
Cup!
Kecupan singkat mendarat dengan sangat sempurna di kening Valesha, kemudian berlatih lagi ke bibir wanita tersebut.
Setelah permainan yang cukup panas di atas ranjang rumah sakit, akhirnya sekarang mereka benar-benar mengakhiri permainan tersebut dengan sangat memuaskan.
Sekarang mereka hanya tampak berbaring menikmati kehangatan yang mereka rasakan selepas bercinta. Mereka tengah sibuk mengatur nafas mereka, dan mencoba untuk melepas penat di tubuh keduanya.
Basah keringat dan sesuatu yang menyembur di sekujur badan membuat keduanya terasa lengket dan semakin tidak bisa berpisah satu sama lainnya.
Dan dalam keadaan seperti itu, yang mereka lakukan bersama hanyalah saling memeluk dan memejamkan kedua mata mereka.
Di luar tampak tenang, namun di dalam hati keduanya, mereka hanya saling bercengkerama masing-masing dalam hati mereka sendiri, tanpa ada yang mendengarnya kecuali dirinya sendiri.
Ya, semuanya terasa rumit, kacau, dan tak bisa dengan mudahnya dijelaskan. Begitu hancurnya rencana yang mereka gunakan untuk menaklukkan kubu musuh, hingga sekarang, kehancuran mereka rasakan dimana-mana.
Hanya saja, mereka belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sejauh ini Ashkan memang belum datang ke rumah sakit.
__ADS_1
Berbeda dari pikiran Axelo yang lebih merumitkan rencana mereka yang ia ketahui sudah setengah gagal, Valesha justru lebih condong memikirkan bagaimana keadaan sang ayah, dan bagaimana bodohnya dia yang kembali tunduk di bawah tekanan Axelo.
Bodoh! Bodoh sekali!
Ia bahkan sudah tahu suaminya berbuat semua ini hanya untuk menginginkan kehancuran keluarganya. Ia bahkan tahu suaminya sudah begitu pasrahnya jika dia memang ingin kembali pulang ke rumah sang ayah.
Tapi sekarang, dia kembali menjadi wanita munafik, yang hanya kembali tunduk dan patuh manakala suaminya menunjukkan kehebatannya dalam menaklukkan wanita di atas ranjang.
Tidak bisa!
Seharusnya dia mundur. Apa dia tidak lagi membenci Axelo? atau dia sebenarnya tak pernah benci, hanya sekedar kesal, yang mungkin kapan saja akan luluh hanya dengan menggunakan sentuhan tangan suaminya?
Rasa kesal, tak tahu harus bagaimana. Antara benci yang makin lama malah makin tipis terasa, juga perasaan bingung mengapa dia malah tunduk di hadapan suaminya.
Entah, aku bingung harus bagaimana sekarang. Aku mencintai Axelo, aku sangat mencintai suamiku, tapi aku tak tahu bagaimana aku akan menerima kenyataan ini, kenyataan kalau ternyata suamiku hanya menikahi aku karena balas dendam semata.
Sementara yang aku rasakan, aku juga kesal, tak hanya pada suamiku, tapi juga pada ayahku. Bukan aku benci, hanya saja, mengapa kedua orang ini pernah mengalami tragedi mengerikan di masa lalu?
__ADS_1
Mengapa kiranya harus ada dendam di antara keduanya? andai seseorang berada di sisiku, mungkin mereka akan tahu apa yang saat ini tengah aku rasakan. Bingung yang bercampur bersama rasa kesal, namun juga perasaan cinta.
Bagaimana aku bisa lari dari kenyataan ini? apa aku harus bertahan dengan suamiku, sementara yang aku tahu, suamiku hanya menginginkan kehancuran keluargaku?
Atau aku harus pulang, dan membiarkan marabahaya menimpaku, asalkan aku selalu bersama ayah, dan melindunginya?
Ya, setiap saat, setelah Valesha menikah dan mengetahui semua yang menjadi alasan suaminya untuk menikahinya, ia memang tak pernah tenang.
Yang dia pikirkan hanyalah kebimbangan yang ia rasakan berlarut-larut. Antara harus memilih yang mana, bertahan di sisi Axelo, atau mungkin seharusnya kembali.
Sampai kapan kiranya Valesha akan bertahan dalam posisi yang teramat sulit ini? apa dia akan sanggup mempercayai suaminya, yang sebenarnya, tanpa ia ketahui, hanya sedang berada dalam posisi dimanfaatkan oleh orang lain di belakangnya.
Tidak!
Seharusnya Valesha masih tidak tahu. Karena bagaimanapun juga, apa yang terjadi pada saat ini, mereka telah merencanakannya dengan sangat matang di masa lalu.
Jalan membentang di depan sana, pelangi pastilah akan hadir setelah hujan deras menerpa. Dan sekarang, mereka hanya tengah melalui jalanan berkabut dan menyusahkan. Tapi semua itu pastilah akan berakhir. Sama halnya seperti mentari yang terbit setelah melalui malam yang kelam.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...