
Citttt!!!
Mobil yang sedari tadi membuntuti Ashkan tampak berhenti di tempat dimana Ashkan berhasil menjatuhkan mobil satunya ke dalam jurang.
Dia terlihat bersembunyi di balik semak belukar yang ada di sisi jalan. Sementara kedua matanya tetap saja memicing menatapi setiap pergerakan yang musuh lakukan.
Blam!
Mereka tampak keluar dari mobil mereka dan mulai berjalan melongok ke arah jurang. Mereka mendapati mobil kawan merasa yang sudah hancur berkeping-keping di kedalaman seratus meter tersebut.
Tampak satu orang pria menggaruk kepalanya dengan kesal, mereka bahkan tidak menduga kalau semua ini akan bertambah menyulitkan.
"Arkh! sialan! kenapa dia bisa kabur?" tukas salah satu dari mereka, agaknya dia yang memimpin mobil tersebut, pria bertubuh besar dan punya langkah yang lebar..
Mereka semua sibuk melongok ke bawah sana dan melihat bagaimana mobil itu dari atas saja sudah kelihatan hancur leburnya.
Tak tahu kondisi para manusia di dalam sana, apa selamat atau hanya tinggal raga tanpa nyawa saja yang tersisa.
Namun mereka menduga kalau semua manusia di dalam mobil yang terjatuh di bawah sana pasti lah sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
"Bos, dimana kiranya laki-laki itu" tanya salah satu di antara mereka pada pemimpin mereka.
"Dia sudah pasti kabur dan lari menjauh dari sini, dia pasti sangat handal dalam mengemudi, karena itulah tim pertama yang memilki sopir handal sekalipun bisa terkecoh oleh pergerakan dirinya." Ucap sang bos kepada mereka semua.
Sekarang mereka benar-benar seperti anak buah yang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun lagi untuk saat ini. Agaknya dia akan pulang dan siap dipenggal kepalanya oleh bos besar mereka.
Namun di sisi lain, tampak seseorang yang masih saja terlihat tersenyum di balik jok kemudinya. Dia bahkan bisa mengawasi mereka semua dari balik semak-semak, namun anehnya lagi, mereka semua tidak ada yang menyadari akan keberadaan dirinya.
Dia telah bersiap dengan senjata api di tangannya, dan bersiap untuk melawan mereka kapan saja mereka menyerang dirinya.
Namun agaknya dia bernasib baik hari ini. Dia melihat para pria itu berpikir kalau dirinya sudah berlari jauh dan kabur.
Dia berpikir kalau pria itu pasti tidak akan bisa lagi mereka kejar, dan akhirnya keputusan untuk pulang pun mereka ambil secara terpaksa. Meski mereka tahu ini akan sangat berbahaya bagi mereka semua, tapi mereka benar-benar tidak bisa mengejar pria yang menjadi target mereka.
__ADS_1
"Hemm, kita tidak akan bisa menjangkau pria itu lagi, semuanya jelas sudah terlambat, dia pasti sudah sangat jauh, dengan Medan yang cukup sulit untuk ditempuh, kita pasti akan tertinggal cukup jauh dari dia, kita kembali saja ke bos."
"Ba-baik."
Terlihat semua orang mulai masuk ke dalam mobil mereka, dan mobil pun diparkiran dengan sangat hati-hati untuk berbalik arah..
Mereka kemudian menjalankan mobil mereka kembali, dan akhirnya mobil pun berhasil menjauh dari Ashkan berada.
Fuhhh!
Ashkan terlihat menghembuskan nafasnya dengan sangat lega, manakala mendapati kalau dirinya sudah aman dari para pria itu.
Namun dia tak sepenuhnya lega. Dia kasih belum mendapati jawaban apapun tentang racun yang ada di tangannya itu, bahkan dia malah mendapat satu pertanyaan baru lagi yang harus dia ketahui jawaban nya.
"Siapa mereka semua itu? kenapa mereka menginginkan racun ini? apa mereka adalah orang yang berhubungan dengan racun ini? atau mereka adalah orang yang sengaja dijadikan kaki tangan untuk merampas racun ini dariku? apa mungkin, kakak yang mengirimnya?"
Dia jadi banyak bertanya-tanya tentang semua teka-teki yang tidak bisa dia jawab sama sekali.
Dia yang bingung dan juga beku akibat semua permasalahan yang dia hadapi itu akhirnya hanya bisa terlihat terdiam sambil terus berpikir dan melakukan laju mobilnya yang akhirnya juga bergerak pergi meninggalkan jalanan sulit itu dengan ribuan tanda tanya masih saja bersemayam di otaknya, hingga membuat seisi kepalanya terasa beku untuk jangka waktu yang cukup lama.
Tapi dia jelas bukan pria yang bodoh. Mana mungkin dia akan meminta bantuan dari kakaknya, jika ternyata malah kakaknya sendiri yang memiliki racun itu.
Jika saja dia punya seseorang yang lebih tahu mengenai semua ini, mungkin dia akan lebih muda mengetahui segalanya, mengetahui apa mungkin yang ada dalam racun ini dengan yang ada di tubuh Tuan Wishnu Fotham adalah sama atau tidak.
Tapi jelas ini bukan perkara yang mudah untuk ditebak.
Mereka bahkan tidak sepenuhnya bisa Ashkan percaya, jangankan untuk orang lain, untuk kakak kandungnya pun tidak bisa dia percaya.
Bagaimana aku bisa mencari tahu tentang semua ini?
Dia pun hanya terus melajukan mobilnya untuk menjauh dari jalanan tersebut dan mulai memasuki jalan raya kembali.
...----------------...
__ADS_1
Syurrrrrrr!!
Dia terlihat mengguyur kembali sekujur tubuhnya di kamar mandi usai menikmati percintaan yang sangat menggelora bersama dengan sang suami.
Wajahnya bahkan terlihat begitu kusut, seperti cucian yang belum disetrika. Jika kebanyakan wanita akan merasa senang dan berbinar setelah melakukan aktivitas ranjang bersama dengan suaminya, maka hal itu jelas berbeda dengan yang dialami oleh Valesha.
Wanita itu selalu saja menekuk wajahnya ke bawah setiap kali dia selesai melayani suaminya.
Ia bahkan tak mau tersenyum meski hanya sedikit garis tipis yang samar-samar terlihat. Sama seperti sebelumnya, dia juga selalu saja merasa menyesal setiap kali sehabis melayani suaminya.
Sampai kapan kiranya hal ini akan terus dia lakukan? apa sampai dia benar-benar bisa menjatuhkan Axelo dan membuat pria itu serasa jera? atau sampai dia bisa memenggal kepala Axelo dan membuang kepala pria itu ke dasar lautan?
Huhh!
Entahlah, ia sendiri bahkan hanya bisa terus mengalah dan tidak bisa melawan. Tentu saja perbandingan kekuatan adalah salah satunya yang dia jadikan alasan kuat.
Dan akhirnya sekarang dia pun hanya bisa kembali lagi seperti Valesha yang sebelumnya, mengalah dan terus mengalah demi ayahnya, supaya ayahnya selamanya berada dalam posisi aman.
Dia mulai beranjak dari kamar mandi setelah berhasil mengguyur tubuhnya yang penat sehabis bercinta.
Namun saat dia keluar dari sana, dia tak mendapati satu orang pun di atas kasurnya, ups, maksud dia, dia tak mendapati suaminya ada di sana.
Padahal sebelumnya pria itu jelas terkapar dan kelelahan di atas ranjang dan hampir tertidur dengan lelap.
Agaknya kemana pria itu pergi sekarang?
Kemana dia pergi? apa dia berjalan saat tidur? hahh! tak kusangka dia bosan juga menungguku mandi..
Tersenyum puas.
"Hei, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita semua, mau turun untuk mencicipinya?"
"Um?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...