Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Alika memasuki salon itu sendiri tanpa Lenno.Ketika baru beberapa langkah ia dikejutkan dengan para pegawai salon yang menyambutnya.Semua orang berbaris rapi menunjukkan hormat mereka.


"Silahkan nona muda kami telah menyiapakan semuanya!."Ucap salah satu pegawai.


Salah satu pegawai membawa Alika dan memulai pekerjaannya.


Setelah 1 jam berlalu,kini Alika sudah siap dengan dandanannya yang lebih modis.Dengan dress berwarna putih tulang selutut.Rambut yang dicepol ke atas menampilkan kesan sederhana. High heel senada dengan dreesnya membuat kesan jenjang pada kakinya.


Dengan anggun Alika keluar dari salon menuju mobil.Lenno yang suntuk menunggu adiknya mengambil kesempatan untuk menelfon mamanya.


"Ma,gimana?mama sama papa udah yakin dengan keputusan ini?."Tanya Lenno ditelfon.


"Mungkin ini yang terbaik untuk Lili nak,mama hanya bisa dukung keputusan papa."Jawab Sara diseberang telfon.


"Yaudah ma,mama udah berangkat ke sana?."


"Ini baru mau berangkat,kalo udah selesai dari salon kamu langsung bawa Lili ke sana.Jangan sampai telat."


"Iya,udah dulu ya ma Lilinya baru aja keluar dari salon.Setelah ini Lenno langsung kesana.Assalamualaikum." Lenno menutup sambungan telfon kemudian bertindak seperti biasa.Pintu mobil terbuka memperlihatkan sesosok gadis cantik.Alika langsung mendudukkan dirinya disamping Lenno sebagai penumpang.


"Gitu kan seger,sekali-kali jadi anak sosiolita."Celetuk Lenno.


"Bodo amat gue pengen jadi ondel-ondel kek,itu bukan urusan lo!."Jawab Alika.Alika memang tak seperti gadis lainnya.Ia terkesan cuek akan penampilannya.Bahkan ke salon saja harus dipaksa oleh mamanya.Baginya ke salon sangat membosankan dan untuk apa ke salon kalo wajahnya tak akan berubah lebih baik tampil apa adanya.


"Tadi lo ngomongin gue kan di telfon."Ucap Alika.


"Nggak,apa yang harus gue omongin tentang lo?."Jawab Lenno.


"Tentang kecantikan gue!."Alika mengedip-ngedipkan matanya.


"Idiihhh,ilfil gue liat lo!."Lenno mengerdikkan bahunya.


"Udah jalan sana!,pantesan aja jomblo selera lo rendah.Orang cantik gini!."Cibir Alika tersenyum melihat pantulan dirinya di kaca jendela mobil.


"Emangnya yang jomblo gue doang apa?yang ngledekin bukannya jomblo juga ya?."Celetuk Lenno.


"Gue bukan jomblo tapi singgle."


"Yakin lo masih singgle bukan jomblo."


"Kenapa?lo nggak percaya?."


"Yah gue dulu pernah denger sih kalo lo pernah cinlok sama temen satu drama pas pensi."


Alika membelalakkan matanya mendengar ucapan Lenno.Bagaimana bisa kakaknya bisa mengetahui sesuatu yang ia simpan rapat.Masalalu yang cukup ia saja yang mengtahuinya.


"Kalo nggak salah,namanya Di...."Sambung Lenno memotong motong katanya ketika melihat wajah Alika yang membuatnya semakin mendramatiskan keadaan.


"Di......"Imbuh Alika.


"Siapa ya gue kok lupa sih!."Imbuh Lenno.


Alika menghela nafas lega.Untung saja kakaknya itu tak menyebutkan nama sang mantan.Mungkin Lenno hanya mengarang cerita saja.


"Dito!."Seru Lenno.

__ADS_1


"Hah!!."Alika kaget memperlihatkan kepanikannya.


"Lo ta-tau dari mana?."Alika tergagap.


"Gue?mantan ketua OSIS SMP,siapa yang nggak kenal gue!,anak buah gue nggak perlu bayaran!."Sambung Lenno membanggakan dirinya sendiri.Mulai melajukan mobilnya.


Perbedaan umur antara Lenno dan Alika memang tak terlalu jauh.Hanya terpaut 2 tahun.Saat Alika baru memasuki SMP,Lenno yang lebih tua darinya memasuki kelas 3 SMP.Lenno juga mantan ketua OSIS SMP.Hal itu memudahkannya mengawasi segala gerak gerik Alika walaupun ia tak selalu bersamanya.


"Kenapa diem?."Ucap Lenno melihat Alika diam terpaku.


"Seberapa tau lo?."Tanya Alika.


"Semua tentang lo gue tau!."Jawab Lenno.


"Lo ngawasin gue?!!!."Seru Alika mengambil botol minuman di sampingnya kemudian melemparnya ke arah Lenno.


"Akhh,lagi nyetir woi!!."Pekik Lenno ketika mendapat lemparan botol.


"Sejak kapan lo ngawasin gue?!!.Seru Alika geram.


"Sejak gue lulus SMP.Papa yang nyuruh."Lenno mengaku bahwa memang dia disuruh tetap mengawasi Alika demi keamanannya.Sejak lulus Lenno selalu mencari informasi atau menyuruh seseorang yang ia kenal untuk melaporkan apa saja yang dilakukan Alika.Tanpa Alika ketahui sama sekali.


"Gue butuh privasi!!!."Sambung Alika melampiaskan kekesalannya dengan memukul bahu Lenno.


"Papa Mama tau?!."Seru Alika.


"Tenang kalo soal lo nggak singgle lagi Papa Mama nggak tau.Cuma gue yang tau."Jelas Lenno.


"Huhh."Alika merasa lega.


"Karna gue tau lo belum bisa nglupain dia.Kalo gue apa-apain dia sama aja gue nyakitin lo!."


"Gue nggak tau kenapa susah banget nglupain dia."


"Pelan.Semua butuh waktu!."Imbuh Lenno.


"3 tahun."


"Gue nggak yakin bisa nglupain dia."Sambung Alika memperlihatkan wajah sedihnya.


"Sadgirl."Canda Lenno mencairkan suasana.


"Lagi sad gue,jangan diganggu!."Jawab Alika menyandarkan kepalanya di pintu mobil.


"Assalamualaikum ma."Lenno menelfon Sara.


"Waalaikumsalam.Gimana no kok belum nyampe Mama Papa udah di depan resto nih."Sara diujung telfon.


"Kita nyampenya agak telat deh ma,soalnya macet jalannya!."Jelas Lenno.


"Gimana adek kamu?."Tanya Sara.


Lenno menoleh ke arah Alika."Aman ma."


"Yaudah mama tunggu.Usahain cepet ya no,nggak enak."

__ADS_1


"Iya ma.Waalaikumsalam."Lenno menutup sambungan telfonnya kemudian meletakkannya.


Sara terlebih dahulu memasuki restoran bersama Toni karena merasa tak enak dengan tamunya.Membiarkan anak-anaknya agar menyusul nanti.


"Hai Linna,lama nggak ketemu ya!."Sapa Sara menghampiri Linna yang duduk kemudian melepas rindu dengan berpelukan.


"Iya,lama banget nggak ketemu jadi kangen ngumpul bareng!."Linna mengiyakan ucapan Sara.


"Anak-anak kamu ke mana?."Tanya Willy pada Toni sambil berjabat tangan hangat.


"Biasalah.Dari dulu nggak pernah akur!jadi agak ribet!."Jawab Toni mengingat sepasang anaknya yang selalu bertengkar.


"Haha,masih nggak akur juga?."Willy menimpali ucapan Toni.


"Assalamualaikum."Salam Dehan memasuki ruangan VVIP restoran.


"Waalaikumsalam."Jawab semua orang yang ada di ruangan itu.Dehan melanjutkan dengan melangkahkan kakinya ke samping Linna dan Toni untuk duduk.Sedangkan di depannya duduk Sara dan Toni.


"Perkenalkan nama saya Dehan om tante!."Dehan bergantian mencium punggung tangan Sara dan Toni.


"Perfect!."Gumam Toni pelan membuat Dehan bingung tak mengerti apa maksud kata dari Toni.


"Ini om Toni sama tante Sara sahabat papa dan mama sejak SMA."Jelas Willy.


Tak berselang lama setelah mereka berbincang dengan obrolan ringan terdengar suara keributan di luar.Attensi mereka teralihkan.


"Suara siapa ya pah,kayak kenal."Bisik Sara pada Toni.


"Sebentar mah,papa cek keluar dulu!."Toni berdiri menuju pintu keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar.


.


"Penting banget ya?sampe gue harus ada?."Tanya Alika disela keheningan.


"Masa depan lo!."Jawab Lenno tak jelas.Membuat Alika menyerngitkan keningnya.


"Yang jelas ngapa.Jangan setengah-setengah!."Protes Alika.


"Nanti juga tau!."


"Apaan sih nggak jelas banget."Kesal Alika.


Mobil yang dikendarai Lenno memasuki area restoran.Alika keluar dari mobil bersamaan dengan Lenno.Alika menarik sudut bibir kanannya ketika melihat Lenno.Terbesit sebuah rencana untuk mengerjai kakak satu-satunya itu.


Alika berjalan memutari mobil untuk menjalankan aksinya.Pelan-pelan Alika mulai mendekati Lenno yang sedang merapikan jasnya.


"BWAaa!!!."Niat Alika itu gagal saat Lenno memutar badannya dan berbalik malah mengejutkan Alika. Keterkejutannya itu membuatnya mundur hingga ia terjatuh karena high heelnya terselip di antara paving.


"Akhh."Pekik Alika terjatuh diatas paving.


"Bwahahaha."Tawa Lenno meledak ketika menyaksikan Alika terjatuh.


"Senjata makan tuan kan!!."Ejek Lenno.


"Bantuin kek!."Alika mencoba berdiri.

__ADS_1


Jangan Lupa like dan vote


__ADS_2