Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Keluar Malam


__ADS_3

Sssssssshhhhhh


Suara deburan ombak bercampur dengan angin yang sangat dingin dan menusuk mulai terdengar dengan kencang pada telinga Valesha.


Wanita itu mulai melangkah keluar dari kapal pesiar dengan mengenakan baju menerawang yang sangat tipis dan agaknya juga sangat dingin. Di malam hari yang dingin seperti ini, apalagi dengan sensasi di tengah lautan lepas, dengan ombak yang tak begitu tinggi, juga dengan sapuan angin malam yang sangat menusuk.


Seharusnya dia agak kedinginan, bukan seharusnya lagi, dia memang merasa kedinginan untuk saat ini. Tapi entah mengapa dia tetap saja ngeyel pergi keluar hanya untuk sekedar menikmati suasana malam di tengah lautan lepas, dan salah satu alasannya dia keluar memang karena dia juga ingin menghindari Axelo.


Ngomong-ngomong soal pria itu, Axelo masih tertidur dengan lelap di dalam kamar yang disewa sore tadi. Dia sangat nyaman menikmati berbagai fasilitas yang memang terbilang mewah di sini. Entah harus merogoh kocek berapa untuk bisa menyewa satu kamar di sini, yang pasti Axelo pasti memiliki banyak uang sampai dia bisa mengendalikan segalanya.


Dia tak memikirkan Axelo lagi. Sudah cukup dia melayani pria itu sejak sore menjelang malam, dan sekujur tubuhnya serasa mau remuk dibuatnya.


Ia semakin mengarahkan dirinya keluar kapal, menikmati suasana malam yang sangat dingin, menghembuskan nafasnya dengan lega, lalu tersenyum senang.


Rasanya dia telah bebas. Entahlah, mungkin dia hanya sekedar ingin terbebas dari banyak hal. Karena itulah dia merasa sangat senang bisa menikmati hidup dalam kesendirian tanpa sosok Axelo, ya, meski itu hanya akan terjadi dalam masa yang sesaat saja.


*Aku ingin bebas, terbang dengan kedua sayap ku yang telah terpotong, ya, sayang sekali bukan*..


*Tak hanya sayap ku yang terpotong, sekarang aku bahkan hanya bisa berdiam dan mengurung diri dalam sangkar yang aku pilih untuk diriku sendiri, dan tahukah kalian? hal itu sangatlah menyiksaku*.


*Aku tak butuh hal lain, hanya sedikit kebebasan yang sangat aku dambakan, apa itu salah*?


Sementara di dalam kamar, Axelo mulai bergeming dari tidurnya yang nyenyak. Ponselnya berdering sangat keras, memekakkan kedua telinganya, dan hal itulah yang harus membuat dirinya terbangun dari tidurnya.


Ia bangun dari posisi berbaring, dan kemudian menatap layar ponselnya yang sudah tertera nama Ashkan di sana dengan sangat jelas dan juga amat nyata. Entah apa yang membuat pria muda itu menghubungi dirinya tengah malam begini.


Bukan karena apa, dia bahkan baru saja melepaskan rasa penat pada sekujur tubuhnya sehabis bercinta dengan istrinya, berbulan madu dan menghabiskan setengah malam ini dengan sangat manis dan dipenuhi oleh madu.


Namun Ashkan selalu menghubungi pada saat keadaan genting. Dan agaknya Ashkan juga punya sebuah kejutan yang harus membuat dirinya menghubungi Axelo meski ini sudah tengah malam.


Bip!

__ADS_1


Dengan kedua mata yang belum terbuka sempurna, Axelo pun mengangkat panggilan dari Ashkan, dan mencoba menoleh ke samping.


Kasur tempat istrinya terbaring sudah kosong..


*Kemana dia pergi*?


Gumamnya dalam hati sambil kedua matanya yang berkeliling mencari keberadaan istrinya. Sayang sekali dia tidak menemukan siapapun di sana..


"*Hallo, kakak*?" panggil Ashkan pada sang kakak memulai lebih dahulu..


"Ya? kenapa menghubungi aku tengah malam?" tanya Axelo sambil bangkit dari duduknya, dan bergerak menuju ke arah jendela kaca yang mengarah langsung pada hamparan air laut yang luas dan juga gelap tidak terkena sinar matahari sama sekali.


"*Kak? kau sudah melihat berita di ponsel kamu? aku pikir aku salah melihat, tapi itu benar kakak ipar*."


Ucap Ashkan pada Axelo terdengar begitu risau di seberang sana. Agaknya dia sedang sibuk mencari sesuatu, entahlah.


"Um? aku belum lihat apapun."


Ucapan dari mulutnya dia tujukan untuk Ashkan, tapi sayang sekali, otaknya malah berputar mencari objek lain yang masih belum juga dia dapatkan keberadaannya.


Srek!


Dan aktivitas nya itu justru membuat suara yang sangat khas terdengar pada telinga.


"*Ayolah, kakak! kau harus memeriksanya, mengapa aku melihat kakak ipar dengan pria lain? apa sebelum dia menikah denganmu, dia ada mengenal seorang pria*?"


Tanya Ashkan terdengar mulai kesal. Agaknya dia sangat serius menantikan jawaban dari sang kakak, namun sang kakak malah lebih sibuk dengan istri kecilnya, yang kini terlihat berada di luar.


Axelo miringkan senyumnya, sesaat setalah dia melihat sosok kecil dan mungil dengan rambut yang terurai indah, tertiup oleh angin, dengan pakaian yang sedikit menganggu matanya.


Dia menciutkan senyuman di bibirnya, setalah menyadari pakaian yang saat itu Valesha kenakan sungguh sangat terbuka. Tubuh itu pasti akan dengan mudahnya menggoda pria manapun yang tak sengaja melihatnya. Dan dia tidak suka hal itu.

__ADS_1


Melihat penampilan dari istri kecilnya itu sontak dia tidak mendengarkan apapun ucapan dari Ashkan barusan. Soal pria yang entah siapa itu dalam foto Valesha, dan kemudian soal pemberitaan di media tentang Valesha, dia tidak tahu apapun.


Dia hanya terlihat menyambar selimut tebal berwarna putih yang berserakan di atas kasur, dan kemudian membawanya keluar menuju ke arah istrinya.


Ponselnya dia letakkan di atas nakas, dia bahkan meninggalkan panggilannya dengan sang adik, membuat adiknya terdengar mengoceh seorang diri di seberang.


"*Hei, kak! kau masih ada di sana? jawab aku! sialan*!"


Bip!


Mungkin karena kesal, Ashkan pun terlihat mengakhiri panggilannya pada sang kakak. Tidak dipedulikan itu rasanya memang sakit.


Dia malah tertuju ke arah Valesha, dan kemudian terlihat membalutkan selimut ke sekujur tubuh Valesha dari arah belakang.


Membalutkan selimut.


Sang wanita tertegun.


Membulatkan kedua matanya, dan mendapati pelukan hangat dari Axelo untuknya.


"Um?"


Dengusan nafas Axelo terasa sampai ke urat nadinya, apalagi saat wajah pria itu dibenamkan dalam ceruk lehernya, dan kemudian memainkan lidahnya di sana, rasanya sekujur tubuh Valesha meremang.


*Pria ini benar-benar*..


"Axelo!" panggil Valesha ingin mencegat pria itu sebisa dia.


"Jangan keluar malam-malam seorang diri, apalagi dengan pakaian seperti ini," busuk pelan Axeli pada telinga Valesha, dan bisikan itu sedikit menggunakan irama menggoda, "aku tidak mau orang lain melihat tubuh kamu." Sambung Axelo masih dengan sangat lirih.


Mendengar celetuk dari Axelo, Valesha menjadi diam, tidak tahu harus bagaimana dia berekspresi, karena dia juga tidak tahu mengapa Axelo sekarang jauh berbeda dibanding dengan malam-malam sebelumnya saat mereka masih menjadi pengantin baru.

__ADS_1


Pria ini seolah sangat peduli terhadap dirinya, selalu cemas dan tidak pernah berhenti untuk merasa cemburu. Apa mungkin Axelo sudah jatuh cinta? atau dia hanya menggunakan cara seperti ini untuk membalas dendam?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2