
''Apa?dia senyumin gue?,'' Alika tak berkedip,baru pertama kali ini Ia melihat senyum tulus dari Dehan untuknya.
__ADS_1
Dehan yang menyadari Alika memandanginya langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar.
''Ck,dasar muka bantal!,senyum yang iklas ngapa!gue juga kan pengen di senyumin!,'' seketika Alika menutup mulutnya.
''Kenapa?lo ketagihan?,'' Dehan mendekatkan diri kemudian sedikit menunduk agar sejajar dengan wajah Alika yang mendongak dan berucap tepat di depan wajah Alika sambil menampilkan senyum smirknya.Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.
Nyali Alika menciut,Ia mundur perlahan untuk menjaga jarak dengan tubuh dan wajah Dehan yang semakin dekat saja.Hingga Ia terhenti karena terhalang oleh dinding.
Dehan semakin bersemangat untuk mengerjai Alika ketika melihat ekspresi yang menurutnya sangat lucu.Alika menunduk masih menutup mulutnya.Kakinya bersiap untuk kabur.Tetapi Dehan malah semakin merapatkan tubuhnya dan mengurungnya dengan kedua tangan yang menempel di dinding.
''Jangan bilang dia mau macem-macem,'' batin Alika.
Beberapa detik dalam posisi itu,tiba-tiba.....
"Hik.''
''Akhhh,'' pekik Dehan memegangi bibirnya akibat berbenturan dengan Alika yang cegukan secara tiba-tiba.
Dehan mundur beberapa langkah masih mendesis merasakan bibirnya yang berdenyut-denyut.
Mereka berdua sedang duduk di sofa dengan masing-masing menempelkan handuk berisi es batu ke bibir dan dahi.Mereka saling menatap dengan tatapan tajam.Dahi Alika terlihat menonjol sedangkan bibir Dehan sedikit membiru.
''Gimana Non,Den?apa udah baikan?,'' tanya Bi Sari.
''Udah Bi,'' jawab Alika.
''Lili istirahat di kamar dulu Bi.''
__ADS_1
''Iya non.''
Dehan hanya melirik kepergian Alika.tersenyum tipis kemudian melanjutkan pekerjaannya.
''Dia sangat manis,'' batin Dehan.
''Apa gue ada rasa sama dia?,'' Dehan menggeleng tak percaya, ''Nggak mungkin,'' sambungnya.
''Kenapa gue bisa keceplosan sih,pasti Dehan kegeeran,'' Alika meremas bantal dan juga berguling-guling di atas ranjang.
''Tapi dia ganteng juga,hihi,'' sambung Alika.
Ponsel Alika berdering.Ia segera mengambilnya di atas nakas.Ternyata Sara yang menelfonnya.
''Assalamualaikum Mah.''
''Waalaikumsalam Nak,kamu udah baikan kan?,''
''Udah Mah,Mama tenang aja.''
''Kamu harusnya jaga diri baik-baik.Jangan sering ngrepotin suami kamu.''
''Iyaa.''
Setelah mengobrrol cukup lama akhirnya Alika menutup ponselnya dan membaringkan tubuhnya untuk istirahat.
''Apa dia juga suka sama gue?,'' gumam Alika.
__ADS_1
''Kenapa gue mulai ada rasa sama dia?,'' sambung Alika.
๐๐๐๐๐จ