
Prak!
Pada akhirnya, misi yang telah direncanakan dengan matang sejak pagi tadi pun berakhir pada sebuah kegagalan.
"Baiklah, tahan dia! aku akan segera pergi ke rumah sakit!!"
Ucap Axelo pada Oaklard setelah mereka berdua tiba di sebuah gedung kosong yang mereka beli hanya untuk menawan seorang Sheilin di sana.
"Baik, Tuan!"
Dengan segera Axelo pun berbalik arah dan langsung pergi menuju ke area rumah sakit tempat dimana Tuan Wishnu Fotham dirawat.
Namun seseorang terlihat menyunggingkan senyuman di bibirnya. Ia bahkan terlihat berpura-pura pingsan dan kemudian pasrah saja manakala Oaklard mengikat tubuhnya di atas kursi.
Heng! bodoh! kamu pikir aku tidak tahu kamu hanya menginginkan aku untuk meminum anggurnya, dan setelah itu, aku akan kalian jadikan tawanan. Rencana yang terlalu mudah untuk ditebak. Untung saja Neil dan Nyonya Armei mau bekerja sama, sekarang akhirnya rencana kami berjalan dengan lancar.
Dia masih berpura-pura pingsan di tempat dia ditahan, sampai pada akhirnya dia kembali membuka kedua matanya, manakala anak buah Oaklard terlihat mencoba untuk membungkam mulut Sheilin menggunakan lakban.
Bukk!
Crassss!!
__ADS_1
"Ugh!"
Si pria bertubuh tinggi besar itu kemudian terlihat ambruk di atas lantai, dengan kondisi perut yang sudah tertusuk pisau dan membekaskan luka di bagian lambungnya.
Oaklard lekas berbalik. Namun dia pun begitu terkejut menatapi tumbangnya anak buah di belakang sana.
"Dasar wanita sialan!!"
Dor!
Dor!
Dor!
Dor!
Namun dia juga tak mau kalah telak di depan mereka semua. Dia serang balik sosok bayangan di balik semak belukar di luar gedung kosong tersebut.
"Sialan!!"
Hap!
__ADS_1
Baru saja dia hendak menyerang, mendadak sebuah tangan mengulur kepadanya, dan kemudian dia melihat sepasang mata dengan tatapan yang sangat tajam menatap ke arahnya.
"Heng! kau bilang apa padaku? wanita sialan? sekarang mari kita lihat, seperti apa diriku yang sebenarnya!!"
Rupanya wanita itu sudah berhasil lolos dari jerat tali yang mengikatnya. Dan sekarang, dengan gagah berani Sheilin menghadap serta mengekang Oaklard dengan sebilah pisau yang sebelumnya dia gunakan untuk membunuh anak buah Oaklard juga..
Pada saat itu, Oaklard pun tak mau kehilangan akal. Dia yang sadar tengah menggenggam senjata pun mulai terlihat bergerak menodongkan senjata tersebut ke arah jantung Sheilin, dan berniat untuk membunuhnya.
Tak apalah tak dapat jawaban apapun, asal nyawa selamat, maka tidak ada yang lebih penting dari hal tersebut.
Namun wanita di depan matanya persis malah terlihat tersenyum dengan sinis. Sementara anak buah Oaklard yang lain pun tetap pada pertahanan mereka menghalangi jalan masuk untuk kubu lawan.
Aksi tembak menembak seperti di film action pun tampak jelas terlihat pada saat itu.
Oaklard menatap lagi kedua mata di depannya. Senyum manis yang tersungging di bibir ranum itu jelas tak merubah watak busuk yang dimiliki oleh wanita tersebut.
"Bahkan jika pun kamu berniat untuk melesatkan tembakan ke arah jantungku, maka sebelum kau menggerakkan pelatuknya, kau sudah pasti akan mati duluan!!"
Mendengar ucapan dari Sheilin barusan, sekujur tubuh Oaklard bergetar hebat. Bahkan genggaman tangannya pada senjata api yang ada di tangannya pun mendadak mulai goyah.
Dia tahu rencana ini sudah dibuat dengan sangat matang oleh kelompok lawan. Dan dia sudah menduga, kalau di sisi lain, entah dimana letaknya, pasti ada satu penembak jitu yang sudah menargetkan kepalanya.
__ADS_1
Lalu bagaimana dia akan lepas dari semua ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...