Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Pengakuan Victor Yang Mengejutkan


__ADS_3

Syurrrrrrr


Suara gemericik air di kamar mandi lagi. Untuk yang ke sekian kalinya, wanita itu terlihat mencoba untuk membersihkan dirinya setelah merasa muak menghadapi Axelo di atas ranjang.


Bagaimanapun juga, dia sudah dibuat kotor oleh manusia setengah iblis itu. Apalah daya, dia hanya bisa mengalah, sekali lagi, bukan karena dia lemah, tapi dia memilih untuk mendapat semua ini, jika memang balasan ini bagi Axelo impas.


Ia membalut handuknya di tubuhnya, dan kemudian keluar dari kamar mandi dengan tubuh moleknya itu.


Di ruang kamar sudah tidak ada orang. Axelo memang sudah mandi lebih dulu pagi tadi, dan sekarang entah kemana pria itu pergi, lagipula Valesha sudah tidak lagi merasa peduli.


Ia pun hanya terlihat mengenakan pakaian miliknya, tentu saja masih dengan raut muka sendunya, sejak dia menjadi istri dari Tuan Axelo Devandra Wicaksono, dia memang tidak secerah dahulu, tidak seperti masa mudanya yang dikelilingi oleh kebahagiaan.


Dan sekarang, semua itu lenyap seketika, tidak berbekas, dan bahkan tidak memiliki tanda. Takdir yang terlalu kejam bukan.


Bzzzz Bzzzzz


Mendadak ponselnya bergetar di atas nakas. Dia yang baru saja mengganti bajunya pun lekas mendekat ke arah ponselnya, dan kemudian meraihnya.


Rupanya dari Geshka. Ia ingat kalau wanita ini tidak pernah menghubungi dia sekian lama, kenapa sekarang mendadak Geshka lebih rajin menghubungi dia?


Anak ini memang aneh.


Namun dia hanya bisa mengesampingkan pikiran ruwet di dalam otak kecilnya itu, dan lebih memilih untuk mengangkat panggilan dari Geshka.


"Hallo, Gesh, kau lagi-lagi menghubungi aku, aku jadi sedikit merasa curiga." Ucap Valesha sembari menyisir rambutnya yang sedikit ikal.


"Valesha, kau harus melihat pemberitaan yang baru saja aku lihat di ponselku, secara langsung Victor mengumumkan hubungan asmaranya dengan wanita yang kemarin, cepatlah, kamu harus menilik berita itu."


Ucap Geshka malah ribut sendiri di seberang sana. Maklum saja, berita menghebohkan pagi jelas akan membuat penggemar berat seperti Geshka heboh minta ampun.


Um? hubungan apa?


Pertanyaan dalam benak Valesha, tidak paham apa yang dimaksud oleh Geshka. Setelah dia menutup panggilan dari Geshka, lekas saja dia membuka beranda pemberitaan di ponselnya.


Semula ia biasa saja melihat Victor yang tengah mengadakan konferensi pers di sebuah gedung dengan puluhan atau mungkin bahkan ratusan wartawan yang menghadap ke arahnya.


Namun saat Victor mulai berbicara satu dua patah kata, Valesha mulai terlihat tercengang.


"Sebelumnya saya ingin mengkonfirmasi soal video yang tersebar luas itu, huhh!"


Raut wajah pria dalam video itu terlihat begitu kusut. Entah itu hanya sebuah topeng, atau memang kenyataannya memang begitu.


Sementara Valesha memilih tertegun dahulu untuk sesaat. Dia belum bisa memastikan apa yang terjadi antara Victor dengan Sheilin.


Padahal sebelumnya dia jelas bukan wanita yang peduli dengan urusan orang lain, tapi entah pula, dia malah jadi kepo urusan mereka.


Jelas saja semua ini karena si Geshka itu. Dia yang mengidolakan Victor, tapi Valesha juga yang harus ikut-ikutan kepo.


"Video dalam durasi beberapa detik itu, saya konfirmasi memang video saya.."


Apa?


Jleger!!


"Dasar kurang ajar!"


Umpat seseorang yang terlihat membelalak manakala mendapat pengakuan dari Victor di depan media.


Sekarang pria itu apa mau mempertaruhkan karirnya sendiri? dengan mengakui kalau pelaku video itu memang dirinya?


Wanita itu hanya gemetar hebat, susah payah dia meyakinkan Axelo kalau dia tidak bersalah, tapi sekarang pria di dalam video ini malah mengumumkannya di semua media.


Anak tidak waras! gila kau!


Umpat benaknya, entah sudah berapa kali dia mengumpat di dalam hatinya sendiri.


Sekarang Valesha pun terlihat begitu terkejut. Dia bahkan tidak tahu apa yang telah terjadi beberapa hari terakhir ini, dia memang hanya sekedar mendengar semuanya dari Geshka saja.


'Ouh? apa ada videonya juga? kenapa aku tidak tahu?'


'Aku rasa aku pernah melihat videonya, terkahir kali akun misterius yang mengirim kan video itu ke situs web, agaknya masalah ini akan semakin panjang.'


Terlihat kolom komentar pun mulai dibanjiri dengan perkataan para netizen mempertanyakan soal video yang entah siapa pula yang menyebarkannya.


Katanya akun misterius, banyak yang sudah melihat cuplikan video itu, tapi banyak pula yang masih mempertanyakan apa benar video itu ada atau tidak.


Heng! untungnya aku meminta seseorang untuk menyebarkan video pendek itu, kalau tidak, aku mungkin tidak akan bisa membalas dendam padanya.


Sekarang karirku tidaklah penting, kalau aku bisa memeras dia setiap hari, aku tidak butuh lagi karir ini untuk kehidupanku di masa depan kelak.


Benak Victor tertawa, meski wajah depannya bahkan tidak melengkungkan garis senyuman sama sekali, agaknya dia memang aktor profesional.


"Tapi aku juga punya penjelasan untuk kasus ini, maaf, aku memang berniat untuk menjelaskan semuanya dari dulu, tapi ya sudahlah, ada seseorang yang berbuat curang hingga malah menyebarkan video percintaan kami."


Ucap Victor lagi, membuat Valesha malah tertegun di tempat berdirinya. Dia bahkan lupa kalau semula dia sedang menyisir rambutnya sendiri.


"Huhh!"


Pria di ponsel terlihat ragu, entah benar-benar ragu, atau memang hanya sekedar dibuat-buat saja.


"Kami berdua.. sudah resmi menikah.."


Apa??


Valesha semakin terlihat shock. Dia sendiri bahkan tidak yakin apakah ucapan Victor itu memang benar adanya, namun jelas saja kalau Victor tengah mengumumkan pernikahan yang diragukan di depan media.

__ADS_1


"Dasar pria bodoh!!"


Dia semakin kasar mengumpat, dia sendiri bahkan tidak bisa berbuat apapun untuk saat ini. Yang pasti, dia begitu terkejut dan tertekan dengan pemberitaan tentang dirinya, yang sebenarnya dia sendiri tidak pernah tahu kalau semuanya akan jadi seburuk ini.


Awas saja kau! aku tidak mau tinggal diam!!


Umpatnya lagi.


'Ah? tidak mungkin, mana mungkin dia sudah menikah, huwaaaa, aku tidak percaya aku mengidolakan seorang pria yang telah menikah.'


'Aku jelas tidak percaya, pertama kali dia datang ke dunia hiburan dia terlihat pria yang baik, aku yakin pasti wanita itu yang memaksa dirinya untuk menikah, secara kan sekarang Victor sudah mulai terkenal, banyak tawaran pekerjaan juga yang dia dapat, aku yakin wanita itu hanya sedang mencoba memanfaatkan Victor semata.'


Sheilin terlihat membaca beberapa komentar pedas dari mereka, komentar yang terus saja memojokkan dirinya tanpa ampun.


Rupanya inilah balasan dari Victor yang pada hari itu dikatakan di depan Sheilin.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?


"Hahh! aku tahu tidak ada yang akan percaya semudah itu dengan perkataan ku ini,"


Pria itu terlihat mengambil sesuatu miliknya, dan kemudian menunjukkan benda itu di depan semua kamera.


"Tapi aku punya bukti akuratnya, buku nikah ini adalah buktinya."


Ap-apa?


Sekarang Sheilin benar-benar mati kutu, dia tidak bisa melakukan apapun lagi. Bahkan andai kata dia berkata pada semua orang kalau buku nikah itu palsu, apa ucapannya akan lebih dipedulikan daripada ucapan Victor itu?


Dia sungguh kurang ajar! aku harus membuat perhitungan, tapi jika aku bertindak, dan kemudian terjadi sesuatu yang memancing publik, apa aku akan tetap aman?


'Iya benar, itu buku nikah mereka, kenapa Victor menyembunyikan semua ini dari kita? apa karena dia tidak mau karirnya hancur gara-gara berita pernikahan mereka?'


'Aku yakin Victor memang dijebak oleh perempuan itu!'


'Agaknya wanita itu juga yang pernah dikabarkan kencan dengan pengusaha ternama, Axelo, entah apa hubungan mereka kini masih terjalin atau tidak, tapi jika masih, pasti Tuan Axelo akan sangat kecewa dengan wanita ular itu.'


Amarahnya semakin memuncak saja, apalagi saat melihat komentar terkahir yang dia baca di ponselnya, geram sekali rasanya, mungkin jika ada pria brengsek itu di sini, ia pasti akan menebas lehernya sampai mati.


"Dasar sialan! kurang ajar!!"


Prak!!


Ia membanting ponselnya di atas lantai keramik, sampai-sampai ponselnya menjadi remuk dan berhamburan di sana.


Ia pun mulai mengepalkan erat kedua tangannya, membayangkan satu wajah pembuat sial itu di dalam otaknya.


Victor, aku tidak akan pernah mengampunimu!


\*\*\*\*\*\*\*



"A?"


Valesha sedikit terkejut saat mendengar seseorang membuka pintu kamarnya. Dia langsung menutup ponselnya dan kemudian mulai kembali beraktivitas seperti semula lagi.


Saat dia menoleh, rupanya Axelo yang datang, dengan wajah tampannya dan penampilan kerennya.


Huhh!


Apa hanya dia yang selalu terpesona pada penampilan Axelo? entahlah, setiap hari dia selalu memandang kesempurnaan yang ada pada Axelo, meski dia harus menelan pil pahit setelah mengagumi penampilan itu.


"Kenapa kau gugup?" mendapati wajah Valesha yang sedikit pucat.


"Um? gugup? gugup kenapa?" tanya Valesha mencoba untuk terlihat baik-baik saja.


Melihat sang istri yang tidak mau menjawab pertanyaan darinya, dia pun hanya lekas mendekat ke arah Valesha, dan kemudian berjongkok di depan wanita itu.


"Um?"


Valesha sedikit tertegun, dia terkejut melihat sang suami yang kemudian terduduk di depan tubuhnya.


Apa yang dia lakukan?


Gumamnya dalam hati, tentu saja dia pun dibuat tercengang, karena secara mendadak pria ini begitu aneh.


"Axelo."


"Luka di kaki kamu sudah sedikit membaik." Ucap Axelo setelah mendapati luka di kaki Valesha yang mulai membaik.


"Um?"


Dia memperdulikan luka di kakiku? padahal kan semalam bukan karena dia.


Pria itu terlihat berdiri dari posisinya, dan kemudian menatap wajah istrinya dengan tatapan yang sangat aneh.


Pria ini, kenapa?


Tanya Axelo bergumam sendiri, dia memang sudah sering mendapat perlakuan tidak enak dari Axelo, mungkin saja itulah alasan Valesha merasa bingung dengan perubahan sikap Axelo yang mendadak akhir-akhir ini.


"Aku tidak mau kau terkekang terus di dalam rumah," ucap Axelo pada wanita di depannya.


Sementara wanita yang dia ajak bicara terlihat diam dan mendengar perkataan Axelo. Sejujurnya wanita itu sendiri merasa bingung pada pria di depannya itu.


"Kau boleh bekerja, aku tidak melarang kamu, itu hak kamu sendiri." Ucap pria itu, tanpa memeluk atau berbuat nakal pada Valesha.

__ADS_1


A? apa aku tidak salah dengar? apa dia baru saja mengatakan aku boleh keluar rumah?


Terlihat Axelo yang kemudian pergi ke luar, dan setelah itu berhenti di ambang pintu.


"Tapi aku tidak mau punya istri yang larut pulang karena alasan pekerjaan," ucap Axelo sambil membelakangi Valesha.


Setelah itu, pria itu pun pergi dari sana, dan meninggalkan Valesha dalam diam dan rasa bingungnya.


Apa dia menyuruh aku bekerja di kantor ayahku?


Apa dia dan ayah baru saja bercakap-cakap? aku pikir, tidak mungkin kalau semua ini terjadi begitu mendadak.


Dia yang banyak pertanyaan di dalam benaknya pun berpikir untuk menanyakan semuanya pada sang ayah.


Tapi belum juga dia membuka ponselnya, panggilan masuk di ponselnya mendadak terdengar, dan saat dia melihat siapa yang membukanya, rupanya sang ayah yang menghubungi dirinya.


Bip!


Tanpa basa-basi dia pun langsung mengangkat panggilan dari ayahnya, agaknya dia memang perlu penjelasan dari sang ayah kali ini.


"Hallo, ayah, apa kau baru saja bilang.."


"Ayah memberitahu Axelo, kalau mulai hari ini kamu akan mulai bekerja di perusahaan, entah kamu setuju apa tidak, tapi ayah sudah menjelaskan semuanya pada Axelo, dan Axelo pun sudah setuju dengan itu."


"Ouh? begitu? apa ayah juga sudah bicara dengan Neil, dan Nyonya Ahwei?" tanya Valesha pada sang ayah, rupanya memang benar kalau ayahnya sendiri yang mengatakan hal itu pada Axelo, pantas saja wajah pria itu tidak terlalu senang.


"Aku sudah mengundang dia untuk datang ke rumah, nanti biar ayah jelaskan secara baik-baik, lagipula aku juga tidak akan membuang dia begitu saja, aku akan memberikan sedikit untuknya," sambung sang ayah di seberang.


Ouh? mengapa aku tak yakin semua ini akan berjalan dengan normal?


Benak Valesha pada diri sendiri.


"Aku tidak bisa memulainya hari ini, mungkin hanya setelah ayah benar-benar bicara dengan Neil dan Nyonya Ahwei." Ucap Valesha agaknya dia punya keputusan yang sangat tepat.


Dia juga tidak mau membuat saudara sepupunya berada dalam kesulitan. Sejauh ini dia memang sangat percaya pada Neil dan keluarganya, karena itulah dia lebih memilih tidak memegang perusahaan ayahnya di negara R.


Dan semua itu dia alihkan pada Neil, saudara sepupunya sendiri.


"Baiklah kalau itu mau kamu, ayah juga tidak mau melarangnya."


Ucap sang ayah pada putrinya. Dia memang selalu memberikan kebijakan untuk putrinya sendiri.


"Kalau begitu, ayah tutup dulu."


"Iya ayah." Jawab Valesha dengan singkat saja.


Kenapa pagi ini dipenuhi dengan kejutan?


Dia kemudian terlihat hampir menaruh ponselnya di atas nakas kembali, tapi mendadak seseorang kembali mengganggunya.


Agaknya mereka semua memang tahu kalau Valesha bukan orang yang sibuk. Jelas saja sejak wanita itu lulus kuliah, bukannya dia bekerja dengan baik, dia malah menikah, dan setelah dia menikah, alhasil kehidupannya mulai berubah, dia mulai terkekang dengan rumah tangga Axelo, dan karena pria itu juga dia tidak diperbolehkan keluar rumah.


Jadi dia sendiri harus merelakan karirnya yang mendadak hancur karena menikah dengan Axelo.


Bip!


"Hallo, Valesha, hu.. hu.. hu.. kamu dengar sendiri kan pengakuan Victor, aku sakit sekali, hu.. hu.. hu.."


Hahh!


Dasar wanita yang satu ini, kenapa bisanya cuma membuat ribut saja?


"Hahh! apa mau dikata, dia juga pria normal, ya sudah pasti menikah dengan wanita lah," jawab Valesha dengan sangat acuh.


"Tapi aku sungguh tidak rela, aku mengidolakan dia selama ini, aku berharap syuting film pertamaku aku bisa lebih dekat dengan dia, tapi sekarang, aku malah mendapat berita semacam ini, hu.. hu.. hu.."


Mendengar tangisan menderu dari seberang, Valesha pun hanya bisa terduduk di atas kasurnya sendiri.


"Hahh! mau gimana lagi? kehidupan mereka kan memang seperti itu."


Aku bahkan mendadak lupa soal berita ini, agaknya aku memang tidak harus peduli.


"Kamu hanya tidak waras saja karena terus mengharapkan pria yang tidak pernah mencintai apalagi mengenal kamu, hapus saja mimpi kamu itu, dan hiduplah secara normal seperti manusia kebanyakan."


"Aku tidak yakin apa aku bisa melakukannya.."


"Aish, kau ini! jangan terlalu berlebihan," ucap Valesha, "bagaimana dengan film pertama kamu itu? apa akan tetap membawa Victor juga sebagai lakon utamanya?" tanya Valesha mengalihkan perbincangan mereka, tidak mau melulu berbicara hati, mengingat dia sendiri bahkan tidak yakin hatinya sedang baik-baik saja atau mungkin bahkan lebih sakit dari dugaannya.


"Aku dengar dia tidak akan memerankan tokoh utama di dalam film ini, aku dengar perusahaan memintanya untuk tetap menjadi tokoh utama, tapi dia yang berpikir kalau dia tidak pantas, dan akhirnya dia memilih mundur."


"Hahh! aku tidak percaya itu," ucap Valesha pada sang sahabat.


\*\*\*\*\*\*\*\*



Tring!


Sebuah pesan masuk mendadak tertera di layar ponsel Sheilin yang satunya lagi.


Dia kemudian membukanya, dan wajahnya sangat terkejut secara tiba-tiba.


*Pria ini, mengapa bisa tahu nomorku yang lain*?


"*Selamat pagi istriku tercinta*.."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2