
"Kamu!"
"Mau lari kemana lagi kamu?" tanya Axelo dengan senyum smirk nya.
"Rupanya sejak dulu sampai sekarang, kamu masih saja sama, merasa seolah-olah paling benar di atas segala-galanya!!"
"Tidak salah lagi, kamu memang masih sangat mengingat aku dengan baik."
Humph!
Merasa tidak perlu lagi menggubris pria di depannya, Valesha pun hanya bisa meninggalkan Axelo dengan segudang perasaan kesalnya. Ia mengacuhkan pria itu dengan sebisa mungkin.
Tentu saja dia bisa melakukannya. Bukankah sudah sejak lama dia memendam kebencian ini pada Axelo. Lalu mengapa dia tak tega untuk meninggalkan pria ini?
Grep!
Ah, namun sayang sekali. Sebegitu kerasnya seorang Axelo menginginkan dirinya, bahkan sampai ketika Valesha hendak pergi pun pria itu masih saja berusaha untuk mencegatnya. Lebih dari itu, dia bahkan langsung memeluk tubuh kecil mungil milik Valesha, dan mendekapnya dengan erat.
"Diamlah sejenak, aku tidak tahu harus bagaimana, tapi rindu ini sangat membunuhku, biarkan aku mengobati kerinduan mendalam ini meski hanya untuk sejenak saja." Ucap Axelo sembari mengatur nafasnya.
Pria itu lama memejamkan kedua matanya seraya menikmati kerinduan yang pada akhirnya terlampiaskan. Ia bahkan tahu betapa Valesha ingin segera lepas diri dari pelukannya. Namun dia sungguh tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Valesha pun tak bisa menampik. Hatinya yang ternyata sebegitu rapuhnya membuat dia terdiam membiarkan Axelo meluapkan rindunya yang teramat dalam. Jujur saja, seolah rasa nyaman itu, ia sendiri pun kembali merasakannya.
__ADS_1
Entahlah!
Sejak dahulu dia memang terlalu munafik. Bertingkah seolah dia benar-benar membenci dan tidak ingin melihat muka Axelo lagi. Namun, dibalik sikapnya yang keras itu, dia memang tak sanggup berbohong, hatinya memang masih tetap untuk seorang pria bernama Axelo.
Dalam kondisi berdekatan dan mengalami kontak fisik dalam waktu yang agak lama itu, mendadak Axelo ingat akan suatu hal. Dia yang semula hanya terdiam dan menutup kedua matanya pun mulai terlihat memicing.
"Oaklard bilang padaku, kalau kau melahirkan anak empat setengah tahun silam, apa itu benar?"
Deg!
Seketika Valesha langsung membuang kedua tangan Axelo dari pinggulnya, dan kemudian segera berbalik menatap wajah pria itu.
"Itu tidak benar! siapa yang memberitahu kamu tentang berita itu?"
"Axelo, jika kau menginginkan anak, kenapa kau tidak menikah lagi dengan seorang wanita?"
"Kau pikir aku akan menikahi laki-laki?" tanya Axelo sembari mendekap pinggul wanita itu, hingga teramat dekat lah antara Axelo dengan Valesha.
"Jangan dekati aku!" teriak Valesha seraya mendorong dada bidang milik Axelo.
"Kenapa tidak boleh?"
"Itu karena aku benci saat kamu mendekati aku, apa kamu lupa apa yang membuat aku pergi dari kamu selama bertahun-tahun terakhir? itu karena aku membenci kamu melebihi apapun!!"
__ADS_1
"Banyak pepatah yang mengatakan, benci itu sebab cinta, dan antara cinta dan benci bedanya lebih tipis dari selembar tisu, kau tahu apa maksudku?"
"Ya! aku tahu, aku juga sangat memahaminya!" jawab Valesha dengan tegas, "dan apa kau tahu mengapa bisa berbeda tipis melebihi selembar tisu? itu karena, saat seseorang mencintai pasangannya terlalu dalam, maka saat dia dikecewakan, rasa cinta itu hanya akan berubah menjadi sebuah kebencian! dan itu yang aku rasakan selama ini!!"
"Bukan itu yang aku maksud.."
"Tapi itu yang aku rasakan," Valesha segera melepas genggaman tangan Axelo padanya, "maaf, aku bukan orang yang tidak sibuk! aku harus segera pergi!"
Valesha segera pergi meninggalkan Axelo dan anak buahnya di sana. Sempat anak buah Axelo akan bergerak untuk kembali menangkap Valesha, namun dengan cekatan Axelo langsung mengangkat tangannya sebatas bahu, guna menghentikan langkah kaki mereka semua.
"Bos! tapi anda sudah menunggu waktu ini begitu lama.."
"Tidak perlu memikirkan waktu dimana aku menunggunya, kita hanya harus memikirkan, bagaimana menghapus kekecewaan dan kesalahpahaman dia terhadapku."
Dia pasti sangat terkejut melihat kedatanganku hari ini, maaf saja, rindu yang aku pendam terlalu dalam, aku tidak sanggup menahannya setelah mendengar kamu kembali, bersama anak kita..
Aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu lagi, aku akan berusaha untuk menebus kesalahan di masa lalu, tunggu waktunya tiba, dan kita akan hidup bahagia bersama buah hati kita..
"Aku ingin informasi tentang anak yang dia lahirkan, aku juga ingin melihat bagaimana wajahnya? mungkin saja dia banyak kemiripan denganku.." ujar Axelo sembari tersenyum songar.
Ya, tak bisa dipungkiri, hatinya memang sangat gembira mendengar kabar kehadiran Valesha bersama buah hati mereka di negara ini. Namun sayang sekali, kesalahan di masa lalu, dan juga kesalahpahaman yang tak kunjung usai harus memberi dia dan Valesha jarak yang begitu terbentang luas.
Namun tak ada yang mustahil di dunia ini. Bagaimanapun dunia berusaha memisahkan keduanya, jika keduanya memang ditakdirkan untuk bersama, maka rintangan seluas samudera pun akan tetap terarungi. Begitulah kiranya manusia menjalani takdir mereka sendiri.
__ADS_1
...----------------...