
Dan sekarang dia masih terlihat meringkuk di bawah guyuran air di dalam kamar mandi. Entah harus bagaimana lagi dia bersikap, tentu saja menenangkan diri di bawah guyuran air hangat adalah salah satu cara dia untuk membantu dirinya lebih tenang.
Dia meringkuk sekian lamanya, hingga tiada dia sadari, seseorang kini telah berdiri di ambang pintu, dengan kondisi tubuh yang masih berbalut pakaian tipis seperti semalam.
Ia tampak menatap Valesha dengan tatapan anehnya. Tatapan yang menyiratkan ketidak tegaan dalam hatinya melihat sosok Valesha yang selalu saja bersedih di hadapannya itu, namun tatapan yang juga menyiratkan kepuasan, karena bagaimanapun juga, pada akhirnya dia telah berhasil membuat hidup keturunan Wishnu Fotham hancur.
Tapi jelas terlihat dalam dirinya sebuah kebingungan yang teramat nyata. Dia yang tidak pernah bisa mengundurkan niatnya, namun dia juga tak pernah menyakiti hati wanita sampai seperti ini adanya.
Jika kebiasaan dia di masa lalu adalah meniduri wanita dan kemudian memberikan segepok uang sudah cukup untuk membalas harga diri para wanita itu, maka berbeda dengan yang dia alami dengan Valesha kali ini.
Setidaknya dia pernah menjamin hidup Valesha akan berkecukupan, entah dia akan memberikan kasih sayang atau tidak, semua itu baginya tidaklah penting.
Hanya saja, sekarang mendadak dia jadi merasa bersalah melihat wanita itu semakin jatuh begitu dalam seperti ini.
Dia bahkan telah membawa Valesha untuk mengunjungi ayah kandungnya, tapi dia malah mendapat kesedihan di wajah Valesha semakin begitu dalam.
Entah apa lagi yang membuat wanita ini merasa sedih. Mungkin, dia memang butuh sedikit ketenangan.
Entahlah. Tidak tahu juga.
Dia pun akhirnya hanya bisa tergerak berbalik untuk kembali menutup pintu kamar mandi. Ia memilih untuk tidak terlalu peduli pada kesedihan yang Valesha alami sekarang.
Tidak mudah baginya untuk membuat keluarga Fotham hancur, jadi kalau sudah begini, masa iya dia mau berhenti di tengah jalan.
Dia pun hanya bisa kembali ke dalam kamarnya, dan kemudian menatap ke arah ponselnya. Rupanya ada panggilan dari seseorang disana. Dia menebak panggilan itu pasti dari Ashkan.
Ia menyambar ponselnya dan kemudian melihat siapa pula yang menghubungi dirinya sepagi ini. Tapi rupanya dugaannya memang benar, pria bernama Ashkan yang telah menghubunginya.
Bip!
Ini pasti soal berita semalam.
"Sudah beres?" tanya Axelo pada sang adik di seberang sana.
"Aku sudah melakukan semua yang kau perintahkan, aku tidak menyangka kau punya senjata yang paling ampuh yang tidak pernah aku duga sebelumnya, dia pasti sedang merasa cemas sekarang."
"Heng! baguslah!"
__ADS_1
\*\*\*\*\*
Prak!
Dia membanting ponselnya seketika saat dia berdiri karena dibuat terkejut.
"Apa???"
Dia sungguh berlebihan dalam terkejutnya. Agaknya dia sedang terkena masalah besar sekarang ini.
"Apa-apaan ini! bagaimana bisa foto ini mendadak tersebar luas?" ucapnya marah besar.
Ia bahkan hampir mengeluarkan seluruh urat nadinya, otot-otot pada lehernya pun tampak kencang dan menonjol. Sepertinya dia harus menghindari publik setelah semua foto ini tersebar luas di sosial media.
"Sialan! bukankah hanya dia yang punya fotonya? aku bahkan mengancam dia menggunakan foto ini, bagaimana dia bisa menyebarkan foto kami bersama? sialan!!"
Dia sangat kesal. Keringatnya bercucuran dengan deras, dia sangat marah, bahkan setelah ini dia pasti tidak akan berani keluar rumah.
Seketika akun sosial media miliknya langsung dibanjiri dengan ribuan komentar pedas dari netizen. Dia bahkan baru saja menjadi artis yang langsung terkenal meski baru beberapa bulan masuk ke dalam dunia perfilman.
Masih belum cukup dia mendapat berita yang sangat mengejutkan di laptop miliknya, sekarang mendadak seorang bodyguard tampak memaksa masuk ke dalam kamarnya, dan memberitahu berita sial selanjutnya.
Brak!!
"Gawat tuan!!"
"Ada apa lagi? apa belum cukup dengan foto-foto sialan itu di media sosial?" teriaknya dengan sangat keras.
Kemarahannya kali ini benar-benar tidak bisa diredakan.
"Ba-banyak wartawan di luar rumah, mereka ingin mendengar penjelasan dari tuan." Ucap pria bodyguard itu dengan sangat terbata-bata. Mungkin dia tengah gugup pun juga cemas.
Aaaaaaaaa
"Sialan! wanita itu, dia harus menanggung akibatnya! aku mau keluar dari rumah! lewat pintu belakang!" Ucap Victor pada bodyguard bawahannya.
__ADS_1
"Ba-baik, tuan."
Dengan segera pria yang menjadi bawahan Victor itu langsung bergerak keluar dan menyiapkan mobil. Di halaman belakang tidak ada siapapun, agaknya pada wartawan itu tidak menemukan ada pintu di sana.
"Fuhhh! Untung saja."
Dia pun lekas menyiapkan mobil, sementara terlihat Victor yang telah bersiap dengan pakaiannya yang sangat tertutup, dengan kacamata hitam, masker hitam, dan topi loreng seperti macan tutul.
Keduanya segera bergegas keluar dari rumah, bersiap untuk menjumpai Sheilin yang kala itu juga tidak sedang kalah terkejutnya.
Dia tengah menyeruput kopi hangatnya di meja kerjanya. Pagi ini dia tampak bersinar dengan sangat bahagia. Mungkin dia berpikir kalau semua foto hasil editan Victor itu akan membuat nama Valesha lekas hancur.
"Humm, mari kita lihat, bagaimana pemberitaan tentang dirimu setelah semua orang melihat foto mesra kamu bersama Victor, aku yakin Axelo akan langsung menceraikan kamu." Ucapnya sembari membuka ponselnya dan kemudian menggeser ke atas dan ke bawah untuk mencari berita tersebut.
Tapi raut mukanya seketika berubah, manakala dia tidak mendapati berita tentang kemesraan Valesha dan Victor di media sosial, meski dia sudah mencarinya di seluruh beranda pemberitaan.
"Apa? kenapa berita itu tidak ada?"
Dia meletakkan kopi yang tengah dia seruput itu di atas meja, lalu mulai fokus mencarinya sampai dapat.
"Seharusnya berita tentang Valesha sudah memasuki berita paling populer pagi ini, tapi sekarang, kenapa foto-foto dia dengan Victor saja sudah tidak terlihat?" tanya Sheilin pada dirinya sendiri.
Dia kemudian mencari sampai penat sampai akhirnya dia malah menemukan sebuah pemberitaan yang sangat mengejutkan. Yang juga sudah pasti tentang dirinya.
"Apa??????"
Dia pun tampak tertegun pun juga terkejut menatapi layar ponsel di tangannya, dengan pemandangan yang sangat mengerikan, tubuhnya yang sangat polos, dengan dua daging sintal di dadanya yang tengah dimainkan dengan sangat lihai oleh Victor, di sebuah hotel ternama, mengapa semua foto itu bisa tersebar dengan luas seperti ini?
"Ba-bagaimana ini bisa terjadi? tidak ada yang memiliki foto ini selain aku dan Victor, kenapa foto ini bisa tersebar luas di media sosial?"
Dia pun tak berpikir panjang, tanpa menengok dulu kepada kolom komentar yang tersedia, langsung saja dia menghubungi Victor dan kemudian bertanya pada pria itu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Bip!
Panggilannya malah tidak tersambung. Hal itu disebabkan karena Victor membanting ponselnya sampai remuk dan tidak bisa terselamatkan lagi. Dan sekarang hal itu semakin menambah kegeraman dalam hati Sheilin.
"Apa-apaan ini? kenapa dia tidak aktif? dasar tidak berguna!!"
__ADS_1
*Awas saja kalau sampai ketahuan olehku, aku tidak akan mengampuni siapapun yang melakukannya*!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...