Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Ucapan Elsya yang misterius


__ADS_3

Tak terasa kini Lenno dan juga Alika sudah sampai di rumah.Mobil tepat berhenti di garasi yang cukup luas.Disana juga berjajar rapi beberapa mobil milik keluarga Suhadra.


Alika membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya menjauhi garasi menuju pintu utama. Langkahnya terus bergerak memasuki rumah. Sesampainya di ruang keluarga,sama sekali Ia tak berhenti atau menoleh ke Sara dan juga Toni yang bersantai disana.Ia langsung beranjak menuju kamarnya.


Lenno yang berada tapat di belakang Alika menghampiri Mama Papanya terlebih dahulu.


''Lili masih marah sama kita pah.''Ucap Sara menoleh ke arah Toni.


''Nggak papa kok Mah,Lili cuman butuh waktu.''Tenang Toni.


''Kamu bujuk Lili ya no,jangan lama-lama cuekin kita!.''Pinta Sara.


''Tenang aja Mah,nanti Lenno coba bujuk Lili.''Mungkin semua ini sudah sejalan dengan takdir Alika.Lenno akan berusaha meyakinkan Lili untuk menerima paerjodohan ini.Karena mungkin dengan cara ini bisa memudahkannya dalam mencapai tujuan.


Malam pun tiba.Tak ada tanda-tanda kemunculan Alika dari kamarnya untuk turun kebawah,bergabung bersama memakan makanan yang tersaji di meja makan.


''Nanti makanan Lili biar Lenno aja yang nganterin Mah.Sekalian ngomong sama Lili.''Ucap Lenno disela-sela makan malam.


''Mama percaya sama kamu No.''Balas Sara berharap Alika tak mendiamkannya lebih lama lagi.


''Insyaallah Mah,Lenno akan berusaha.''


''Papa sudah ceritakan semuanya.Papa harap kamu bisa berbuat banyak untuk misi ini.''Ujar Toni.


''Iya Pah,Lenno akan ngelakuin apapun demi kebahagiaan dan keselamatan Lili.''Jawab Lenno penuh ambisi.


Setelah menyelesaikan makan malamnya Lenno mengambil nampan berisi makanan yang sebelumnya disiapkan Sara.Kakinya mulai melangkah dengan membawa nampan menuju lantai atas kamar alika.


Tok tok tok


Lenno mulai mengetuk pintu kamar Alika.Tak ada respon darinya.


''Li bukalah,gue nih!!''.Panggil Lenno.


''Kok diem sih?.Apa lo gantung diri???minum racun tikus??''.Ocehnya di depan pintu.


''Nggak gitu amat kali.Gue masih


waras!.''Protes Alika tiba-tiba membuka pintu.


''Kali aja lo frustasi.''


''Minggir gue mau masuk!.''Sambung Lenno menerobos masuk.


''Ngapain sih masuk segala.''


''Ck ck ck,Dasar jorok lu.Kamar apa kandang ayam sih??.''Lenno berdecak ketika matanya menangkap pemandangan yang mencemari penglihatannya.Buku yang berserakan,makanan ringan yang berceceran,bantal guling yang tergeletak di lantai,dan berbagai macam barang yang diletakkan tak beraturan.


''Gue kesini buat ngehibur lo sebagai kakak yang baik.''Ucap Lenno meletakkan nampan berisi makanan yang Ia bawa ke meja samping tempat tidur.


''Cih,sok baik!!.''Ejek Alika mendudukkan dirinya di pinngiran ranjang berdekatan dengan meja.Lalu Ia mengambil makanan yang dibawakan Lenno.


Lenno ikut mendudukkan dirinya disamping Alika.Ia hanya memandangi sang adik yang memakan makanan itu dengan lahap.

__ADS_1


''Jangan cuekin Mama Papa mulu lah,lo nggak kasian?.''Lenno membuka suara.


Alika seketika berhenti mengunyah.Lalu meletakkan piring di meja dengan kasar.


''Lo tau kan gue nggak siap buat ngejalanin hidup tanpa Mama Papa?.Gue nggak mau dewasa terlalu cepat,terus gue nggak punya waktu lebih lagi buat mereka bahagia.Kenapa lo nggak bantuin gmakana!.''Seru Alika berkaca-kaca.


''Bukannya gue nggak mau bantuin lo,tapi dengan cara ini juga Mama sama Papa juga bahagia.Tanpa lo harus susah-susah.Lo hanya harus ngejalanin semua dengan iklas.''


''Gue nggak suka sama Dehan,gue takut Dehan nggak bisa terima gue dan tinggalin gue buat cari kebahagiaan lain!.''Alika mengeluarkan uneg-unegnya memeluk kakaknya memukul-mukul bahu Lenno, tak kuasa menahan tangisnya.


Lenno membiarkan sang adik mengeluarkan semua keluh kesah dipelukannya.


''Gue nggak mau main-main sama penikahan,lo tahu kan penikahan satu kali seumur hidup!.''Sambung alika emosional.


"Iya,gue ngerti semua kekhawatiran lo,engak ada orang tua yang memilihkan sesuatu yang dapat menyusahkan anaknya,mana mungkin orang tua tak memikirkan kebahagiaan anaknya,semua orang tua mengharapkan yang terbaik untuk masa depan anaknya,tak ada orang tua yang membuat keputusan tanpa memikirkan apa yang baik untuk anaknya.Mungkin cara Mama Papa sedikit berbeda dengan orang tua pada umumnya.Tapi dibalik keputusan mereka pasti terselip berbagai macam harapan untuk kebahagiaan lo Li.Mereka rela melepas anak perempuannya secepat ini juga berat Li,tapi dengan cara inilah mereka bisa tersenyum ngeliat lo bahagia dan aman.''Jelas Lenno panjang lebar.


''Gimana kalo gue nggak bahagia?''.


''Jalanin dengan iklas dan berusaha menerima dengan lapang dada.Insyaallah semua masalah akan berlalu seperti angin.''Jawabnya meraih kedua bahu Alika,menegakkan tubuh adiknya.


''Dan dengan cara ini juga lo bisa move on sama mantan terindah lo!.''Ucap Lenno mencairkan suasana.


''Jangan nyenggol soal mantan dong,.''Alika memanyunkan bibirnya.


''Nih tisu!ingus lo keluar semua noh!!.''Seru Lenno melemparkan sekotak tisu ke arah Alika.Alika menangkap tisu dari Lenno kemudian mengelap wajahnya menggunakan tisu.


''Jangan balik ketuslah sama gue,kayak tadi aja.''Alika mulai seperti biasa.


''Dasar abang laknat!!.''Serunya.


Lenno tersenyum senang saat sudah di luar kamar Alika.Akhirnya usahanya untuk membujuk Alika berjalan lancar dan membuahkan hasil.


Keesokan harinya Alika yang tadinya mendiamkan Mama Papanya,kini sudah kembali ikut bergabung menikmati sarapan bersama.Walaupun masih tak mau berbicara,Sara sedikit lega karena putrinya itu mau ikut sarapan bersama.


''Lili berangkat dulu Mah,Pah. Assalamualaikum.''Pamit Alika bergantian mencium tangan Sara dan juga Toni.


''Bareng gue aja,sekalian mau ke perpustakaan kota.''Tawar Lenno berdiri kemudian menyusul Alika.


Dalam perjalanan tak ada pembicaraan diantara mereka.


''Nanti turunin di halte deket sekolah aja.''Ucap Alika membuka suara.


''Oke.''Jawab Lenno singkat.


Lenno menghentikan mobilnya tepat di depan halte.Alika melepas sabuk pengaman yang melingkar ditubuhnya kemudian meraih pegangan pintu mobil dan didoronglah perlahan.Setelah memastikan keadaan aman,Ia turun dari mobil dengan cepat agar tak ada orang yang melihat.


Perlahan Ia mulai berjalan mendekati sekolahnya.Nampak sudah banyak siswa yang mulai memasuki pintu gerbang.


''Hei Li!.Sapa Elsya menyamakan langkahnya.Alika langsung menundukkan kepalanya saat tahu itu Elsya.


''Kenapa Li?.''Elsya heran dengan tingkah Alika.


''Gue udah tau soal lo,Mala yang ceritain.''Jawabnya.

__ADS_1


''Oh soal itu,maaf ya gue nggak bermaksud kepoin privasi lo,tapi gue bisa jaga rahasia kok.''


''Iya gue tau,tapi gue jadi nggak tenang aja.''Jawab Alika jujur.


''Gue bisa jaga rahasia semua orang.Lo tenang aja!.''Elsya meyakinkan Alika.


''Lo bisa lihat hantu?.''Tanya Alika polos.


Elsya mengangguk.''Iya.''


''Teruss lo punya temen hantu gitu?.''Alika penasaran.


''Iya.''


''Aishhh,gue jadi merinding.''Alika bergidik.


''Gue punya sesuatu yang perlu gue sampein sama lo.Tapi gue belum dapet izin buat nyampein.''


''Maksud lo?.''Alika bingung.


''Gue belum bisa cerita sekarang tapi gue akan cari tau dulu.''


''Serah lo dah,gue bakal dengerin cerita lo nanti.''Alika menampilkan senyumnya.Elsya pun ikut tersenyum ke arah Alika.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan vote.....

__ADS_1


__ADS_2