Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Tegakah Aku?


__ADS_3

Ia lekas keluar dari ruangan Tuan Wishnu setelah melihat sebentar keadaan Wishnu yang lemah di atas ranjang.


Namun sakitnya lagi, dalam keadaan lemah dan tak sadarkan diri, ia tetap diikat kedua tangan dan kedua kakinya, membuat keadaan bertambah menyedihkan.


Ashkan tak tahu harus bagaimana. Bagaimana cara menjelaskan pada Valesha nanti jika wanita itu mempertanyakannya, bagaimana cara agar Tuan Wishnu tidak selalu merasa tersiksa semacam ini.


Huhh!


Dia membuang nafasnya dengan sangat kasar. Nyatanya hatinya yang kacau pun masih saja membuat wajah tampannya tertekuk ke bawah, dan menyebabkan wajah itu tertutup kelambu hitam.


Bagaimana caraku mengatakan semuanya nanti pada kakak ipar? aku bahkan tidak sanggup membayangkan betapa hatinya yang teramat sedih saat dia melihat ayahnya diperlakukan dengan cara yang amat menyedihkan seperti ini.


Tak lama setelah dia bergumam di dalam hati kecilnya, mendadak langkah kaki dua orang dari arah samping kanannya mengejutkannya.


Dua pasang kaki milik Axelo dan Valesha yang jauh lebih hangat dibanding sebelumnya sebelum kejadian dewasa itu terjadi. Entah mengapa Ashkan begitu senang melihat sepasang suami istri ini menampakkan raut wajah yang sedikit berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Agaknya sebentar lagi akan ada kemajuan untuk hubungan Axelo dan Valesha.


"Ashkan, apa kau sedari tadi menunggu ayahku di sini?" tanya Valesha bahkan sebelum langkah kakinya sampai di sisi Ashkan.


Ashkan hanya bisa membuang wajahnya dengan gugup. Bagaimana tidak, dia baru saja memikirkan bagaimana kiranya membuat Valesha tidak bertambah tekanan saat melihat kondisi ayahnya yang seperti itu, dan sekarang belum juga genap satu menit dia selesai berpikir, mendadak dari arah samping wanita itu datang mengejutkan dirinya.


"Um, i-iya." Wajah memerah sebab gugup, "aku hanya keluar sebentar tadi."


"Baguslah, apa ayahku sudah sadar? apa dokter sudah berhasil menangani ayah?" tanya Valesha harap-harap cemas.


Valesha yang terkejut pun dibuat diam oleh tingkah laku Ashkan padanya. Rasa bingung yang bercampur bersama dengan ribuan tanda tanya mengikat hati Valesha yang baru saja mekar sehabis bercinta.


Tak hanya Valesha, Axelo pun dibuat tertegun dengan sikap adik kandungnya pada sang istri. Ia bahkan tak menduga kalau Ashkan sudah begitu berani memegang tangan istrinya. Mendadak dia jadi kesal.


"Um? ada apa, Ashkan?" tanya Valesha pada adik ipar.

__ADS_1


Di sisi lain, tampak wajah Ashkan yang berselimut keraguan. Entah mengapa dia jadi tak tega membayangkan ekspresi apa yang nantinya akan ditunjukkan oleh Valesha saat melihat sang ayah.


Ia pun sejenak diam, sampai akhirnya dia berhasil mengambil sebuah keputusan, "huhh! untuk sementara, tidak ada yang boleh masuk ke dalam," ucap Ashkan.


Valesha tersentak mendengar perkataan dari Ashkan barusan. Wanita itu lekas menutup mulutnya dengan salah satu tangannya seolah tak begitu percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Ashkan.


"Apa? apa maksud kamu?"


"Virus di tubuh ayah kamu sudah bermutasi jauh lebih parah, takutnya virus itu menular, jadi dokter menyarankan untuk tidak ada orang yang masuk kecuali tim medis." Ucap Ashkan seketika membuat hati Valesha merontok.


Ambruklah dia dengan lemas jatuh menimpa kursi tunggu yang telah disediakan oleh rumah sakit. Tak hanya Valesha yang merasa tak puas dengan perkataan Ashkan barusan, Axelo pun tampaknya jauh lebih mengerti kalau sang adik tengah menyembunyikan sesuatu.


Axelo tak mengalihkan pandangan matanya dari Ashkan, dan terus memandangi wajah adiknya itu dengan tatapan anehnya. Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya dia pun mulai mendapat respon dari Ashkan, melalui balasan kode pada mata elang milik adiknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2