
Mereka semua berkumpul di meja makan, menghadap ke arah meja yang berisikan puluhan piring berisi makanan, ada pula yang kosong dengan beberapa alat makan yang terlihat berderet di sana.
Semuanya telah siap untuk makan, namun raut wajah Valesha masih juga terlihat aneh. Dia tampak semakin murung dan tidak berbicara satu patah kata pun sejak mereka semua berkumpul bersama-sama.
Dan sekarang dia tengah memegang sendok dan garpu yang masih saja bersih dan mengkilat di kedua tangan, sementara piringnya masih saja kosong tidak berisi apapun di atasnya.
"Aku dengar ternyata kamu punya keluarga, kenapa tidak pernah mengenalkannya pada keluarga kami?" tanya Wishnu Fotham pada Axelo tanpa basa-basi, hingga membuat pria muda yang terduduk di sisi Valesha menjadi terdiam di tempatnya dan menatap kosong piringnya yang juga belum berisi apapun.
Menyadari ada yang tidak beres dari menantunya dia pun lekas mengganti topik perbincangan. Dia bukannya curiga tentang keluarga Axelo, hanya saja dia malah curiga kalau perasaan Axelo menjadi buruk karena ucapannya barusan.
"Maaf, aku tidak bermaksud apapun, hanya ingin tahu saja, kalau kamu tidak mau menjawabnya juga tidak masalah untukku." Ucap Wishnu dengan senyuman penuh penyesalan di bibirnya.
"Hahh!" terdengar Axelo membuang nafasnya dengan sangat kasar. Di sampingnya, tampak Valesha yang juga tidak bisa bergeming dari tempatnya, dia juga ikut gemetar saat mendengar pertanyaan dari sang ayah, entah mengapa dia cemas kalau-kalau Axelo mengatakan hal yang tidak-tidak tentang keluarga Axelo yang selama ini dia sembunyikan.
"Aku punya adik, juga punya ibu, tapi keduanya bukan orang yang bisa aku ganggu, terkadang ada bagian cerita yang hanya pantas untuk diceritakan pada beberapa orang saja, dan aku juga meyakini hal itu." Jawab Axelo dengan wibawanya yang tinggi.
"Ya, ya, aku mengerti, aku seharusnya tidak menanyakan hal seperti itu, hanya saja, terkadang seorang ayah menginginkan putrinya menikah dan hidup dengan pria yang baik, dan aku sungguh berharap kau tidak menyembunyikan apapun dari putriku, kau paham?" tanya Wishnu Fotham pada Axelo.
"Maaf ayah mertuaku, aku lebih tahu apa yang pantas untuk putrimu dengar, jadi aku memilih untuk tidak mengatakan hal itu pada istriku." Jawab Axelo lagi, "aku punya seribu alasan untuk tidak pernah menceritakan apa yang terjadi pada keluargaku." Jawab Axelo lagi.
Mendengar perkataan Axelo barusan, raut muka Valesha menjadi semakin suram. Dia tidak menatapi apapun di depannya, karena meskipun tatapan matanya tertuju pada piring di atas meja, tapi otaknya tidak pernah bisa lari dari memikirkan setiap jawaban yang Axelo berikan pada sang ayah.
Kau menjaga perasaanku, atau sedang menjatuhkan aku, terkadang aku bingung dengan apa yang ada dalam pikiran kamu itu, seharusnya aku tahu, kamu adalah pria yang sangat sulit untuk ditebak.
Mendengar jawaban dari Axelo, Wishnu hanya bisa mengangguk mengerti. Baginya pemikiran seorang pria yang seperti ini memanglah sangat baik. Dan dia bahkan tidak menyadari akan hal yang tidak beres yang terjadi di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti, sekarang makanlah, aku mau bicara soal sebelumnya." Ucap Wishnu pada Valesha dan Axelo.
Ketiga orang di kursi meja makan pun lekas mengambil makanan dan menumpuknya di dalam satu piring.
Apa yang harus aku lakukan?
Setengah jam telah berlalu..
Dan sekarang keduanya sudah selesai dengan acara makan malam bersama itu. Bagi Wishnu makan malam itu sangatlah spesial. Dia bahkan terlihat begitu bahagia kedatangan putrinya yang sekaligus juga membawa suaminya pula.
"Begini, ayah hanya mau bilang, sudah terlalu tua bagi ayah untuk mengurus perusahaan, dan ayah pikir ayah memang harus segera melakukan tindakan yang tepat, dan sekarang adalah waktunya untuk ayah bicara dengan kalian," ucap Wishnu pada Valesha dan juga Axelo di dalam ruangan luas tersebut.
Wishnu mengangkat tangannya, satu bawahan yang ada di belakangnya tampak menjulurkan sebuah dokumen tebal yang berisi sesuatu yang sangat penting.
Mendengar perkataan ayahnya, sontak saja Valesha tertegun. Kedua tangannya saling mer\*mas dengan gugup, tidak tahu harus bicara apa. Dia bahkan tidak pernah menduga kalau perkataan sang ayah kali ini akan sangat serius.
Dan yang menjadi pertanyaan dalam benaknya adalah, apa semua ini juga bagian dari rencana Axelo?
"Ayah, tidak mungkin aku akan memimpin perusahaan, sedangkan aku saja masih tidak tahu bagaimana caranya menjalankan bisnis ayah, jika ayah sembarangan memberiku tugas ini.."
Wishnu Fotham tampak mengangkat tangannya, dan menyuruh Valesha untuk berhenti bicara.
Untungnya Valesha tahu kode mengerikan itu, bukankah dia harus selalu mengerti kode dan ucapan dari ayahnya itu?
"Ayah tahu kau sudah pasti belum siap untuk melakukan apa yang ayah katakan barusan, jadi ayah sudah berbicara dengan Axelo sebelumnya." Melirik pada Axelo yang terdiam di tempatnya.
__ADS_1
Sementara Valesha melirik kecil dan jelas sangat sinis saat sang ayah berbicara demikian.
*Huhh! rupanya benar itu rencana Axelo, padahal aku pikir dia tidak datang dengan membawa dendam*.
"Dan dia bersiap untuk membantu kamu, kau akan tetap berada di negara R dan menjalankan semua bisnis milik ayah yang ada di sana."
*Heng! salah satunya adalah perusahaan ayahku, bagaimana kau bisa mengatakan jika itu adalah milikmu*?
"Maaf, ayah, aku rasa kau perlu orang lain untuk menjalankan bisnis tersebut, lagipula selama ini kau sudah menyerahkan semuanya pada orang kepercayaan ayah, " sengaja tidak mengatakan namanya, "bagaimana mungkin dengan mendadak kau malah menyerahkannya padaku?" tanya Valesha lagi, berbalik pada sang ayah.
*Mungkin akan lebih baik kalau aku tidak berbicara apapun mengenai Neal, ya, mungkin itu jauh lebih baik*.
Benak Valesha berkata lagi, berpikir untuk menyembunyikan identitas semua orang yang ada di dekat ayah dan dirinya.
"Tidak, Valesha, sudah saatnya kamu juga belajar untuk berbisnis, jika selamanya kita hanya mengandalkan Neal, bagaimana kau bisa mengubah dirimu menjadi lebih baik?" tanya sang ayah, agaknya dia baru saja mengucapkan kata Neal di dalam dialognya.
*Sialan! bagaimana bisa ayah malah mengatakan nama Neal di depan Axelo? setelah ini Axelo pasti akan segera mencari tahu siapa itu Neal*.
Gumam hatinya berkata-kata lagi, agaknya dia tahu kalau Axelo pasti akan bertindak pada Neal di belakangnya.
*Hemm! Neal? jadi orang yang mengendalikan perusahaan di negara R itu adalah Neal? mengapa aku bahkan pusing mencaritahu*?
Benak Axelo juga berkata-kata, dia nampak senang mendengar nama Neal dari mulut Wishnu Fotham.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1