
"HA?. "
"Apa Lo dah gila!," Sambung Alika.
"Lagipula udah kesebar kalo Lo itu pacar gue.Apalagi yang mau ditutupin?,'' Dehan sebenarnya memanfaatkan kesempatan ini agar Luna tak lagi mengganggunya.
''What?,lo gampang banget ngomongnya.Gue yang selama ini dapet masalah bukan lo!,'' sentak Alika.
''Ya kalo ada masalah tinggal kasih tau gue.''
Allika menghembuskan nafas kasar.
Malam pun tiba.Dehan sudah bersiap menggunakan kemeja berwarna putih dengan bawahan celana panjang berwarna hitam serta sepatu casual berwarna krem.Sedangkan Alika,Ia masih berada di kamarnya.
Dehan beberapa kali melirik jam tangan yang ada di tangannya.Hingga dari arah tangga terdengarlah langkah kaki yang membuatnya mendongak.Alika tampil anggun dengan gaun berwarna putih selutut dan rambutnya yang sengaja ia cepol asal.Hiasan wajahnya pun sangat sederhana.
Dehan tak berkedip,bukan karena terpesona tetapi karena rambut Alika yang menurutnya aneh dengan style gaun yang tadi ia berikan.
Alika yang melihat Dehan tak bekedip,tersenyum tipis.
''Kenapa?lo terpesona kan?,'' ucap Alika ketika sudah berhenti tepat di depan Dehan yang tak berkedip.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Dehan.Ia menjawabnya dengan gerakan tangan yang membuat Alika membelalakkan mata.Sekejap mata tangan Dehan bergerak ke arah rambut Alika dan menariknya hiongga Alika terpekik.
''Akhhh,rambut gue?!,'' Alika memegang kepalanya.Tarikan Dehan sungguh tak berperasaan.
''Eh,sorry...kekencengan ya??,'' Dehan dengan santai mengambil sisir kecil di sakunya dan mengambilalih rambut Alika untuk ia rombak.
''Eh...eh mau lo apain rambut gue?!!!,'' Alika mencoba menyingkirkan tangan Dehan dari kepalanya.
''Udah diem,'' saut Dehan.
Dengan terampil Dehan menata rambut Alika.Rambut cepol di kepala Alika sudah rapi,Dehan pun memasukkan kembali sisir kecil ke dalam saku celana.
Alika segera mengambil cermin kecil di tas kecilnya.
Tak heran jika Dehan begitu ahli dalam menata rambut.Ia sering sekali menata rambut adiknya,Selly ketika sang Bunda tak sempat merapikan rambutnya.
Mereka pn beranjak menuju mobil yang sudah siap di depan.
Setelah menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan mengendarai mobil,akhirnya mereka pun tiba di salah satu hotel di sana.Alika yang sebenarnya tak hafal daerah sana beberapa kali salah jalan hingga datang lebih lama.
''Tuh hotelnya!,'' saut Alika.
__ADS_1
"Yaampun kita udah lewat daerah sini 2 kali!,'' kesal Dehan.
''Masak sih??...ya nggak mungkinlah sistem nafigasi gue itu akurat.Lo aja kali yang galfok,'' sergah Alika.
Dehan memakirkan mobilnya di area hotel dan keluar dari mobil.Ia memilih mengalah daripada perdebatan diantara mereka semakin runyam.Kepalanya menoleh ke arah samping,dimana Alika belun turun dari mobil.Dengan langkah tegap,Ia menghampiri pintu mobil dan membukanya.
''Ayo masuk,'' ajak Dehan.
''Nggak jadi deh.Gue di sini aja.''
''Ayolah,kita cuman pacar pura-pura.Ini cuman sementara.Besok- besok lo putusin aja gue.''
Bukan pacar pura-pura tapi pacar sah.Nggak bisa putus.
''Iya-iya,'' Alika keluar dari mobil dan berjalan seirama dengan Dehan menuju tempat acara.
Di pintu masuk terdapat dua orang security yang sedang mengecek undangan yang di bawa para tamu.Dehan menggenggam tangan Alika dan mendekat.
''Ini undangan saya pak,'' ucap Dehan menyerahkan selembar kertas.
''Nona,dimana undangan anda?,'' secuity lainnya bertanya pada Alika yang nampaknya tak membawa undangan.
__ADS_1
...Dikit banget🐔...