Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Membujuk Valesha


__ADS_3

Blam!


"Aku tidak mau makan! biar saja aku mati, bukankah lebih baik jika begitu?" teriak Valesha dari dalam kamar membuat rasa frustasi semakin menggerayangi otak kesayangan Ashkan, dan membuat pria dingin itu terpaksa harus meluluhkan hatinya demi bisa membujuk wanita istimewa milik kakak kandungnya itu hanya untuk sekedar makan.


Fuhh!


Ia nampak menghembuskan nafasnya dengan kasar, merasa kesal dengan apa yang dia hadapi pada saat ini, namun sebisa mungkin dia harus bisa melaluinya dengan baik-baik saja.


Setelah dia merasa hatinya mulai membaik dan tenang, kini akhirnya dia berani mendekat ke arah pintu masuk kamar Valesha, dan kemudian mengetuk pintu tersebut dengan sangat halus.


Tok! tok! tok!


"Kau masih tidak mau keluar untuk makan?" tanya dia dengan sangat lembut, dia bahkan nampak 360° jauh berbeda dari sikap aslinya.


"*Tidak mau!! peduli apa kamu sama aku!? jangan bilang kalau ini semua permintaan laki-laki bajingan itu! aku tidak akan pernah menuruti kemauannya*!"


Namun teriakan penolakan yang jelas terdengar di kedua telinga Ashkan dan para pelayan di sampingnya sangat menghujam kesabaran Ashkan, dan memaksa pria itu untuk berbuat yang lebih kejam lagi.


"Hei gadis! kau sudah membuat kesabaranku habis, jangan salahkan aku jika berbuat nekad!"


Ashkan nampak mengambil ancang-ancang dari kejauhan, dan dengan jiwa laki-laki yang dimilikinya, ditambah dengan kekuatan hebat tak tertandingi, akhirnya dia mencoba mendobrak pintu yang terkunci dari dalam dengan sengaja oleh Valesha tersebut.


Gubrak!!


Tanpa menunggu waktu yang lama, akhirnya pintu pun berhasil dibuka, memperlihatkan sosok wajah Valesha yang pucat dan dalam tengah berada di atas kasur dengan terkejut.


Dengan langkah kaki yang sangar dan juga berwibawa, di tambah lagi dengan sikap mafianya yang membuat gadis manapun merasa dibuat candu olehnya, Ashkan nampak berjalan mendekat ke arah Valesha, dan kemudian menarik lengan tangan kanan Valesha tanpa ampun.


"Aw! sakit! bisakah tidak melakukan kekerasan seperti yang biasa kakak kamu lakukan padaku?" tanya Valesha dengan tatapan mata sayup tak berisi apapun.

__ADS_1


Ashkan bahkan sangat mengerti itu. Dia tahu persis kalau sekarang gadis itu pasti tengah dibuat kelaparan setelah dua hari mengurung diri di dalam kamar karena hukuman.


Karena itulah dia tidak mau gegabah, memarahi Valesha untuk sekarang ini agaknya bukan waktu yang tepat. Gadis ini sedang merasa kelaparan dan juga kesakitan karena menahan lapar dan haus.


Ini semua karena wanita iblis itu, seharusnya Axelo segera menyingkirkan Sheilin dari hidupnya, atau mungkin, Axelo sengaja mempertahankan wanita itu hanya karena ingin membalas dendam?


*Mungkin saja*...


Huhh!


Lagi dan lagi Ashkan berusaha untuk membuang nafasnya yang tertahan dan membuat dadanya sesak itu dengan kesal, dan mulai mencoba lebih sabar menghadapi wanita nelangsa ini.


"Kau harus makan, kau jika tidak kau bisa sakit," ucap Ashkan dengan sangat lembut.


"Tidak mau!" tapi lagi lagi Valesha kembali menolak penawaran Ashkan padanya.


Ayolah Valesha, kau sudah pucat pasi begitu, mengapa masih saja menolak tawaran makan dari Ashkan?


Ia akhirnya mencoba meluluhkan hatinya sendiri, untuk yang ke sekian kalinya, mencoba untuk membujuk Valesha dengan semampunya.


Ia menatap kedua mata Valesha, memegang dan menguatkan pundak Valesha dengan kedua tangannya, dan kemudian dengan pesona yang dia miliki membuat wanita itu terpaku di tempatnya.


"Kau harus jadi wanita yang kuat, seharusnya kau tidak perlu mendengarkan ucapan Sheilin, kau dan dia jauh berbeda, Axelo menganggap kamu sebagai istri sahnya, tapi Axelo hanya menganggap Sheilin sebagai kekasih gelapnya, sudah jelas kedudukan kamu seharusnya jauh lebih tinggi dari wanita buaya itu." Ucap Ashkan berusaha untuk menghibur wanita di depannya.


"Kau ini sedang membujuk aku, atau sedang mengatakan kalau Kakak kamu tidak pernah bersalah lagi? aku sudah muak karena kekaguman kalian padanya, sedangkan kalian selalu diam saat dia menindasku," ucap Valesha, tanpa dia sadari, air mata itu kembali menitih di pipinya dengan sangat menyakitkan.


Hiks.. hiks..


Tak tega melihat wanita itu berada dalam kesedihannya, Ashkan buru-buru melarak lengan wanita yang sekarang telah sah menjadi istri kakak kandungnya itu, dan kemudian mendekapnya dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


Bodohnya lagi, mengapa Valesha tak menolak pelukan yang diberikan oleh sang adik ipar untuknya itu? bukankah dia seharusnya sadar posisi semacam ini tentu saja akan sangat membuat dirinya berada dalam gunjingan hebat?


Tapi dia tak lagi peduli. Dia hanya terdiam dalam pelukannya yang hangat dan nyaman, membuat semua keluh kesahnya pun pada akhirnya dia tumpahkan pula di sana, dengan perasaan yang tercurah tak bisa dia gambarkan bagaimana rasanya.


Ia semakin tersedu, sama halnya seperti Ashkan yang semakin erat mendekap tubuh mungilnya.


Namun pria itu masih sadar akan posisinya. Rasa canggung itu memang sedikit ada, bagaimanapun hubungan mereka adalah saudara ipar, dan berpelukan semacam ini, sangat membuat dirinya berada dalam ketidak nyamanan.


Tapi perasaan itu sengaja dia kesampingkan, mengingat hanya pelukan hangat ini yang bisa membuat perasaan Valesha sedikit lega.


*Kakak, aku minta maaf, tapi dia sudah sangat menyedihkan, aku akan merasa bersalah jika tidak melakukan apapun padanya*..


"Bodohnya aku yang tidak mengerti apapun, bodohnya aku yang tak pernah tahu cerita masa lalu tentang kedua orang tuaku dan juga kedua orang tua kalian," ucap Valesha masih dengan Isak tangisnya.


Menyadari akan ucapannya, Valesha akhirnya segera melepas pelukan pria itu, lalu menatap kedua mata Ashkan dengan sangat sendu.


Ashkan hanya bisa terdiam dan tertegun mana kala gadis itu menatap kedua matanya dengan penuh pengharapan, seolah sekarang dialah yang menjadi pengabul apa yang tengah Valesha harapkan.


"Ashkan, bisakah kau memberitahu aku kenapa Axelo sangat membenci keluargaku? bisakah kau mengatakan padaku alasannya? aku harus tahu, aku harus tahu apa yang terjadi pada masa lalu kami, tolong bantu aku.." ucap Valesha dengan sangat memohon, namun apalah daya, Ashkan malah tertegun di tempatnya.


Gadis itu meraih tangan Ashkan yang bingung dan kemudian meminta hal yang sama satu kali lagi.


"Jawab pertanyaan dariku, Ashkan, kenapa dia begitu membenci keluargaku, apa kami pernah berbuat salah pada kalian?"


Deg!


Jantung Ashkan bergemuruh dengan hebat, tak bisa berkata-kata dan berbuat di depan Valesha, dia sungguh berada dalam posisi yang membingungkan.


*Kakak, aku berada dalam posisi sesulit ini, andai aku mengatakan padanya yang sesungguhnya, apa kamu tidak akan marah*?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2