Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Armei


__ADS_3

"Hallo! apa semuanya berjalan sesuai dengan rencana?" tanya Sheilin selepas berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan.


"*Tenang saja! aku sudah berhasil menyuntikkan virus itu lagi ke tubuh Tuan Wishnu Fotham! sementara, semua dokter juga tidak bisa bertindak lebih jauh lagi! aku melihat Profesor Chan yang langsung dipanggil dari luar kota hanya untuk meneliti sel darah Tuan Wishnu Fotham, tapi aku yakin, mereka tidak akan bisa melakukan apapun, virus yang aku suntikkan sangat banyak, dan cukup untuk membunuh seseorang dalam waktu empat jam, sekarang sudah tiga jam semenjak aku menyuntikkan virusnya, dan aku yakin tak lama lagi, kita akan mendengar berita kematian Tuan Wishnu Fotham di berita televisi*!"


Seseorang menjawab dengan sangat gembira. Sama seperti pria di seberang yang menjawab pertanyaan darinya dengan sangat puas, Sheilin pun menjadi begitu puas manakala mendengar perkataan dari rekan kerja samanya tersebut.


"Heng! baguslah, tidak sia-sia seluruh tubuhku terasa remuk kalau bisa mendengar berita menyenangkan seperti ini!"


Ucap Sheilin sembari masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada seorang wanita dan seorang pria yang tengah terduduk di jok kemudi.


"Baiklah! awasi rumah sakit tanpa ada yang terlewat sedikit saja! aku tidak mau rencana yang sudah kita susun matang-matang ini hanya akan berakhir pada kegagalan!"


Bip!

__ADS_1


"Huff!!"


Dia langsung membuang nafasnya dengan lega. Selanjutnya, tampak seorang pria di jok depan mengulurkan handuk basah ke arahnya, dan kemudian meminta dia untuk mengelap darah yang keluar mengucur dari pelipisnya.


Ia memang harus terluka karena sebelumnya, sebelum dia berhasil mengeluarkan diri dari tempat penyekapan tersebut, dia harus terlebih dulu menghabisi beberapa pria yang mengandalkan pistol di tangan mereka.


Sementara dia dengan bodohnya melupakan senjata tersebut sebelum berangkat menjebak Axelo.


Dan akibat kecerobohan dia tersebut, ia pun pada akhirnya harus mengalami beberapa luka di bagian wajahnya.


Wanita yang terduduk di sampingnya tampak menyunggingkan senyuman di bibirnya. Dia terduduk begitu tenang saat Sheilin mengatakan hal tersebut padanya.


Meski begitu, sikap wanita ini sama sekali tidak bisa ditebak. Bagaimanapun, dia juga menyimpan terlalu banyak rahasia dan kebohongan. Lalu jika begitu, apa dia masih harus Sheilin percaya? atau memang, Sheilin terlalu bodoh tidak bisa menyadari hal tersebut?

__ADS_1


"Kau benar! kita hanya harus satu langkah lebih maju lagi, sementara Wishnu Fotham ada di rumah sakit dan tidak bisa mengurus perusahaan, maka kita bisa mengambil semua berkas aset-asetnya dan aset-aset mendiang istrinya! bagaimanapun juga, aku sudah mengorbankan Aeslen dalam rencana ini, aku juga sudah mengorbankan banyak otak untuk merebut semua yang kita inginkan, dan ini adalah akhirnya, kita hanya harus segera mengambil semua tujuan kita, dan menyingkirkan sisa-sisa kotoran yang menghalangi jalan kita berdua!"


Jawaban Armei sama sekali tidak tertebak. Rupanya dialah yang menjadi dalang dibalik semua yang terjadi beberapa tahun silam.


"Dan jangan lupakan bagian kami juga, Nyonya!"


Seorang pria yang berkata dari jok kemudi depan.


"Heng! Tenang saja, andaikata aku membagi pada seluruh dunia pun, aku masih menyisakan banyak untuk diriku sendiri!!"


Menyunggingkan senyum picik.


Pikir sendiri saja, apa pantas kalian mengharap semua uangku? dasar miskin!

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2