
“Enak aja.Ini semua demi keadilan dan kesetaraan dilapisan masyarakat sekolah,” elak Alika.
"Oke,sebagai wakil direktur gue akan ngomong sama Papa,’’ bangga Lenno.
"Sombong amat!,’’ sela Alika, "Dah,Assalamualaikum,’’ sambung Alika menutup telfonnya.
"Oke sekarang gue mau tidur aja.’’
Isu tentang Alika dan Dehan semakin memanas saja.Bahkan Dia seharian hanya di UKS tak berniat untuk kembali ke kelas.
"Li,lo nggak ke kelas?,’’ tanya Teja yang menjenguk Alika.
"Aduh Ja,lo nggak kasian ama gue?,jidat gue masih cenat-cenut nih,’’ saut Alika menjadikan jidatnya sebagai alasan.
"Alesan lo!,bilang aja lo ngumpet di sini kan?,’’ jawab Teja.
"Tuh lo tau,gue lagi ada cobaan,lo bantuin gue kek.’’
''Gue sebagai ketua kelas yang ditanyain BK Li,harusnya lo yang ngertiin gue!,’’ Teja sambil mendengus.
''Iya-iya nanti gue balik kalo bel,’’ saut Alika.
''Nah gitu gue kan jadi tenang,gue mau ngantin,nitip nggak?,’’ tanya Teja.
‘’Nitip jus alpukat deh.Nanti bawa ke kelas.’’
"Yah,gue tadi kan basa-basi,’’ Alika bersiap melempar sepatunya, ‘’Canda,’’ saut Teja langsung pergi.
Setelah bel berbunyi,Alika memakai sepatunya dan pergi beranjak dari UKS.
Masih banyak siswa yang belum masuk ke kelas.Alika mempercepat langkahnya ketika banyak pasang mata yang memandang ke arahnya.
Sesampainya di kelas,Alika langsung mendudukkan dirinya di bangku.Ia meneguk jus Alpukat di mejanya.
"Lun,Si Lili udah balik ke kelas tuh,’’ Syalu melapor pada Luna.
"Oke,gue akan ke sana,’’ Luna beranjak.
"Woy bro,Luna tuh,’’ Rey menepuk bahu Dehan.
"Bodo amat,’’ jawabnya.
"Gue takut kalo dia ngelabrak Lili,’’ Rey terlihat panik.Dehan tak berkedip.Ia ingat betul Luna akan berbuat apa.
Dia meletakkan bukunya dan berdiri beranjak.
"Wih seru nih,’’ Rey terlihat bersemangat sambil mengikuti langkah Dehan.
Luna membuka pintu kelas IPS 2 dengan kasar.
"Woi ngagetin aja lo!,’’ seru Kevin yang tadinya tidur.
"Ngapain sih,’’ seru Melati.Seisi kelas terlihat tak suka dengan sikap Luna yang semena-mena masuk ke kelas mereka.Nampaknya Luna akan beraksi.
Luna langsung berjalan menuju ke arah Alika yang juga berwajah kesal.
" Gue udah ngingetin lo!,’’ Luna menyiram Alika menggunakan jus Alpukat yang ada di meja.
Alika memejamkan mata merasakan dinginnya Jus yang mengguyur kepala dan juga tubuhnya.Ia berdiri dengan ekspresi kesal.
“Kenapa?gue salah apa sama lo?,” tanya Alika.
Dehan hanya mengintip kejadian itu di jendela bersama Rey.
__ADS_1
“Bro,gue pikir lo mau belain Lili.Eh malah ngintip doang,” Seloroh rey.
“Ini peringatan buat lo.Jangan deketin Dehan lagi!,” ancam Luna kemudian pergi.
“Yah,dasar!,jadi basah!,” Surya menyelimuti tubuh Alika menggunakan jaketnya.
“Gue akan ke BK,” saut Teja.
“Nggak usah Ja,lo tau kan siapa dia?,” ucap Alika menghentikan niat Teja.
“Iya juga percuma.”
Alika memilih mengalah dan pergi ke toilet bersama Mala untuk membersihkan sisa jus di bajunya.
“Li,gimana nih?baju lo basah.terus lo pake apa?,” tanya Mala.
“Gimana lagi,pake ajalah.”
“Yang bener aja Li.Bisa masuk angin lo!?.”
Mereka berada di dalam toilet cukup lama hingga Mala memutuskan untuk keluar.
“Kyaaaa.....ngapain lo di sini?.Pasti lo lagi ngintip kan?!,” pekik Mala ketika mendapati dua orang yang ada tepat di depan toilet wanita.Alika yang beradaa di dalam toilet tak jadi mencipratkan air ke pakaiannya.
“Sttt,yaelah diem ngapa?,” Rey membungkam mulut Mala takut jika ada siswa lain yang tahu.
“Kita kan cuman mau nganterin seragamnya Lili,” sambung Rey melirik plastik hitam yang di bawa Dehan.
Dehan menyerahkan seragam itu pada Mala.Ia sengaja menyuruh Pak Tirto untuk membawakan seragam Alika.
“Yaampun,tau aja lo!,” ucap Mala. “Yaudah sana pergi!,” sambung Mala bersiap membuka knop pintu
Mereka pun pergi dari toilet.
“Dapet darimana lo?,” tanya Alika.
“Tadi yang di luar tuh Dehan ama Rey bawain seragam lo,” jawab Mala.
“Yaudah sana keluar,gue mau ganti dulu!,” ucap Alika.
“Iya, gue tungguin di luar.”
.
Alika segera keluar dari kelas setelah sekolah sudah sepi.Semua siswa sudah pulang sedari tadi.
“Kenapa lama?,” tanya Dehan di bersandar di jok mobil.Alika hanya memutar mata jengah.
Alika berdecak kesal ketika pintu mobil tak bisa di buka.
“Woi!,” seru Alika.
“Gue punya nama.”
“Hubby,pliss bukain pintunya!,” Alika tersenyum paksa.
Dehan yang mendengar Alika memanggil dirinya dengan sebutan Hubby tersenyum tipis kemudian memencet kunci mobilnya.
“Ribet amat sih!,” Alika memasuki mobil.
Dalam perjalanan seperti biasa tak ada obrolan yang terjadi antara mereka.Hingga suara perut Alika membuat Dehan menyerngit.
“Lo belom makan?,” tanya Dehan.
__ADS_1
“Bukan urusan lo!,” jawab Alika ketus.
Dehan menepikan mobilnya di sebuah restoran.Sepertinya Alika masih marah dengannya.
“Ayo turun.Nanti lo sakit.”
“Gie nggak laper,” jawab Alika.Tetapi perutnya berkata lain dengan mulutnya.Suara perut Alika sangat nyaring.
“Yaudah,gue aja yang makan,” Dehan membuka pinty mobilnya .
“Eh,tunggu!ck,” Alika berdecak.Ia tak bisa menahan lapar,maagnya bisa kambuh, “Gue ikut!,” Alika mengesampingkan egonya.
“Yaudah ayo!,”ajak Dehan.
Dengan lahap Alika menyantap nasi goreng hingga tak tersisa.Nasi goreng millik Dehan bahkan belum separuhnya habis,tetapi milik Alika sudah tak bersisa.Dehan yang melihat itu menyodorkan miliknya.
“Nih,gue udah kenyang!.”
“Beneran?,” tanya Alika memastikan.Dehan pun mengangguk.
“Yaudah.Daripada mubazir!,” Alika memindahkan nasi goreng milik Alika ke piringnya dan melanjutkan aktivitas makannya.
.
“Emm,nanti temenin gue ke toko cincin yang kita datengin dulu ya!,” pinta Alika agak ragu.Ia sengaja mendatangi Dehan yang berada di taman depan rumah.
“Ngapain?,” tanya Dehan sibuk dengan laptop di pangkuannya.
“Cincin gue i-ilang!,” jawab Alika.
“Ilang??.”
“Gue nggak sengaja,” elak Alika.
Dehan berdecak. “Lo tau cincin itu nggak sembarang cincin kan?.”
“Iya gue tahu.Ya gimana lagi namanya juga nggak sengaja,” Alika cemberut.
“Yaudah lo cari aja dulu.Kalo beli gue masih belum mampu,lo tau kan gue masih magang,” Dehan memberi solusi.
“Emang berapa sih?, paling mahal juga sejuta?!,” protes Alika.
“Sejuta?,lo ngremehin cincin pemberian gue?eh maksudnya mas kawin gue?,” Dehan tak mau kalah.
“Yaudah sana pergi!,gue transfer 1 juta!,” kesal Dehan.
“Oke gue bakal beli sendiri!,” Alika beranjak.
Akhirnya Alika pergi dengan menggunakan ojol.
Keluar mall,Alika terlihat seperti Zombie.Tangannya dingin,matanya membulat,nafasnya pun tak beraturan.Dia masih tak percaya dengan harga cincin sederhana itu.
.
.
.
.
.
-
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak😍😘😗