Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Ashkan, Aku Tahu Kamu Bohong


__ADS_3

Menangis saja Valesha dengan lirih, sebab ia Tan diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan dimana sang ayah seharusnya membutuhkan kehadiran dirinya di sana.


Mendadak dia jadi kesal. Mendadak dia juga berubah benci. Seseorang dibalik semua ini, haruslah membayar tuntas atas apa yang telah terjadi pada ayahnya tersebut.


Seseorang itu, entah dari kalangan mana, entah dari keluarga mana, entah siapa, dan entah dimana tinggalnya. Namun beberapa benang kebencian dan dendam akhirnya teruntai di dalam batin Valesha, hingga menyumpahi orang misterius itu.


Aku tidak peduli, jika itu Axelo, atau siapapun yang terdekat denganku! siapapun dia, dia sudah menghancurkan hidup ayahku, meski mungkin ayahku juga punya salah di sini, tapi aku bersumpah, tidak ada kematian untuk ayahku, kecuali dia yang lebih dulu mati!


Di sisi lain, tampak kedua mata elang milik Axelo yang berulang-ulang kali mencoba untuk memberi kode pada sang adik. Dia sendiri bahkan tidak menyangka kalau adiknya sendiri akan sebodoh ini sampai-sampai tidak mengerti dengan kode yang dia berikan.


Aku minta lepaskan tanganmu dari istriku, bodoh!


Umpat Axelo di dalam hatinya. Di luar, dia tampak menggertakkan gigi-giginya, sembari menatapi sang adik yang masih saja polos, atau mungkin, jangan pura-pura polos.


Hingga dia jenuh dengan kode yang hanya percuma saja dia berikan, akhirnya setelah beberapa menit menunggu, Ashkan mulai mengerti dengan tatapan sang kakak.


Ia yang sejak tadi memang tak sadar akan sentuhannya pada si kakak ipar pun lekas melepaskan pergelangan tangan Valesha yang mulai mengeras, membentuk kepalan nan kuat dan kokoh.


"Ckck, kau ini! padahal aku tidak sengaja." Gumam Ashkan sembari memalingkan muka, mencoba membuang muka daripada Valesha, mungkin hal itu juga dia maksudkan agar tidak terlalu memiliki perasaan memberatkan antara dirinya dan Valesha.


Aish! perasaan apa yang dimaksud disini? bukannya dia sendiri melepas tangan Valesha juga karena wanita itu adalah tak lain dan tak bukan adalah istri kakaknya sendiri?


Apalah yang tengah dia pikirkan?

__ADS_1


Mendadak dia jadi pria menyedihkan yang bernasib macam nyamuk yang ditaklukkan oleh pukulan tangan.


Ia jadi sedih sendiri mengingat nasib malangnya.


"Uhm, baiklah, aku, harus pergi." Ucap Ashkan dengan gugupnya, mencoba untuk segera pergi dari sana.


Hap!


"Ashkan!"


Namun belum juga ia berbalik, sebuah tangan menjulur mencegat langkah kakinya dengan cepat, membuat dia harus berhenti.


"Um?"


Ia yang tak tega pun hanya bisa menoleh mencari arah pandangan lain, hingga dicapai olehnya wajah sang kakak yang bertambah murka.


Tapi maaf Axelo, kali ini bukan Ashkan yang memulainya, tapi Valesha yang berinisiatif.


Ashkan yang gugup pun hanya bisa mencoba untuk tidak menatap kedua orang di tempat masing-masing, dan mencoba untuk melepaskan pegangan tangan Valesha.


"Kakak ipar, aku..."


Mencoba melepaskan tangannya sendiri.

__ADS_1


Hap!


Namun tangan kedua milik Valesha hadir, membuat jeratan yang cukup erat pada pergelangan tangan Ashkan, membuat pria yang enam tahun lebih tua dari Valesha itu mulai nampak kecemasannya.


"Ashkan, aku mohon..." binar mata memelas, "kau hanya sedang membohongi aku, kan? aku tahu, aku mohon, jangan halangi aku masuk ke ruangan ayahku, kau bisa melindungi aku jika kau khawatir dengan keadaanku, tapi aku benar-benar sudah siap menyaksikan segalanya."


"A? tapi, aku.. aku.."


"Aku mohon..."


Menggertakkan gigi kembali.


Mengepalkan kedua tangan.


Urat-urat syaraf mulai mengencang.


Ciri-ciri dari seorang pria yang ada, namun sama sekali tidak dianggap.


Selamat tinggal Axelo Devandra Wicaksono..


Xixixi..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2