Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)

Tiba-tiba Nikah SMA (ON GOING)
2 pilihan


__ADS_3

Perlahan Alika membuka matanya.Tentu saja Dehan yang melihat itu langsung tersenyum.


"Li,ini gue Dehan," ucapnya sembari mengelus telapak tangan Alika.


Tak lama senyum itu hilang ketika rait wajah Alila merubah ketakutan.


"Akhhh,gue mau pulang!" Alika berteriak sembari memegangi kepalanya.


"Gelap,kenapa di sini gelap?!!" padahal diruangan ini sangat terang.


Dehan berkaca-kaca melihat keadaan Alika.


Tanpa peduli bagaimana Alika menepis tangannya,Dehan memeluk Alika hingga Alika memberontak.


"HAH!PERGI!LO YANG PUKULIN GUE!" Alika terus memberontak.


"Sayang ini suami lo,tenang ya," Dehan masih memeluk Alika.


Tak lama datanglah perawat dan dokter Letha ke sana karena Dehan sempat menekan tombol darurat tadi.


Dokter Letha dengan sigap menyuntikkan obat penenang untuk Alika.

__ADS_1


"Kenapa Lili bisa begitu Dok?" tanya Dehan sembari mengusap wajah kasar antara khawatir dan takut.


"Mental dia tidak baik-baik saja.Ada trauma yang melekat pada pikiran dan hatinya," Dokter Letha menghela nafas.


"Terus gimana kita bisa sembuhin dia dok?ada caranya kan?" tanya Dehan.


"Ada dua pilihan yang bisa kita pilih yaitu melakukan terapi tanpa menghapus ingatan dan terapi menghapus ingatan," terang Dokter Letha.


Dehan nampak berfikir,ia bingung.


Seakan tahu,dokter Letha kembali bersuara. "Saya tahu hal paling mudah dalam pengobatan para pasien saya adalah memilih menghapus ingatan. Itu adalah pilihan terbaik menurut mereka.Terapi ini tak bertahan lama.Saya sudah banyak melihat dan mempelajarinya bahwa menghapus ingatan bukanlah opsi yang paling baik.Dan ini terjadi pada Alika.Ketika mengalami hal yang memicu de javu maka inilah yang terjadi."


"Maksudnya lebih baik kita tidak menghapus ingatan Lili?gimana mungkin?dia buka mata aja udah kek gitu,terus kita apain dia?" ucap Dehan.


Dehan terdiam.Ia masih ragu.Disisi lain ia tak sanggup untuk melihat Alika menderita dan di sisi lain ada cara cepat yang bukan pilihan terbaik.Ia ingin yang terbaik untuk Alika.


"Saya hanya memberikan saran pada anda sebagai dokter dan yang tahu mekanisme terapi ini.Selebihnya saya serahkan keputusan pada anda dan keluarga selaku anggota keluarga dari pasien,terimakasih," Dokter Letha pergi dari ruangan meninggalkan Dehan di sana.


Dehan menatap sayu Alika.Ia tak tahu kedepannya akan seperti apa.Ia hanya akan berdoa untuk Kesenmbuhan istrinya itu.Ia akan melakukan segala cara untuk menghilangkan luka masa lalu Alika.


"Jangan lama-lama ya sakitnya.Jangan buat gue khawatir," ucap Dehan mengelus dan mencium tangan Alika.

__ADS_1


Brakkk


pintu terbuka menampilkan Mala dan Rega di sana.


Mala terlihat menyeka ingus dihidungnya karena menangis.Sedangkan Rega terlihat santai sembari menenteng buah.


"Sstttt,malu-maluin," gumam Rega melirik malas pacarnya yang seperti anak tk yang tidak mau ditinggal pulang.Ya tapi gimana kok Rega malah tambah gemesss ih.


"Bucin banget sih gue," gumam Rega pelan.


"Apa?lo abis ngatain gue kan?!" sentak Mala.Telinga bolot Mala sedikit mendengarkan Rega.Tak terlalu mendengar.Tetapi jiwa-jiwa tak terimanya meledak.


Rega membelalak.Kemudian menggeleng-gelengkan kapala.


"Gue apa?cengeng kek bayi maksud lo?ingus gue asin?apa gue jelek kek babi?" Cerocos Mala.


"Ingus kan emang asin," jawab Rega spontan," sepersekian detik Rega melotot.Mala pasti akan mengamok.


"Diem atau gue usir."


Belum juga Mala mengeluarkan kata umpatan,suara berat Dehan mengintimidasi mereka.Mereka menyengir lebar.

__ADS_1


...maaf kalo typo belum sempet revisi...


__ADS_2