Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Pembohong!


__ADS_3

Ia benar-benar suka menipu diri sendiri. Benar-benar lemah dan tak berdaya hanya dengan sentuhan dan rayuan halus yang membelai tubuhnya, dia langsung terjatuh dan terperangkap dalam indahnya membalut surga di tengah-tengah kebencian yang melanda hatinya dengan dalam, begitu dalam.


Kebencian yang ia rasakan sebelumnya, kekesalan dan kekecewaan itu, pada akhirnya sekarang hanya harus bungkam bersamaan dengan tubuhnya yang dengan rela dia lepas untuk memberi pelayanan memuaskan pada pria yang ia sendiri begitu membencinya.


Sungguh pembohong besar. Penipu yang bahkan bukan menipu orang lain, tapi menipu dirinya sendiri. Pantaskah dia menganggap suaminya jahat dan kejam, sementara dirinya sendiri juga tak mampu membenarkan kebencian dalam hati kecilnya sendiri?


Ia benci, ia bilang dia benci, kesal, dan juga menyesal menikah dengan Axelo. Tapi sekarang, dia dengan tulusnya memberi sekujur tubuhnya hanya untuk dinikmati oleh seorang pria yang dia anggap jahat pun juga mengecewakannya.


"Ugh..."


Sekali lagi dia melenguh, suara menjijikan itu terdengar sepanjang berjalannya permainan di atas ranjang rumah sakit, dalam keadaan keduanya yang sudah tak lagi mengenakan apapun, dan tidak ada lagi jarak di antara mereka berdua.

__ADS_1


Rasa nikmat itu memang mengalahkan segalanya. Kenikmatan yang begitu menghasut, sampai-sampai meluluhkan kebencian dan juga kekecewaan yang selama ini tertanam dalam hati keduanya.


Begitu dahsyatnya kekuatan itu, sampai-sampai mereka dibuat lupa dengan apa yang mereka alami sejak awal. Dan sekarang, mereka benar-benar tak bisa lagi mengingat apa yang telah berlalu di antara keduanya.


Kecupan, sentuhan dan semua perlakuan menggoda yang disalurkan oleh Axelo melalui seluruh organ tubuhnya, nyatanya hanya bisa diterima oleh Valesha tanpa penolakan.


Ya, aku bodoh, aku memang bodoh! aku kesal, aku juga benci, tapi aku tidak bisa sepenuhnya membenarkan hati ini begitu benci dan begitu kesal padanya, aku menyisakan sedikit ruang maaf dan juga sedikit haknya sebagai suamiku, apa aku salah jika melakukan semua ini, karena aku juga masih manusia biasa yang bisa saja menyimpan cinta dalam kebencian?


Aroma rumah sakit nan menusuk pada nyatanya tak membuat dua insan itu tersadar. Bahkan mereka mengacuhkan saja aroma khas rumah sakit di dalam ruangan itu, seakan semuanya telah berubah menjadi hotel mewah bintang lima berkelas dan hanya dikhususkan untuk pasangan pengantin baru.


Irama yang semula terdengar perlahan, kini mulai terdengar cepat dan semakin membuat sesuatu di bawah sana menegang dan merasa hangat.

__ADS_1


Axelo semakin tak sanggup menahan dirinya. Dipejamkan saja kedua matanya dan dinikmati saja olehnya rasa yang membuat dirinya dengan cepat mengeluarkan peluh di keningnya, bahkan sekarang sekujur tubuhnya juga terlihat basah oleh keringat.


Sementara di bawah kungkungannya, nampak juga Valesha yang mulai gila dan frustasi. Wanita itu bahkan lupa sejenak apa yang tengah dirasakan dalam hatinya mengenai sang ayah.


"Axelo, uhm, Ax... El.. Lo..."


Dengan gila dia meracau, sembari menikmati alur akhir dalam permainannya dengan Axelo, sampai akhirnya, sesuatu terasa menyembur, lahar panas itu, menyembur dan kemudian membasahi dirinya dengan penuh kehangatan, juga kenikmatan.


Lalu setelah ini, mungkinkah dia masih bisa berbohong, kalau sebenarnya, hatinya masih begitu tulus mencintai suaminya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2