Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Kacau


__ADS_3

Tak lama keduanya saling bertatap muka, sampai akhirnya terdengar mobil yang mulai mendekat ke arah mereka berdua, dan kemudian terlihat berhenti.


Cklek!


Nampak seorang wanita keluar dari mobil taksi berwarna oranye itu dan langsung datang menghampiri Valesha di sana.


"Valesha, kamu kenapa? apa kamu baik-baik saja?" tanya Geshka yang tampak mencemaskan Valesha.


Valesha tak menjawab apapun. Kedua matanya masih menyorot tajam ke arah Axelo, hingga beberapa saat kemudian, dia akhirnya segera mengajak Geshka untuk pulang.


"Geshka, aku mau tidur di rumah kamu."


Ucap Valesha dengan lirih, bahkan tidak terlalu terdengar di kedua telinga Axelo yang tengah membatu.


Suara Valesha terdengar serak, seperti tengah kehilangan nafas dan juga kehilangan pita suaranya. Mungkin kejadian ini benar-benar membuat Valesha lemah.


"Baiklah, ayo kita pulang."


Tanpa banyak bertanya lagi, Geshka pun segera membawa Valesha pulang dan meninggalkan Axelo yang berdiri seperti patung di sana.


Pria itu terlihat memandangi kepergian istrinya dengan Geshka, mengantar kepergian Valesha dengan hatinya yang terasa hancur, pun juga remuk, sampai akhirnya tidak terlihat lagi mobil oranye itu dari pandangan matanya.


Ia mengambil ponsel dengan tenang, dan kemudian menghubungi seseorang.


Bip!


"Kirim seseorang untuk menyelidiki kejadian ini, jangan libatkan adikku, dan jangan beritahu dia apapun, atau dia hanya akan menghancurkan segalanya."


Bip!


Sambungan segera dimatikan. Dia kemudian kembali tertegun dengan sebuah perkataan yang tidak akan bisa dia lupakan, dan mungkin, akan jadi jalannya untuk kembali.


"Hanya jika kau tidak bersalah."


Sejenak dia termenung, memikirkan sesuatu.


Apa jika aku tidak bersalah, kau mau kembali padaku lagi!?


...****************...


"Kenapa ibu dan kakak selalu saja berusaha untuk menghancurkan keluarga Fotham, bukankah kalian sendiri masih belum yakin apakah kematian ayah disebabkan oleh pria itu!?" tanya Ashkan dengan nada yang cukup tinggi pada ibunya.

__ADS_1


Namun ibunya sama sekali tidak peduli, jangankan peduli, mendengar saja tidak.


"Ibu, kalian tahu seberapa berharganya Tuan Wishnu untuk Valesha, jika kalian membunuh Tuan Wishnu, lalu siapa lagi yang akan menemani Valesha dalam hidupnya?"


Seseorang yang sedang marah.


Blam!


Sekian lama Ashkan tidak dipedulikan oleh ibunya, akhirnya sekarang datang pula Axelo dengan wajah datarnya mendekat ke arah keduanya dengan tatapan tajam.


Dia makin tajam, mendekat semakin dekat ke arah Ashkan, dan kemudian raut wajahnya seketika berubah memerah dipenuhi amarah.


Dalam perjalannya mendekat pada sang adik, dia juga mengepalkan tinju di tangannya, dan kemudian langsung membungkam mulut adiknya itu dengan pukulan di atas meja.


Brak!!


Meja bergetar dan menimbulkan suara yang sangat mengganggu di sana, membuat dua di sekitarnya tampak tak lagi punya keberanian.


"Sudah aku bilang ini urusanku, kenapa kalian berdua masih saja ikut campur?" tanya Axelo dengan nada yang sangat dalam.


Kedua orang di sampingnya masih saja diam seribu bahasa, tak mau berkata apapun, apalagi sampai mencela perkataan Axelo barusan, atau mereka sendiri yang akan habis nantinya.


"Adikku, kau punya bukti apalagi mengenai tuduhan kamu itu?" tanya Axelo dengan datar.


Ashkan malah terlihat memalingkan mukanya dari arah wajah Axelo, dan kemudian melangkahkan kedua kakinya keluar dari sana.


"Lihat saja sendiri, kau tidak akan bisa mengelak lagi," ucap Ashkan sambil berjalan keluar, tak mau mendapati situasi menjadi sangat rumit.


Blam!


Pintu ruangan dibanting dengan sangat mengerikan oleh Ashkan, membuat kedua orang terkurung di dalam ruangan Axelo yang begitu luas.


Sayang sekali, seseorang yang terkurung dengan Axelo, hanyalah seorang wanita yang tak mau disalahkan, penuh ambisi ingin menang, dan tidak suka didebat oleh putranya sendiri.


Hahh!


Axelo memijit pelipisnya, seakan semua ini hampir saja memecahkan kepalanya. Namun entah bagaimana bisa semua ini merujuk pada dirinya, apa mungkin benar kata Ashkan, semua bukti tidak akan bisa membuat dia mengelak?


Namun dia tak juga terburu-buru menggapai sebuah berkas dari Ashkan di atas meja kerjanya. Dia lebih dulu melihat monster mengerikan yang sebelumnya begitu dia hormati, bahkan dia ingin menjadikan pembalasan dendam ini untuk wanita tersebut.


Sayang sekali, akhir-akhir ini dia bahkan tak lagi percaya pada wanita ini.

__ADS_1


"Kenapa ibu mendadak datang? ada urusan penting?" tanya Axelo pada ibunya sendiri, dengan suara yang datar, dan tatapan yang sengaja tidak dia tujukan pada wajah Armei.


"Ibu datang karena ibu mendengar kamu berhasil merebut perusahaan ayah kamu, tapi ternyata ibu menyaksikan sendiri bagaimana dia melepas perusahaan ayah kamu padamu, ibu sedikit merasa senang." Ucap Nyonya Armei dengan senyum tipis di wajahnya.


Namun Axelo malah berbeda. Dia yang dulunya berpikir akan senang jika menemukan kehancuran pada keluarga Fotham, kali ini dia mendadak seolah melihat ada sesuatu yang ada di dalam keluarganya, mungkin berjenis seperti, pengkhianat.


"Baiklah, Axelo sedang tidak mau diganggu oleh siapapun, pulang saja ke luar kota jika ibu sudah selesai dalam pekerjaan, aku bukan orang yang tidak sibuk juga."


Axelo lekas menyibukkan dirinya lagi dengan puluhan kertas di atas meja, dan mengacuhkan ibunya.


Merasa kehadiran dirinya malah mengusik Axelo, dan parahnya lagi, dia mendapat pengusiran dari Axelo, Nyonya Armei pun kemudian terlihat bangkit dari kursinya, berjalan pelan ke arah pintu, dan menggapai gagang pintunya.


"Aku harap kau mengambil keputusan yang bijak mengenai wanita itu," ucap Nyonya Armei seketika membuat jari jemari Axelo yang tengah sibuk entah mencoreng kata-kata apa di atas kertas putih pun akhirnya terlihat berhenti.


Axelo tertegun, bersamaan dengan ibunya yang membuka pintu dan kemudian keluar.


Blam!


Pintu ditutup dengan sangat rapat, sampai akhirnya kini hanya menyisakan dirinya saja di sana, tanpa ada teman seorang pun.


Dia masih saja termenung, sampai dia akhirnya menghentikan lamunannya itu saat kedua matanya menatap semua bukti yang dikumpulkan oleh Ashkan di atas meja.


Ia lekas menggapainya, dan kemudian membuka semuanya satu per satu. Dia begitu terkejut melihat pemandangan mengerikan di sana, dengan semua bukti yang memang mengarah kepadanya, mulai dari virus yang ditemukan di atas meja kerjanya, kemudian rekaman cctv dimana dia melihat seorang anak buahnya yang berada di rumah Tuan Wishnu.


Padahal sejauh ini, dia tidak mengirimkan seseorang ke kediaman Fotham. Lalu kenapa semua ini bisa ada?


Kecuali, jika orang itu sengaja menjebak dirinya.


Dia kembali mengambil ponselnya dan lekas menghubungi seseorang melalui sambungan.


Bip!


"Aku minta kau untuk segera datang, jangan memperlambat waktu."


Bip!


Sambungan dia matikan, sembari menunggu seseorang datang ke ruangannya.


Mengapa semuanya begini?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2