
"Tuan, sepertinya Nyonya hendak menuju ke kediaman sahabatnya." Ucap Oaklard yang terduduk di jok depan mobil Axelo, dan memang sudah ditugaskan untuk mengawasi dan mengikuti kemana arah taksi yang ditumpangi oleh Valesha melaju.
Axelo bergeming, menatap ke depan, dan melihat taksi yang ditumpangi oleh Valesha memang masuk ke dalam area perumahan di gang yang tak lumayan sempit juga, tapi memang hanya muat untuk satu mobil saja.
"Apa kita juga ikut masuk ke sana?" tanya Oaklard pada sang tuan.
Bagaimanapun juga dia memang harus meminta izin dulu sebelum bertindak, atau dia akan langsung ditendang keluar dari mobil ini.
"Ikuti saja," ucap Axelo dengan dalam, namun pemikirannya benar-benar dalam, tak ingin berlalu begitu saja dan pulang dengan sia-sia.
Oaklard dan sopir yang membawa mobil mereka terlihat mengikuti arahan dari sang tuan. Mereka membawa mobil masuk ke dalam gang tersebut dan terus mengikuti kemana kiranya mobil itu mengarah.
Hingga akhirnya mereka melihat mobil taksi yang ditumpangi oleh Valesha dan Geshka nampak berhenti di depan rumah.
"Berhenti!"
Seketika Axelo pun meminta sang sopir untuk menghentikan laju kendaraannya. Dia terdiam dalam posisi mobil yang lumayan jauh dari taksi itu berada, sampai-sampai saat Valesha keluar dari mobil tersebut, Valesha sampai tak menyadari ada Axelo pula di sana.
Matanya menatap dengan tajam langkah kaki Valesha yang kemudian masuk ke dalam rumah yang kemungkinan besar adalah kontrakan Geshka.
"Haha, iya, kau benar juga, kadang dia terlihat aneh bagiku!" ucap Geshka dengan gelak tawanya yang renyah.
Blam!
Pintu ditutup dengan sempurna.
"Huhh! Untung saja aku sudah memesan rumah ini melalui aplikasi, jika tidak, aku pasti bisa kesulitan menemukan tempat tinggal di kota ini," ucap Geshka sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang lumayan empuk memang.
Tak lama setelah itu, terlihat Valesha yang juga menyusul sahabatnya untuk duduk, dan kemudian bersandar di atas sofa yang sama.
"Apa perusahaan belum memberi kamu fasilitas apapun? kau kan datang untuk jadi pemeran di film, apa mereka tidak peduli pada artis mereka?" tanya Valesha merasa bingung dengan situasi yang tengah dialami oleh Geshka sekarang.
__ADS_1
"Kamu kan tahu sendiri kalau aku bahkan baru lulus casting dan baru mau ditunjuk jadi pemeran figuran di film ini, apa mereka akan semudah itu memberi aku fasilitas."
"Aku juga tak tahu, aku terlalu polos untuk masalah seperti itu," jawab Valesha dengan polos.
"Malam ini kau mau tidur di sini, kan? apa suami kamu memperbolehkan kamu menginap? aku lihat dia sangat baik, agaknya dia juga tidak mempermasalahkan kalau kamu menginap di sini untuk menemani aku." Ucap Geshka membuat Valesha bangkit dari sandarannya, dan mulai memposisikan dirinya terduduk tegap.
"Kau sudah buta, kau tidak melihat siapa dia yang sebenarnya, aish, menjelaskan padamu agaknya sedikit sulit, jadi lebih baik tidak aku jelaskan saja sekalian."
Jawab Valesha memang terdengar kacau. Entah karena dia yang kelelahan atau bagaimana, rasanya malas sekali kalau saat ini dia masih saja harus membahas tentang suaminya yang aneh itu.
"Baiklah, lupakan saja suami kamu itu," ucap Geshka sambil ikutan bangun dan terduduk tegak di samping Valesha, "malam ini mau makan apa? biar kita masak bersama." Wanita yang masih lajang itu bahkan terlihat tersenyum dengan sangat lebarnya.
Terkadang wanita ini benar-benar terlihat aneh, sejauh ini Valesha juga merasakannya. Tapi lagi dan lagi, dia terlalu nyaman bersahabat dengan wanita bodoh ini.
"Makan? masak? apa kamu baru saja berkata akan memasak?" memandang Geshka dengan bingung, penuh tanda tanya besar..
Dan dengan polosnya Geshka pun mengangguk dan tersenyum polos, atau mungkin bodoh.
Mendengar pertanyaan dari Valesha, tentu saja Geshka tampak menciutkan dua sudut bibirnya menjadi melengkung ke bawah, berkahir dengan sebuah kesadaran kalau dia memang bodoh.
"Kau benar, aku kan belum berbelanja." Jawab Geshka dengan polosnya.
"Ck," Valesha terlihat berdecak kesal disertai geram dan rasa heran di sana, entah sudah berapa kali dia dibuat seperti ini oleh Geshka, tapi anehnya lagi, dia tetap menganggap Geshka adalah wanita yang selalu bisa membuat dirinya tersenyum.
"Aku akan pergi belanja." Ucap Geshka sambil bangkit dari duduknya.
"Eits!"
Namun dengan sigap Valesha menghentikan wanita itu, "mau kemana kamu? kamu belum tahu daerah sini, bagaimana kamu akan menemukan tempat perbelanjaan?" tanya Valesha masih saja dibuat bingung oleh Geshka.
"Valesha, aku bisa jalan-jalan, lagipula ini adalah kali pertama aku menginjakkan kakiku di sini setelah bertahun-tahun lamanya, jadi aku akan berjalan-jalan di sekitar sini dan mencoba mencari makanan yang enak untuk makan malam kita."
__ADS_1
"Ini sudah hampir malam, bagaimana kalau ada orang jahat? kamu tidak takut?" tanya Valesha mencoba untuk menakut-nakuti Geshka.
"Ck," namun Geshka malah berdecak di depan Valesha, membuat hati Valesha makin merasa gagal dalam aksi membujuknya, "apa kamu pikir aku masih anak SD? atau kamu lupa kalau aku juga pernah menguasai bela diri sewaktu SMA? makanya jangan cepat tua, sudah menikah harus tetap muda, otak juga harus tetap muda, jangan mudah lupa pada masa lalu."
"Geshka, jangan pergi! kamu tidak tahu bahayanya di kota ini saat malam hari, bagaimana kalau kamu bertemu perampok? pembunuh? atau penculik?"
Mendengar keluh kesah sahabat baiknya, Geshka pun hanya bisa kembali terduduk di samping Valesha, memberi rasa kepuasan tersendiri pada diri Valesha.
"Aku sudah duduk lagi, apa sekarang kamu puas?" tanya Geshka pada Valesha, yang kemudian dibalas saja oleh Valesha dengan anggukan yang juga penuh dengan senyuman.
"Tapi aku lapar, apa kita akan makan sofa ini? atau ada simpanan makanan sisa di dapur? kau menyiksaku, Valesha! kau sungguh menyiksa aku, aku kelaparan, aku sungguh kelaparan dan akan mati."
Brukk!
Ambruk di sofa dan terpejam dengan perut yang terus saja berbunyi seperti konser cacing-cacing yang tengah bertempur sambil menabuh genderang perang.
"Jangan berlebihan, kita bisa berpuasa sampai esok, aku yakin kita tidak akan mati hanya dengan menahan lapar selama dua belas jam." Ucap Valesha memberi kekuatan pada sahabatnya.
"Kau tahu? aku makan tadi pagi pukul sepuluh, dan sekarang sudah pukul lima sore, ini saja aku sudah berpuasa selama tujuh jam, dan sekarang kau bilang kita harus kembali berpuasa untuk dua belas jam? hahhh! cacing-cacing di dalam perutku juga butuh makan."
Tok! tok! tok!
"Ah?"
Keduanya terlihat saling melempar tatapan mata dan bertanya-tanya satu sama lain.
"Apa kau punya teman yang kau undang juga?" tanya Geshka.
"Asal kau tahu saja, selain kamu, aku tidak punya teman."
"Lalu, siapa yang bertamu?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...