Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Valesha dan Seorang Pria


__ADS_3

Ia tampak membuka pesan dari adik kandungnya. Tanpa basa-basi dia pun membuka sebuah potret yang dikirim oleh Ashkan dari seberang.


Namun kedua matanya membelalak ngeri, saat melihat potret istrinya yang tengah bertatap muka dengan sangat mesra dengan seorang pria..


Hanya saja dia bukan tipe pria yang mudah untuk dibodohi. Dia tahu betul potret ini hanya ada di ponselnya, dan pria yang ada di sana aslinya adalah dirinya. Tentu saja ada yang mengedit foto mereka berdua.


"Heng! bodoh!" umpat Axelo pada foto di dalam ponselnya. Dia bahkan terkekeh melihat foto itu. Untung saja dia lekas tahu siapa pelakunya.


Segera saja dia menghubungi adiknya, Ashkan dengan sebuah rencana yang telah dia persiapkan.


Bip!


Terdengar suara Ashkan mengangkat panggilan di ponselnya. Rupanya pria itu tengah asik menghadap komputer dengan mengenakan piyama berwarna biru navy, dengan secangkir kopi yang menemani dia dalam kamarnya.


"Hallo, kak? kau sudah melihat foto itu?" Tanya Ashkan pada sang kakak, tentu saja tanpa basa-basi lagi.


Sekarang dia berhenti mengutak-atik keyboardnya dan mulai menyambar satu cangkir kopi di atas meja, lalu menyeruputnya sembari bersandar di kursinya.


Dari seberang tampak Axelo yang berbalik menatap sang istri yang rupanya masih saja mematung di tempat yang sama. Bahkan wanita itu agaknya belum berniat untuk kembali ke dalam kamar..


"Kenapa kau sampai dibodohi oleh sebuah foto? lihatlah secara seksama, itu hasil editan yang konyol." Ucap Axelo pada adiknya. Dia juga kembali terkekeh kecil.


Saat dia terkekeh dan memperlihatkan deretan gigi-giginya yang rata, dia sungguh sangat manis. Dengan dada bidang yang bahkan bisa terlihat dengan jelas meski dia mengenakan baju menerawang berwarna putih.


Huhh!


Pria itu terlalu meresahkan.


"*Aku tidak tahu, tapi aku rasa tidak mungkin juga kakak ipar akan berduaan dengan seorang pria*," ucap Ashkan lagi di seberang.


Kedua mata Ashkan mulai kembali menatap layar komputernya. Rupanya foto-foto mesra Valesha dengan pria itu mulai tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat.


Apalagi Valesha memang terkenal sejak menikahi sosok Axelo yang menjadi pria terkaya di negara R. Bukan hanya itu saja, mereka semua tahu kalau Axelo dan Valesha tentunya adalah pasangan yang sangat serasi.


Banyak pro dan kontra yang tersemat di kolom komentar netizen, banyak yang mencela Valesha berkhianat, namun banyak juga yang mengatakan kalau dalam foto itu pasti bukan Valesha.


'*Bukankah dia istri pengusaha kaya itu*?'


'*Pandai sekali dia menaklukkan seorang pria*?'

__ADS_1


'*Pria itu, sepertinya aku mengenalnya, bukankah dia aktor terkenal yang baru-baru ini muncul dan menggemparkan dunia perfilman*?'


'*Apa itu Victor*?'


'*Tampang wanitanya memang seperti istri pengusaha kaya itu, tapi sejauh ini istri pengusaha kaya itu tidak pernah terkena berita miring*.'


'*Aku tidak pernah menduganya, ternyata wanita polos pun pandai bermain dengan banyak pria*!'


Dan banyak lagi komentar-komentar yang terbaca oleh Ashkan, dan dia menjadi kesal melihat semua tuduhan mereka itu.


"Kak, sial sekali nasib pernikahan kamu, berita ini mulai menyebar luas, dan agaknya, nama kakak ipar akan menjadi sorotan sepanjang masa, apalagi, yang dia kencani dalam foto ini, katanya aktor besar." Ucap Ashkan setelah membaca komentar pedas dari pengguna sosmed yang mengomentari foto Valesha bersama seorang pria itu.


"Ouh, kau tahu, Kak? mereka bilang itu seperti wajah Victor? apa kau juga berpikir hal yang sama?" tanya Ashkan pada kakak kandungnya.


Mendengar perkataan Ashkan barusan, Axelo menjadi berpikiran keras. Dia tahu semua ini bukanlah hal yang kebetulan.


Dia hanya menyimpan foto ini dalam ponselnya, itu foto lama, sekitar satu bulan sebelum pernikahan. Dan dia tidak pernah menunjukkan foto mesranya dengan Valesha itu pada siapapun, termasuk Valesha sekalipun.


Kecuali satu orang yang bisa saja memeriksa ponselnya tanpa dia ketahui.


Bukan sebuah kebetulan, ada wajah Victor di dalam potret ini, dan hanya satu orang yang mungkin saja pernah memeriksa ponselnya, bisa saja saat dia tertidur. Dua orang ini pasti punya hubungan.


Itulah pikirnya, ia memikirkannya bahkan sampai mengacuhkan Ashkan di seberang. Adiknya sekarang terlihat fokus menatapi ratusan komentar yang masuk menanggapi foto tersebut.


"Ashkan!" panggil Axelo membuat Ashkan lekas bergeming.


"*Ya*?"


"Aku tahu siapa yang mungkin terlibat dalam masalah ini, aku mau kau membereskannya sebelum Valesha tahu semua yang terjadi." Ucap Axelo sambil menatap istrinya yang ternyata sudah mau kembali ke dalam kamar mereka.


"*Uhum, aku tahu! aku akan segera mengurusnya*!" Jawab Ashkan dengan sangat yakin.


Dia memang adik yang selalu bisa diandalkan.


"Baiklah, besok pagi pemberitaan itu harus sudah tidak ada di ponselku," ucap Axelo terlihat tajam menatap kedatangan istrinya.


"Baiklah, aku tutup dulu!"


Bip!

__ADS_1


"Um?"


Valesha merasa bingung melihat suaminya saat dia baru saja tiba di dalam kamar.


Entah hanya perasaannya saja yang merasa aneh dengan sikap suaminya itu, atau memang ada yang tengah disembunyikan oleh Axelo darinya.


Aish!


Untuk apa di pikirkan? hanya membuang waktu saja.


Ia bergeming dari posisi berdirinya, dan mulai kembali ke atas kasur, berencana untuk bermain ponselnya yang semula dia letakkan di atas nakas.


Namun hal itu sudah disadari oleh Axelo lebih dulu. Tentu saja dia tidak mau Valesha membuka ponselnya, atau Valesha akan tahu apa yang terjadi dengan dirinya.


Ia pun lekas menangkap tangan Valesha yang sudah hampir tiba pada ponsel di atas nakas. Dan perlakuan itu seketika membuat Valesha tertegun.


"Um?"


Valesha menoleh menghadap ke arah Axelo, dan kemudian menatap kedua mata Axelo dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ada apa?" tanya Valesha dengan datar.


Menyadari sang istri memang butuh penjelasan, segera saja Axelo mengalihkan tangan Valesha ke arah dadanya, dan itu memang sangat dingin, apalagi Valesha baru saja terkena angin malam di tengah laut. Wanita ini agaknya butuh kehangatan.


"Huhh! kamu dingin sekali, daripada bermain ponsel, lebih baik tidur saja, jika tidak, kamu akan masuk angin nanti." Ucap Axelo sembari menggesek-gesekkan tangan Valesha ke pipinya, hingga akhirnya sekarang tangan Valesha pun mulai terasa hangat.


Namun Valesha menatap perlakuan suaminya itu dengan sangat aneh. Jika beberapa menit yang lalu Axelo tampak marah dan kesal melihat sikap dinginnya, kenapa sekarang pria itu kembali bersikap hangat?


Apa Axelo tidak marah?


Atau mungkin Axelo punya penyakit yang gampang merubah mood dengan sangat cepat?


entahlah, pria ini selalu saja serba teka-teki.


*Ada apa dengan pria ini*?


Cup!


*A? dia bahkan mengecup tanganku, aneh sekali*!

__ADS_1


"Tidurlah, kau butuh kehangatan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2