Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Tak asing


__ADS_3

"Iya om?."Saut Alika sedikit bingung.


"Ah iya,Namanya bagus Lili!."Willy menjawab Alika.


"Om kayak nggak asing aja sama nama kamu."Sambung Willy.


"Owh,nama Lili emang pasaran om."Alika sedikit canggung.


"Emm,om tante kalo gitu saya pamit pulang dulu,maaf udah banyak ngrepotin."Ucap Alika.


"Kok buru-buru sih kamu kan masih lemes,nanti dulu ya,tante obatin dulu bibir kamu!."Linna mencegah Alika karena tak tega dengan keadaannya yang masih pucat.


Alika menyentuh ujung bibirnya yang sedikit robek.Ia sedikit meringis merasakan sakit.


"Tuh kan,tante obatin dulu ya,sekalian kamu nanti ganti baju,diluar gerimis soalnya.


"Tapi tan...."Ucapan Alika terpotong.


"Udah nggak papa,ini udah malem,nanti kamu masuk angin kalo pake seragam kamu.


"Dehan,kamu ambilin baju kamu yang pas buat Lili ya?."Sambung Linna menoleh ke arah Dehan.Dehan pun ingin protes tetapi pertanyaan Willy membuat ia menundanya.


"Emang ada ya bun?."Willy bertanya.


"Yang penting bisa dipake yah!."Jawab Linna mengambil kapas dan juga antibiotik untuk mengobati luka Alika.


"Tuh cepet cariin!."Suruh Willy.


Dehan yang tadinya ingin protes akhirnya beranjak dari sana menuju ke kamarnya.Ia mencari pakaiannya yang mungkin bisa dipakai Alika.


Alika yang tadinya menolak akhirnya menuruti bujukan Linna.Linna dengan telaten membersihkan luka Alika.Ia mengoleskan antibiotik dengan hati-hati ke luka Alika.


"Tahan ya,mungkin sedikit perih!."Ucap Linna mulai mengoleskan antibiotik.


Terlihat Alika yang meringis menahan perih akibat olesan Linna.


"Semoga nggak bengkak!."Ujar Linna menutup P3K yang ada di sampingnya.


Dari atas Dehan berjalan mendekati Linna dan Alika membawa 2 potong pakaian.


"Kamu ganti baju dulu,setelah itu Dehan bakal nganterin kamu pulang!."Ucap Linna ketika melihat Dehan.


"Nggak usah tan,Lili bisa pulang sendiri. Udah baikan kok."Tolak Alika panik karena ia merasa malu pada Dehan saat mengingat yang terjadi tadi.


"Udah nggak papa lagian anak gadis nggak baik pulang sendiri malem-malem gini!,mau kan anterin Lili?."Saut Willy yang juga baru saja dari kamarnya menatap Dehan dengan tatapan mengintimidasi agar Dehan mau.


"I-iya!."Jawab Dehan pasrah.


"Tuh kan,sekalian sebelum pulang kita makan malem bareng aja."Sambung Linna.


"Nggak ada penolakan!."Saut Willy saat melihat Alika yang ingin menolak.


"Ayo,tante anterin ke ruang tamu buat ganti baju!."Ajak Linna berdiri diikuti Alika di belakangnya.


"Dehan kamu kan belum punya sim,kamu hati-hati kalo bawa mobil. Willy memberi nasehat pada putranya.


"Iya yah."Jawab Dehan singkat.


"Assalamualaikum!."Terdengar suara salam dari pintu Depan.


"Waalaikumsalam,Eh Selly udah pulang.Gimana?Selly seneng nggak belajar kelompok sama temen baru?."Tanya Willy mendekati Selly.


"Seneng yah,temen-temen Selly baik semua!."Saut Selly dengan mata berbinar.


"Kamu betah kan tinggal disini?."Willy bertanya pada Selly tetapi matanya menatap Dehan.


"Betah lah yah,kan udah punya temen baru!."

__ADS_1


Dehan memang terlihat tidak seperti di tempat tinggal sebelumnya.Ia sekarang lebih tertutup dan pendiam daripada dulu sebelum pindah.Entah apa yang membuatnya bersikap lebih tertutup,tetapi Willy berfikir itu biasa bagi Dehan yang masih belum bisa beradaptasi dengan tempat tinggal barunya.


"Yuk kita ke meja makan,kita makan malem!."Ajak Willy menggendong Selly.Sedangkan Dehan ikut di belakang membuntuti Willy menuju meja makan.


"Bunda dimana yah?kok nggak bareng kita?."Tanya Selly mencari Linna.


"Bunda diatas.Sebentar lagi juga turun."Jawab Willy meletakkan Selly di kursi meja makan.


Dan benar saja Linna muncul bersama dengan Alika yang sudah berganti pakaian milik Dehan.Ia mengenakan kaos putih yang nampak kebesaran dan juga celana sedikit di bawah lutut.


"Wah,siapa nih Bun?cantik."Ucap Selly saat melihat Bundanya bersama Alika.


"Ini temennya bang Dehan namanya kak Lili."Jawab Linna ikut bergabung.


"Hai kak Lili,nama aku Selly."Sapa Selly pada Alika.


"Hai Selly!."Balas Alika dengan senyumannya.Ia mendudukkan diri di samping kiri Selly.Sedangkan Dehan berada di samping kanan Selly.


Setelah itu semua pun menikmati makanan tanpa berbicara sedikit pun.Sesudah menikmati makanan,Willy pun memulai dialognya.


"Dehan setelah ini kamu jadi anterin Lili kan?."Tanya Willy memastikan.


"Hm."Jawab Dehan berdehem.


"Iklas nggak nih?."Saut Willy.


"Iya yah."Jawab Dehan malas.


.


"Yaudah hati-hati ya,sering-sering mampir ke sini,Selly juga seneng banget sama kamu."Ucap Willy di depan pintu mengantar Alika ke luar rumah.


"Iya om,kapan-kapan Lili main sama Selly."


"Tuh mobilnya udah siap!."Willy melihat mobil yang dikendarai Dehan menuju ke arah mereka.


"Waalaikumsalam,hati-hati di jalan ya!."Ucap Willy.


Alika tersenyum ke arah Willy kemudian Alika berjalan menuju pintu mobil belakang.Ia mencoba membuka pintu mobil tetapi ia tak bisa membukanya.Alika memutar matanya kemudian beralih ke pintu depan.Dengan cepat Ia membuka pintu kemudian mendudukkan diri di kursi.


"Gue bukan sopir lo!."Ucap Dehan dengan nada dingin.


"Emang bukan!."Saut Alika ketus.


Dehan langsung melajukan mobilnya menembus ramainya jalan yang tak seperti biasanya karena hari ini malam minggu.Malam yang ditunggu-tunggu untuk para pasangan-pasangan muda yang sedang kasmaran.


Tidak dengan Alika dan juga Dehan,kini di malam minggu yang tampak menyenangkan bagi remaja lainnya dilewatkan dengan keheningan yang sedari tadi menghiasi perjalanan mereka.Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut keduanya.


Alika yang menatap ke arah luar pun teringat kejadian tadi sore.Ia sedikit melirik Dehan yang fokus menyetir.


"Ngapain liat-liat?."Ucap Dehan masih fokus menyetir.


"Gu-gue minta maaf soal yang tadi."Ucap Alika gugup.


"Soal apa?."Jawab Dehan pura-pura tak tahu.


"Soal tadiii!."Sambung Alika.


"Apa???."Ucap Dehan memancing Alika agar berbicara.


"Gue minta maaf udah meluk lo tadi!."Jelas Alika menggigit bibir bawahnya.


"Santai aja gue udah maafin lo,dan sama-sama atas ucapan terimakasih lo!."Jawab Dehan fokus menatap jalanan di depannya.


"Cih.".Alika berdecih mendengar nada bicara Dehan yang menyombongkan dirinya sendiri.


"Nyesel gue minta maaf!."Guman Alika pelan.Walaupun pelan tetap saja Dehan mendengarnya.Ia hanya diam tak bergeming mendapat sindiran dari Alika.

__ADS_1


"Hoam,sepi amat nggak ada musik apa?."Ucap Alika menutup mulutnya.


"Nggak bisa dibayangin kalo gue setiap hari satu mobil ama lo,pasti hidup gue kayak di kuburan."Ejek Alika melirik Dehan.


Cittt...


Dehan berhenti mendadak di bahu jalan.Alika yang tadinya dengan santai mengejek Dehan pun kaget dibuatnya.


"Gila lo.Mau mati apa gimana sih lo!." Seru Alika mengelus dadanya. Membelalakkan matanya ke arah Dehan yang berekspresi biasa saja.


"Tuh kuburan,lo pengen di kuburan kan!."Ucap Dehan.


"Yah gitu aja ngambek,sensi amat sih jadi cowok!."Ejek Alika kesal.


Dehan menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya dengan kasar.Ia tak bermaksud menurunkan Alika disini.Tapi sedari tadi Alika tak menunjukkan arah menuju rumahnya sehingga Dehan berhenti mendadak Untuk menyadarkan Alika.


"Rumah lo dimana?gue nggak tau!."Saut Dehan kesal mendapat ejekan lagi dari Alika.


"Owh,tanya dari tadi kek,kan gue kira lo marah terus turunin gue disini terus gue pulang sendiri!!."Racau Alika ngegas.


Walaupun kesal dengan sikap Alika, Dehan mencoba sabar dan mengikuti petunjuk dari Alika.Setelah beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Alika.


Dehan memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah mewah itu.


"Tadinya gue mau trimakasih sama lo tapi tadi lo kan udah jawab sebelum gue ngomong,jadi maaf ya lo nggak dapet ucapan trimakasih dari gue!."Ucap Alika sebelum akhirnya keluar dari mobil Dehan.


"Bye!!."Sambung Alika sebelum menutup pintu.


Tak perlu waktu lama lagi,Dehan langsung beranjak mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Alika.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote

__ADS_1


__ADS_2