Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Anak-anakkan


__ADS_3

''Kenapa sih Li?.Di kejar hantu?," tanya Mala.


Dengan wajah merah karena lelah berlari, Alika mendudukkan diri di samping Mala.


''Minum."


Mala langsung menyodorkan sebotol air dan Alika langsung meneguk hingga tersisa setengah botol.


"Elsya.Lo liat Elsya nggak?," Alika teringat dengan Elsya.


"Dia di UKS.Katanya di kepleset di tangga,jadi tangannya agak memar gitu."


"Dia udah balik?."


"Dia kesini bentar terus ijin ke Teja mau istirahat di UKS."


"Owh."


" Kemana lo tadi?."


"Gue ke atap bentar."


Alika keluar dari kelasnya sambil menggendong tas.Jam pelajaran telah berakhir.


Langkah kakinya terhenti di depan pintu ketika melihat seseorang yang memandangnya dengan senyum yang membuatnya terdiam karena terpesona.


"Dito?," gumam Alika melangkah mendekatinya.


"Hai Li!,gue mau ngomong sesuatu sama lo.Gue harap lo mau."


Alika terlebih dulu menengok kiri kanan memastikan tak ada orang lain yang mendengar pembicaraannya.


"Mau apa lagi?.Udah nggak ada yang harus diomongin Dit.Gue nggak mau terjebak dalam penyesalan itu lagi.Jadi anggep aja lo sama gue nggak pernah kenal sama sekali."


"Apa maksud lo Li.Gue nyesel banget tentang kejadian itu.Jadi gue nutup mata supaya penyesalan yang selama ini gue rasain supaya berkurang.Tapi apa?.Gue malah ngerasa tersakiti."


"Gue juga nyesel Dit.Jangan sangka selama ini gue bisa ngelupain kejadian itu.Dan sikap lo itu buat gue sakit Dit," Alika memegang dadanya.


"Pliss Li, gue masih cinta sama lo.Gue tahu lo pasti kecewa sama gue.Tapi pliss Li maafin gue."


"Gue udah maafin lo.Tapi gue nggak bisa nglupain kejadian itu.Menurut gue, sakit hati dan juga penyesalan itu masih ada ."


"Li,tapi itu semua bukan salah kita!," Dito mendekat dan mencengkeram pundak Alika.


"Akhh,sa -sakit Dit," pekik Alika pelan.


"Kita penyebabnya Dit!," Alika setengah berteriak menahan rasa sakit akibat cengkeraman di kedua bahunya.


"Gue nggak peduli.Lo ma-mau kan nglupain semua itu dan mulai dari awal lagi," Dito semakin mencengkeram.


"Lo gila Dit,lepasin gue!," Alika mulai memberontak.


.


Dehan bermaksud mencari Alika yang tak kunjung keluar.Padahal ini sudah sangat sepi dan tak ada satupun siswa yang masih ada di sana.

__ADS_1


Dia melangkahkan kakinya untuk kembali memasuki gedung sekolah.Dengan kedua tangan yang diselipkan disaku,ia berjalan menuju kelas Alika.Dia yakin jika Alika berada di sana karena Alika sering bermain bersama Mala hanya sekedar mengobrol.


Ia sedikit memelankan langkahnya ketika melihat Alika bersama Dito.Jiwa penasaran Dehan mengepul.Dia bersembunyi di balik tembok dan membuka telinganya lebar-lebar agar bisa mendengar percakapan antara Alika dan Dito.


Dehan tak mengerti arah pembicaraan mereka.Ia memutuskan untuk membuka ponselnya.


"Lo gila Dit, lepasin gue," teriakan Alika membuat Dehan mendongak dan melihat apa yang terjadi.Ia menggertakkan giginya.Dengan cepat ia memasukkan ponselnya ke saku dan berlari untuk memisahkan keduanya.


" Gue udah ngingetin lo!," Dehan mendorong tubuh Dito kemudian mencengkeram kerah bajunya.


"Lo siapa?,lo nggak usah ikut campur," jawab Dehan.


"Gue pacarnya!!!," seru Dehan.Dito menoleh ke arah Alika yang matanya membulat mendengar penuturan Dehan.


"What?Dehan pacaran sama Lili.Untung gue videoin."


Seseorang terlihat baru saja mematikan kameranya dan berlalu pergi.


"Hah.Gue nggak percaya!.Lo cuman pelampiasan Lili karena dia nggak akan mungkin nglupain cinta pertamanya," Dito mendengus.


"Lo cuman cinta monyetnya.Dan sekarang gue adalah pacarnya" Dehan memanasi Dito.


Alika yang melihat perdebatan antara mereka hanya bisa diam.Dia tak tahu harus berbuat apa.


Alika menarik baju Dehan dan menuntunnya menjadi berdampingan dengannya.


Alika menelan ludah terlebih dahulu.


"Sayang,hari ini kita kencan kemana?,lo udah janjikan?," Alika bergelayut di tangan Dehan.


Dehan menelan ludah sebelum mengucapkan kalimat.


"Haha iya,kita mau nonton apa?film romantis atau film horor?," Dehan tersenyum paksa.


Dito yang melihat kemesraan Alika semakin panas.Dia pergi dengan keadaan kesal.


Alika mendorong tubuh Dehan agar menjauh darinya.


"Jangan cari kesempatan lo!,"


"Iya sayang.Tadi yang duluan siapa?," cibir Dehan.


"Gue cu-cuman nyelametin lo kali!," elak Alika.


"Bukannya gue yang nyelametin lo ya?!," Dehan tersenyum menggoda sambil menaikturunkan alis tebalnya.


"Jangan sampe gue baper sama jebakan ni orang," batin Alika.


Sifat asli Dehan mulai terlihat di depan Alika.Tetapi jauh berbeda ketika di depan orang lain.


Dengan kakinya Alika menginjak kaki Dehan kemudian beranjak.


"Akhhh," pekik Dehan memegang kaki kanannya.


"Dasar!.Dibantuin malah ngulunjak.Untung ganteng," tak sadar Alika memuji ketampanan Dehan.

__ADS_1


"Ah,dasar!," Alika tersadar dan mengetuk kepalanya sendiri.


Dehan mengikuti Alika yang berjalan di depannya.Mereka pun pulang bersama.


.


"Lo tau ini apa?," seorang wanita sedang menyodorkan amplop berwarna coklat yang cukup tebal.


"Lo suruh gue ngapain lagi?," tanya seorang pria di depannya meraih cangkir kopi yang masih beruap.


"Lo kasih dia pelajaran nyata.Tapi jangan terlalu nyata.Gue mau dia ngrasain detik demi detik hidupnya habis di tangan gue!," seoang wanita tersenyum licik.


"Oke,asal lo tepatin janji lo!," pria itu mengambil amplop di atas meja dan memasukkannya ke saku jaket.


"Iya.Lo tenang aja.Dia akan jadi pacar lo!," wanita itu mengalungkan tasnya ke bahu dan pergi beranjak dari sana.


.


Sebelum masuk rumah Alika terlebih dahulu menjenguk ikan-ikan koinya yang berada di halaman rumahnya.


"Hai a,b,c,d....dst," Alika memberi nama ikan-ikannya dengan huruf abjad.


"Lo dah gila?," tanya Dehan bergidik melihat tingkah Alika.


"Apaan sih.Lo iri anak gue lebih banyak dari punya lo?," Alika melirik dua anak kucing berwarna putih dan orange yang menghampiri tuannya.


"Yah.Kasih nama yang bagusan dikit ngapa?,ya kan Lea,Leo?," Dehan berjongkok dan membelai lembut kucing peliharaannya.


"Syirik lo!," Alika mencipratkan air dari air mancur ke arah Dehan.


Dehan berdiri dan menggendong kucing-kucingnya.


"Aisshh,basah nih!," Dehan mengelus bulu Lea dan Leo yang terkena cipratan air.


Dehan menyenggol tubuh Alila menggunakan kakinya hingga Alika kehilangan keseimbangan dan terhuyung terduduk di rerumputan.Ia langsung berdiri ingin membalas perbuatan Dehan.Tatapi Dehan sudah pergi entah kemana.


Mereka pun saling membalas hingga seisi rumah menjadi berantakan.Semua asisten rumah tangga yang ada di sana tersenyum melihat keduanya semakin akrab tidak seperti ketika pertama kali datang ke rumah ini.


Alika bersembunyi di kolong meja di dapur untuk menghindari kejaran Dehan.


"Bi liat Lili nggak?," Dehan bertanya pada Bi Sari yang sibuk mencuci piring.


"Ah, non Lili ada di kolong meja.Katanya mau cari laba-laba buat percobaan di sekolah," saut Bi Sari dengan jujur.


"Akhirnya!," perlahan Dehan mendekati meja yang dimaksud Bi Sari.Dehan tersenyum licik.


"KAMBING!!," teriak Dehan keras hingga seisi rumah mendengarnya.


.


.


.


...menurut kamu tokoh yang paling kamu sukai siapa nih?...

__ADS_1


__ADS_2