Valesha, Penyesalan Terdalam

Valesha, Penyesalan Terdalam
#Kau Ini


__ADS_3

Keduanya hanya bisa saling menatap satu sama lainnya, hingga beberapa saat kemudian, akhirnya Valesha memutuskan untuk menjadi berani.


Jika bukan dia, lalu siapa lagi? bukankah Geshka selalu tidak bisa dia andalkan?


Hufff!


Cklek!


Jreng!


Sebuah panorama mengejutkan langsung menyembul dari luar pintu sesaat setelah Valesha membuka pintu rumah tersebut.


Wajah yang berkilau dengan setelan mewah dan harum yang begitu mempesona, dengan rambut yang tertata dengan rapi, enggan untuk memberi celah kecacatan.


Wow!


Mata Valesha hanya bisa membola, dengan bibir atas dan bawahnya membentuk huruf o, bukannya terkesima, dia malah dibuat gila dengan seseorang yang ada di depan pintu.


"Kenapa kamu datang?" tanya Valesha pada pria tersebut.


Wanita itu lekas berbalik, membiarkan pintu terbuka dan membiarkan pula pria menyebalkan itu masuk ke dalam rumah Geshka.


Sementara tampak Geshka yang hanya menunjukkan bagian kedua matanya saja dibalik sofa, dan mengintip siapa pula yang datang bertamu ke rumah barunya.


Saat dia mendapati sosok pria yang masuk, dia langsung bangkit dengan wajah heran beserta bingungnya. Ia tak tahu mengapa dunia ini begitu menawan dengan memperlihatkan pasangan yang tengah dimabuk asmara ini. Entahlah, pandangan matanya pada kehangatan sepasang suami istri ini sungguh membuat dirinya cemburu berat.


"Tuan Axelo? kau datang ke rumahku? sayang sekali tidak ada bir yang enak di sini, jangankan untuk sekedar bir, makanan saja aku tak punya."


Sepasang suami istri di depan Geshka hanya terlihat terdiam seperti patung.


Sejenak Geshka merasa canggung dengan situasi yang terjadi antara mereka bertiga, sampai akhirnya otak yang semula memang bodoh mendadak berubah jadi lebih cerdas, sedikit.


"Ck, sudah aku bilang aku harus belanja bahan dapur, kau ini selalu saja tidak percaya padaku, lihat sekarang, kau hanya mengulur waktu saja, Valesha."


"Kau mau kemana?" mendapati Geshka yang mengambil tas dan dompet di atas sofa, hendak meninggalkan dirinya.


"Kau tahu, Valesha, aku tidak suka jadi nyamuk, hanya sangat menyedihkan."


Ucap wanita muda itu sampai akhirnya terjadilah tragedi kepergian Geshka ke sebuah pusat perbelanjaan dan meninggalkan sepasang suami istri di rumah kontrakannya.


"Aku akan lama, jadi nikmati waktu yang tersisa."


"Tapi, Geshka..."


"Bye, Valesha..."

__ADS_1


Blam!


Huff!


Valesha menghela nafasnya dengan kesal, menyadari akan terjadi sesuatu yang pastinya akan sangat mengerikan setelah kepergian Geshka ini. Lalu sekarang, apa dia boleh pergi menyusul Geshka juga.


Hap!


Sejenak dia berpikir ingin kabur saja dari sana, sampai akhirnya sebuah pelukan melingkar pada pinggulnya, membuat dia yang melamun seketika menjadi tertegun hebat, terdiam tanpa kata-kata, tanpa gerakan dan nafas yang tak mau berhenti berhembus dengan gugup.


"Humm."


Suara nafas Axelo yang menghirup cuping telinganya, membuat sebuah sensasi yang menggelikan, membuat sekujur tubuhnya seolah bergetar, membuat bulu kuduknya meremang tiada ampun, dan membuat sebuah sengatan mengalir di sekujur tubuhnya, hendak melumpuhkan dirinya dan menjatuhkan dirinya tiada ampun.


"Axelo, cukup!"


"Tidak, selama kau terus menolakku, aku akan semakin ganas melakukannya."


Pria itu bahkan sudah tak canggung lagi untuk menyingkap kaus yang dikenakan oleh istrinya, dan kemudian memainkan dua gundukan kenyal di sana.


Ia terlalu pandai menggoda sampai-sampai wanita polos seperti Valesha pun akhirnya memahami betapa nikmatnya sentuhan tangan pria buaya seperti Axelo.


Diam-diam Valesha pun ikut merasakan sentuhan yang diberikan oleh Axelo padanya, membuat sebuah getaran tersendiri pada tubuhnya.


Meski begitu, dia tak mau langsung menampilkan wajahnya yang begitu terjatuh dalam rayuan maut Axelo. Dia tetap saja bersikap angkuh meski sejujurnya dia begitu lemah menghadapai serangan dari Axelo.


Tangan kekar Axelo dengan cepat membalikkan tubuh Valesha menjadi berhadapan dengan dirinya, dan kemudian tanpa memberi kesempatan lagi, dia langsung mengecup bibir Valesha dengan ganas, menghabisinya tanpa ampun, bahkan membuat Valesha harus tersendat-sendat dalam pernafasannya.


Jangan kamu pikir akan begitu mudah untuk menghindar dariku, jika aku sudah berkata kau milikku, maka selamanya, sebelum aku berinisiatif untuk melepas kamu, kamu tetap akan jadi milikku, tanpa pengecualian.


Keduanya bermain cukup ganas, bahkan Valesha yang semula hanya bisa melakukannya dengan terpaksa pun makin lama makin terbuai dan akhirnya hanyut sudah pada permainan suaminya.


Aku memang bodoh! selalu saja kalah saat kau melakukan hal ini padaku, betapa aku yang ingin hancur setiap kali terhanyut dalam permainan kamu, tapi yang sangat disayangkan adalah, aku tidak bisa berhenti.


Tanpa aba-aba lagi, segera saja Axelo menjatuhkan tubuh Valesha di atas sofa, dan kemudian hendak melucuti semua yang dikenakan oleh Valesha, tanpa mengingat kondisi pintu yang belum terkunci.


Ia tak peduli, hawa panas semakin menguasai tubuhnya. Meski setiap malam mereka melakukannya, tapi selalu saja tiada rasa bosan yang singgah dalam hubungan rumit ini.


Entah selalu rindu, atau mungkin selalu saja tak bisa berbuat apa-apa saat bertemu selain melakukan hal ini.


Tidak tahu, setiap kali keduanya bertemu, hanya hal dewasa ini yang selalu saja mereka mainkan.


Cklek!


"Valesha apa kau melihat...."

__ADS_1


Ketiganya tertegun.


Membatu.


Tak bisa berbicara.


Denyut jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak.


"Ponselku.."


Gubrak!


Gubrak!


Segera saja Valesha menutupi tubuhnya yang sudah polos berada di bawah Kungkungan Axelo, sementara sahabat karibnya juga menutupi kedua matanya dan tak mau mengotori kedua matanya dengan pemandangan menjijikan ini.


Iya, dia kan masih perawan, jadi tak perlu merasa heran.


"Aku tidak sengaja, aku minta maaf, aku akan pulang terlambat, jangan lupa kunci pintunya.."


Sejenak dia berhenti berbalik lagi, menyadari kalau dia pulang untuk mengambil ponselnya. Tapi dia berpikir dengan jernih, jika dia kembali berbalik dan mencari ponselnya, dia pasti akan melihat lagi sesuatu yang sangat menjijikan itu.


"Soal ponsel, aku akan mencarinya nanti, kalian.. lanjut saja.."


Blam!


Dan akhirnya wanita itu kembali menutup pintu rumahnya, dan kemudian pergi sejauh mungkin dengan pikiran kacaunya.


Sementara di dalam rumah, Axelo dan Valesha akhirnya tidak bisa melanjutkan acara semula.


Valesha lebih dulu mendorong tubuh Axelo dari atas badannya, dan kemudian segera bangkit dan kembali mengenakan seluruh pakaiannya.


"Kamu ini! tidak bisa apa tahan sebentar! ini kan di rumah orang lain, untung Geshka yang lihat, coba kalau orang asing?" gerutu Valesha sambil mengenakan pakaiannya.


"Kalau begitu kita pulang, dan melakukannya di rumah," ucap Axelo sembari tersenyum smirk di depan wajah Valesha, membuat penekanan itu terjadi dalam diri Valesha.


"Sudah aku duga, salahku yang bicara sembarangan." gumam Valesha dengan lirih.


Nampak kedua mata Axelo memicing, menatap dengan tajam ke arah sang istri, dan kemudian tanpa basa-basi dia langsung menggapai tubuh istrinya, memeluk dan menjerat Valesha dalam pelukannya..


Hap!


"Ah? Ax.."


"Kenapa kamu menghindari aku?"

__ADS_1


"Um?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2