Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Tidak baik-baik saja


__ADS_3

Tidak heran jika Alika menangis karena bagaimanapun juga dia tetaplah seorang wanita yang mudah tersinggung dan juga ada faktor lain yang membuat Alika trauma pada hal-hal berbau kekerasan sehingga orang tua Alika dan orang di sekitarnya berusaha menghilangkan traumanya.Jika ia dalam keadaan baik-baik saja dia akan bersikap pada mestinya tetapi itu tidak mewakili perasaan Alika yang tidak stabil.


Kembali ke leptop....


Setelah merasa lebih baik akhirnya Alika keluar setelah membasuh mukanya lagi agar lebih fresh.Ia membuka knop pintu kemudian keluar dari kamar mandi.


''Eh maaf pasti lama ya lo nungguin gue?," ucap Alika menghampiri Mala.


''Nggak kok,nggak papa kan gue sahabat lo jadi santai aja sih kayak baru kenal aja," saaut Mala karena ia mengerti apa yang dirasakan Alika.


"Yok kita ke kelas!," ajak Alika langsung berjalan melewati Mala.


"Eh tunggu," saut Mala mencekal tangan Alika menghentikannya.


"Lo abis nangis??," tanya Mala melihat mata Alika sembab.


"Eng-ngak kok," elak Alika.


"Lo kok gitu sih Li kita tuh udah sama-sama dari kecil, gue hafal apa aja yang lo rasain,jadi jangan sembunyiin apa-apa dari gue!," saut Mala dengan nada yang sedikit bergetar.


"Maafin gue La..hiks...hiks," langsung memeluk Mala.


"Gue takut,gue mau pulang aja," sambung Alika mempererat pelukan antara keduanya.

__ADS_1


"Iya Li gue ngerti apa yang lo rasain jangan dipendem aja gue siap buat jadi temen nangis dan bahagia lo," tenang Mala yang berusaha menenangkan Alika.Mala melepaskan pelukannya pada Alika.


"Tenang ya Li gue mau telfon tante Sara dulu," ucap Mala mengambil ponsel dari sakunya.


"Au...!," pekik Alika memegangi kepalanya terhuyung ke samping yang membuat Mala reflek menahan badan Alika.


"Kenapa Li,kita duduk dulu deh!," ucap Mala khawatir.


"Lo anterin gue aja La,pleaae!!", pint Alika pada Mala.


"Yaudah ayo!," jawab Mala menuntun Alika meninggalkan sekolah menuju mobil Mala kemudian melaju ke rumah Alika.


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai besar bernuansa putih berpagar kayu menjulang tinggi dan taman yang membuat kesan asri.


Mala pun menghentikan mobilnya di halaman rumah dan turun dari mobil kemudian berjalan memutari mobil membukakan pintu untuk Alika dan langsung membopong Alika yang nampak pucat.


"Lili kenapa La??," taanya Sara ketika membuka pintu alangkah terkejutnya ia melihat anaknya yang dibopong oleh Mala dengan muka pucatnya.


"Nanti Mala jelasin tn," jawab Mala.


"Tante bantuin!," ucap Sara ikut membopong Alika membawanya ke kamar dan membiarkan Alika beristirahat.


"Jadi,kenapa Lili bisa seperti itu?," tanya Sara saat keduanya sudah duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Mala pun menceritakan segalanya tentang apa yang menimpa Alika.


"Oh jadi begitu!," saut Sara saat mendengar penjelasan dari Mala memperlihatkan kekhawatirannya.


"Namanya kamu nggak tahu??," sambung Sara.


"nggak tau sih tan kayaknya murid baru deh," jawab Mala menjelaskan.


"Murid baru?apa anaknya Linna?mungkin," ucap Sara dalam hati.


"Kenapa tante nggak anterin Lili aja gitu?," tanya Mala pada Sara yang sedang melamun.


"Kamu tahu kan Lili orangnya bagaimana dia nggak bisa ditentang La jadi tante turutin aja kemauannya tante nggak mau terjadi apa-apa sama Lili," jelas Sara dengan air mata yang terus mengalir.


"Yang sabar ya tan,Lala akan jagain Lili," tenang Mala berusaha menenangkan mengelus-elus bahu Sara.


"Makasih ya La kamu sudah jagain Lili," ucap Sara menatap dalam manik mata Mala.


"Iya tan kita semua sayang sama Lili," jawab Mala memeluk Sara.


"Ma tolong Lili,Lili takut,Sakit ma....Lili mau pulang!!!!!."


.

__ADS_1


Lili kenapa ya?


__ADS_2