
Suara derap langkah kaki pun mulai terdengar memekakkan telinga, disebabkan oleh sepatu hak tinggi yang sengaja dia beli sewaktu berada di luar kota.
Di tengah-tengah riuhnya suasana restoran yang padat dikunjungi ratusan orang tersebut, terlihat satu sosok wanita yang sama sekali tidak membuat kedua mata Axelo pangling dibuatnya.
Ia tahu betul siapa wanita yang tengah berjalan menuju ke arahnya, dengan sepatu hak tinggi yang menciptakan bunyi cukup keras, bahkan sampai membuat beberapa kepungan orang di beberapa meja menoleh ke arahnya.
Tak!
Puas Axelo memandangi langkah kaki tersebut, akhirnya sekarang pemilik kaki jenjang itu pun terlihat berhenti, tepat di hadapan Axelo.
Axelo terlihat memicingkan matanya, mengangkat alis pada bagian mata sebelah kiri, dia merasa kikuk melihat penampilan wanita di depannya tersebut.
Tanpa mendongak apalagi sampai menatap wajah Sheilin, Axelo langsung meminta Sheilin untuk duduk, dan dihadapkan olehnya satu gelas anggur berwarna merah padam.
"Minum dulu, kita akan bicara setelah kau minum." Ucap Axelo dengan syarat yang sangat dalam.
__ADS_1
Sheilin tak menaruh kecurigaan sedikit pun dari Axelo. Dia hanya membalas dengan senyum renyahnya, dan kemudian menyambar satu gelas anggur yang sengaja disuguhkan oleh Axelo untuk dirinya.
"Heng, aku pikir kau mengajak aku bertemu untuk apa, rupanya kamu hanya sedang merindukan aku?" tanya Sheilin. Wajahnya berbinar seperti berlian yang disiram menggunakan air jernih.
Namun sayang seribu sayang, dia hanya tak pernah tahu, bahwa jika dia dia merasa pintar, maka ada seseorang yang pintarnya bahkan jauh dari dirinya.
Dan itu tentunya bukan juga untuk Axelo.
Dari suara yang masuk ke dalam salah satu telinga Axelo.
Sekilas terlihat Axelo yang memiringkan senyuman dan. kemudian beralih terkekeh entah dibuat apa. Ya, Sheilin memang belum tahu mengapa Axelo mendadak tersenyum dan bahkan terkekeh sampai seperti itu di depannya.
Namun belum juga dia usai dalam berpikir, mendadak rasa pusing mulai melanda kepalanya. Dia pijit saja bagian pelipisnya, dan kemudian mengeluh saja dia pada sang pria di depannya.
"Axelo, kenapa kepala aku pusing, ya?" tanya Sheilin bergumam tak terlalu jelas.
__ADS_1
Axelo terlihat terus menatapi wanita gila di depannya, dan kemudian terus menatapinya sampai kedua sorot matanya berbuah menjadi sebuah kemenangan.
Ia bahkan berhasil dengan mudahnya membuat sosok seperti Sheilin tertidur hanya dalam waktu tak kurang dari satu menit.
Wanita di depannya yang terlihat ambruk di atas bangku restoran, membuat semua pengunjung menatap ke arah dimana Axelo dengan gagahnya tersenyum puas. Namun senyumnya itu, tidak ada yang bisa melihatnya.
Ka memang terlalu pandai berpura-pura.
Salah seorang pengunjung berkata pada Axelo setelah melihat Sheilin terkapar dan ambruk tak berdaya di atas meja restoran. Pada mulanya mereka memang menduga kalau Axelo berbuat suatu hal pada Sheilin.
"Hei! apa yang kau lakukan dengan wanita itu?!" teriak salah seorang pengunjung dengan suara lantang, seperti berani saja jika pada saat itu Axelo memilih maju dan berduel di atas ring tinju.
Namun masuknya pria itu ke dalam situasi ini bukanlah untuk dipedulikan. Dan itu tidak termasuk dalam skenario yang direncanakan oleh Axelo.
Axelo pun hanya terlihat berdiri dan meminta maaf, "maafkan aku, istriku mabuk karena tak biasa meminum anggur, saja akan bawa dia pulang."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...