Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
Mantan


__ADS_3

Menjelang malam,Rey dan Mala pun berpamitan untuk pulang.Kini tinggal Dehan dan Alika yang tak saling bertegur sapa setelah kejadian tadi.


"Beresin tuh buku!,'' suruh Dehan.


"Bi,tolong nanti beresin ya!,'' teriak Alika.


Dehan berdecak.


"Lo bisa beresin kan?,'' tanya Dehan.


"Buat apa punya pembantu banyak?ya inilah kerjaannya," saut Alika beranjak menuju kamarnya.


Dehan yang sangat risih dengan buku-buku yang berserakan pun memutuskan untuk ikut ke kamar karena Bi Sari mulai membersihkan dan juga merapikan buku-buku di lantai.


Dehan membuka knop pintu kamarnya.Tetapi niatnya itu terhenti ketika melihat pintu kamar Alika yang terbuka.Ia tersenyum licik.


Jam weker berbunyi keras.Alika yang merasa terganggu dengan bunyi nyaringnya pun terbangun kemudian mematikan jam weker itu.Dia kembali merenahkan tubuhnya.


"Tunggu.tadi jam 7?....Akhh nggak mungkin.....tapi...," Alika langsung terbangun dan mengambil jam wekernya lagi.


"What?,kenapa nggak ada yang bangunin gue?,'' Alika tersentak kemudian langsung berlari ke kamar mandi.


Dengan tergesa-gesa ia mengambil seragam dan langsung berlari mencari sepatu dan kaus kakinya.


"Bi,sepatu Lili dimana ya?,'' teriak Alika dari arah tangga.Bi Sari yang kebetulan ada di dapur pun kaget dengan teriakan Alika.


"Masih di belakang Non!.''


Alika langsung berlari dan asal ambil sepatu dan juga kaus kaki yang ada di rak samping mesin cuci.


"Non Lili mau berangkat sekarang?,'' tanya Bi Sari yang heran melihat Alika yang sudah siap dan sepertinya terburu-buru padahal masih jam 06.00.


"Iya Bi udah telat!,'' teriak Alika berlari menuju pintu keluar.


"Tapi Non....."


"Assalamualaikum Bi,Lili berangkat!,'' daut li dari luar.


"Hlo,Non berangkat sekarang?,'' heran Pak Tirto.


"Iya Pak," jawab Alika tergesa-gesa bahkan dia asal memakai sepatu dan pergi begitu saja.


"Saya siapin dulu mobilnya Non,'' Pak Tirto berbalik cepat.


"Nggak usah Pak,saya udah pesen ojek online biar cepet nyampenya!,'' tutur Alika menghentikan langkah Pak Tirto.Pak Tirto hanya memandang heran majikannya itu yang tak seperti biasanya berangkat sepagi ini.


Alika langsung naik karena ia sudah tau jika ojek inilah yang pasti ia pesan tadi.

__ADS_1


"Berangkat Bang,cepet ya!,'' Alika langsung menyerobot helm yang disodorkan Abang ojeknya.


"Kemana neng buru-buru amat?,'' tanya Abang Ojek.


"Jalan aja deh Bang saya udah telat nih!,'' saut Alika.


"Okelah," jawab Abang ojek.


"Masih pagi juga,'' batin sang Ojol.


Mereka pun beranjak.


"Bang,cepet dikit ngapa?. Dah siang nih!."


"Iya-iya neng masih jam segini juga!,'' saut Ojol.


"Udah telat banget nih!."


"Iya nengg," kesal sang ojol karena penumpangnya ini sangatlah menjengkelkan.


Disisi lain Dehan yang mendengar keributan dari arah kamar Alika hanya tersenyum penuh kemenangan.Dia mengingat kembali jika semalam ia sengaja masuk ke kamar Alika untuk mereset jam weker Alika.Dia tak yakin jika rencananya ini akan berhasil.Mengngat Alika yang setiap hari selalu tak mengindahkan jam weker yang berbunyi.Setiap pagi dia harus turun tangan untuk membangunkan Alika agar tak keblablasan.


Setelah Alika berangkat Dehan pun kemuar kamarnya menuju lantai bawah.


"Lilinya belom bangun ya Bi?,'' tanya Dehan sedikit berbasa-basi sambil mendudukkan diri di meja makan.Dia mengambil roti dan mengoleskan selai kemuadian memakannya.


"Iya Den,tumben non Lili berangkat pagi banget!,'' jawab Bi Sari yang sibuk mengepel lantai.


"Pasti ini kerjaannya Den Dehan kan!,'' tebak Bi Sari terlekeh


"Biarin Bi.Sekali-kali dikasih pelajaran!.Biar nggak sembrono!,'' saut Dehan penuh kemenangan sambil memasukkan sarapan ke mulutnya.


Selesai sarapan,Dehan yang masih menggunakan sendal jepit pun ingat jika ia belum memakai sepatu dan juga dasi.


"Bi,sepatu Dehan dimana ya?,'' tanya Dehan.


"Oh,itu dirak samping mesin cuci Den,belum sempet naruh di kamarnya Aden!,'' jawab Bi Sari.


Dehan pun langsung beranjak menuju belakang.


Dia mendudukkan diri di kursi samping jemuran dan mulai memakai kaus kakinya.Setelah berhasil memakai kaus kaki,ia pun beralih memakai sepatunya.Kini tinggal sepatu kirinya yang belum terpakai.Ketika Ia memasukkan kakinya,ada yang aneh.Kakinya tak kunjung masuk walaupun ia memaksa kakinya agar masuk.Merasa ada yang ganjil,ia pun melepas dan memadupadankan dengan sepatu kanannya yang sudah ia pakai.Benar dugaannya.Ini bukan sepatunya.Pasti Alika salah ambil karena sepatunya sama tetapi berbeda ukuran.


Dehan menaruh kembali sepatu itu.


"Bi,sepatu yang kemarin mana ya?,'' tanya Dehan.


"Owh,sepatu yang kemaren masih belum kering masih di jemuran!,'' jawab Bi Sari.

__ADS_1


"Emang kenapa Den?."


"Sepatu saya dibawa Lili sebelah Bi," jawab Dehan kesal.


"Eh Den Dehan belum berangkat?.Kebetulan banget.Ini tadi HP nya Non Lili ketinggalan." Bi Dewi datang membawa ponsel Alika.


"Biar saya yang bawa Bi."


Bi Dewi pun memberikan ponsel Alika kepada Dehan.


Dehan mendengus kesal ketika dasinya juga ikut tertukar dengan milik Alika.


"Maaf Den,seharusnya saya beresin seragamnya tapi Non Alikanya yang kepagian jadi saya nggak sempet beresinnya," ujar Bi Sari.


"Udah nggak papa Bi lagian ini juga salah saya juga."


"Kalo gitu saya berangkat dulu Bi."


"Terus Den Dehan pake apa?,'' Bi Sari memandang kaki Dehan yang masih menggunakan sendal jepit.


"Ya gimana lagi Bi," jawab Dehan sambil memandang sendal jepitnya.


.


Alika tercengang ketika gerbang sekolahnya masih terbuka lebar.Dia berdiri tepat di depan gerbang.


"Neng,helmnya?,'' Alika tersadar ketika ojol yang mengantarnya membuka suara.


Alika langsung melepaskan helmnya dan merogoh sakunya.Matanya membulat,tangannya beberapa kali keluar masuk saku mencari uang untuk membayar ojol.


"Hehe,boleh ngutang nggak Bang?,'' saut Alika menggaruk ceruk lehernya yang tak gatal.


"Neng becanda?.Masak ngutang sih?."Ojol itu tampak kesal.Sepagi ini ia mendapat kesialan mendapat penumpang yang banyak maunya dan tak mau bayar lagi.


"Berapa Bang?,'' saut seseorang.Alika memandang ke atas melihat seseorang yang ada di sampingnya.


"30 ribu."


"Ini ambil aja kembaliannya!,'' jawabnya memberikan uang pecahan 50.000.


"Makasih,lain kali kalo nggak punya uang suruh pacarnya jemput aja.Nggak usah nyusahin pejuang jalanan kayak saya!,'' tutur Sang ojol menghidupkan mesin motornya.


"Aishhh,pak dia bukan pacar saya!!,'' sangkal Alika pada ojol yang sudah beranjak bergabung dengan pengendara lain.


"Mantan pacar kan?,'' seseorang mengoreksi ucapan Alika dengan senyum yang memikat mata.


...Gimana?...

__ADS_1


...Mau up rutin nggak nih...


...spam komen & likenya,oke!...


__ADS_2