
*Benar juga apa yang dikatakan oleh Geshka, sekuat apapun aku mengelak, aku juga tidak bisa berbohong, kalau anak ini, adalah anak dia*..
"Ibu! lihatlah! ada penjual es krim di sana!" menunjuk pada sebuah sudut.
"Aku mau beli ya ibu..." ucap Vivia dengan manisnya.
"Baiklah, Bibi Geshka yang akan membelanjakan uang ibu, kemarilah.." menggandeng tangan Vivia dengan penuh kasih sayang, "kita habiskan sisa uang ibu di kantong, ya, sayang..."
Dua sepasang sahabat itu tampak berlalu meninggalkan Valesha seorang diri di sana, dengan ribuan perasaan dan pemikiran yang bergelut menjadi satu, seolah tak akan pernah bisa bagi Valesha untuk menemukan jalan keluar.
Ya! untuk pemikirannya yang ruwet, dia bisa apa? selain terus mencoba menenggelamkan ketakutan yang berbaur dengan kekacauan.
Ah!
Rupanya dia salah mengaku berani. Ternyata, di sini dia juga masih merasa memiliki sedikit ketakutan akan masa lalunya sendiri bersama Axelo.
Ya, bagaimana jika ternyata, apa yang dikatakan Geshka suatu hari nanti benar akan terjadi?
*Setelah semua yang aku lakukan, apakah kembalinya aku disini, hanya akan mengantarkan aku pada lubang yang sama*?
Huffff!!
__ADS_1
Ia membuang nafasnya dengan panjang, berkeluh kesah pada keadaan yang makin hari makin membelitnya.
*Setelah aku pikir-pikir, menyesal juga kenapa harus menerima pekerjaan di sini? meski aku tahu aku tengah berusaha keras untuk menjauhi masa laluku, tapi aku tetap saja menerima tawaran kerja itu, bagaimana bisa aku jadi sebodoh itu*?
Kedua kakinya terus saja berjalan tegak dengan high heels keluaran terbaru dari desainer ternama dunia. Ia bahkan tampak anggun dan elegan dengan penampilannya sekarang.
Separuh kekuasaan keluarga Fotham sudsh menjadi miliknya. Semua aset dari ibunya yang rahasia itu pun sekarang sudah berada di tangannya. Sayang sekali, dia tetap tidak mau mengelola semuanya sendiri.
Entah apa yang dia pikirkan, sampai-sampai harus menerima pekerjaan dari orang lain, padahal harta kekayaannya mungkin bisa menghidupi tujuh turunannya.
"*Aku tetap tidak bisa mengelola semua ini sendiri, dengan menggunakan nama asliku, bukankah sudah jelas Axelo akan dengan mudah menemukan aku*?"
Tentunya semua itu hanya karena satu alasan, sebab ia punya masa lalu yang tidak bisa dia remehkan.
"*Jika identitasku diketahui oleh pria brengsek itu, aku khawatir identitas Vivia juga terancam diketahui, aku tidak bisa menyerahkan Vivia pada pria jahat itu! cukup aku saja yang mengalami penderitaan yang dia sebabkan, untuk putriku, aku harap tidak pernah merasakannya*.."
Mendadak semua ingatan itu terlintas pada otak Valesha, membuat dia bertambah menyesali semua keputusannya untuk menerima tawaran kerja di sini.
"Andai saja aku bisa kembali pulang.." gumamnya dengan lirih.
"Ibu!! aku membeli satu untuk ibu!! ini rasa stroberi!!! ibu pasti akan menyukainya!!!" datang entah dari arah mana.
__ADS_1
Hap!
Si sulung juga mendadak menggaet kan tangannya pada lengan Valesha, jangan lupakan tingkah kekonyolan itu juga.
"Iya, ibu!! es krimnya sangat enak! apalagi ini gratis untuk kita!!"
"Geshka! cukup.. kau membuat aku malu.." ucap Valesha sembari tersipu.
"Ah! ibu ini! kenapa malu? makan saja es krim ini!" menyodorkan es krim pada Valesha, "dan berhentilah merasa cemas!!!"
Wanita ini memang bisa dikatakan gila.
"Apa yang membuat ibu cemas? bukankah ibu seharusnya senang, Bibi Geshka bilang hari pertama kita di sini akan jalan-jalan keliling kota... aku tidak sabar lagi!!!"
"Keliling kota? Geshka, kau mau aku bertemu iblis itu lagi?"
"Ayolah, Valesha! mungkin saja dia sudah hidup di alam yang berbeda, lagipula, jika pun masih hidup, bukankah dia selalu sibuk di atas meja kantor?!"
*Benar juga, lebih baik aku fokus saja pada anak dan pekerjaanku*..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1