Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Aku Harap Ini Hanyalah Mimpi


__ADS_3

Satu.. dua.. tiga..


Tidak ada reaksi apapun dari sang ayah. Padahal alat kejut itu sudah sangat tinggi tegangannya, namun semua itu masih belum cukup untuk menyelamatkan nyawa Wishnu.


Di luar ruangan, tampak Valesha yang terus menggigit jari jemarinya dengan risau. Bersama dengan Geshka di sampingnya, dipeluk erat oleh Geshka tubuhnya yang menggigil ketakutan.


Baru kali ini dia mengalami ketakutan yang begitu hebat dalam hidupnya.


Langkah kaki sepasang kakak beradik tampak mendekat ke arahnya, dengan kondisi muka yang sama-sama benyok, bahkan sudah tidak kelihatan betul lagi bagaimana posisinya.


Meski begitu, pertengkaran mereka berdua pagi hari tadi ternyata tidak membuat keduanya bermusuhan lama. Tidak betah rasanya terus bermusuhan di dalam rumah yang mereka tinggali berdua.


Sekarang tampak Axelo yang langsung mendekap sang istri dan seolah-olah merebut istrinya dari pelukan Geshka.


Ada rasa yang sangat kesal memang di hati Geshka. Namun apa semua itu begitu penting untuk dibicarakan sekarang?


Mengingat situasi yang sudah semakin kacau, ditambah lagi Wishnu Fotham yang kemungkinan besar tidak dapat tertolong lagi.

__ADS_1


"Tenanglah, jangan menangis, kasihanilah kedua matamu.." Ucap Axelo dengan lirih, sembari mengusap kecil rambut sang istri.


Namun si wanita malah memberontak, mendorong dengan keras dada suaminya, hingga lepaslah pelukan Axelo pada tubuhnya tersebut.


"Lepaskan aku! dasar pembohong!!"


Ucapan Valesha barusan lantas membuat semua orang merasa heran. Bagaimana tidak, Valesha yang semula seperti kain kusut dan begitu lemah, secara mendadak memiliki kekuatan yang entah hadir darimana, dan kekuatan itu sertamerta langsung menjatuhkan Axelo.


"Dasar pembohong! aku tahu kau yang sengaja melakukan semua ini! aku tahu kaulah orangnya! kaulah yang sudah mengirim seseorang untuk membunuh ayahku! mana mungkin seorang dokter gadungan bisa seenaknya masuk ke ruangan ayah, sedangkan di luar banyak anak buahmu yang cerdik dan tidak bisa dibohongi! sudah cukup semua ini, sudah cukup kau membalas kesakitan di masa lalu, yang sebenarnya bukanlah ulah dari ayahku! cukup bagimu menyakiti keluarga kecilku! mulai sekarang, kita sudah bukan lagi suami istri!!"


Jelger!!!


Keputusan yang entah mengapa dengan mudahnya diucapkan oleh Valesha, bahkan tanpa berpikir apakah ia akan menyesal di kemudian hari, atau tidak.


Ingin sekali Axelo memberi penjelasan pada sang istri mengenai semua hal yang sebenarnya ia sendiri tak tahu apapun.


Namun puncak kemarahan dari istrinya, yang kemudian membuat sepasang bibir manis Valesha mengucap salam perpisahan, membuat Axelo tak berdaya. Jangankan untuk mencegat istrinya sendiri, bahkan bernafas pun rasanya ia sudah tak punya kesanggupan.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, hadirlah rombongan dokter-dokter terbaik dari dalam ruangan Wishnu Fotham. Semua orang diluar langsung menoleh dan mencegat para dokter tersebut, terutama pada salah satu di antaranya, adalah ketua dari perserikatan dokter-dokter di rumah sakit tersebut.


"Dokter?"


"Maaf, Nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuan Wishnu..."


Jleger!!


Dan petir menyambar untuk yang kedua kalinya, mencambuk hati kecil Valesha, hingga semuanya seolah hancur luluh tiada lagi tersisa.


Rasa tak percaya sempat menghantui Valesha atas berita kematian tersebut, bahkan setelah di hari pemakaman yang dilakukan esok harinya, ia masih saja kebingungan seperti orang linglung.


Benarkah ini?


Apa semuanya hanyalah sebatas mimpi belaka?


Semoga saja semuanya tidaklah benar..

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2