Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Operasi di mulai


__ADS_3

Dalam perjalan menuju ruangan Edwin, Sarah merasa heran dengan Lorenza. Ia melihat jika sahabatnya itu seperti orang yang sedang kebingungan dalam mengungkapkan sebuah perkataan.


"Kenapa dengan Lorenza, tumben sekali dia begitu terlihat berbeda. Tidak seperti biasa biasanya, sekarang Lorenza banyak melamun. Apa yang tengah ia pikirkan, aku perhatiin Lorenza banyak melamun, dan jawabannya selalu tak nyambung. "


Sarah memijat kepalanya yang terasa berdenyut, membuat ia pusing. " Haduhh, kepalaku. Kenapa pusing seperti ini sih. "


Sarah melangkahkan kakinya begitu cepat, menuju ke ruangan Edwin, ia ingin melihat keadaan menantunya akhir akhir ini.


Baru saja Sarah masuk ke dalam ruangan Edwin, ia dikejutkan dengan para suster yang membawa menantunya pergi. 


Sedangkan Edwin terkejut, disaat dirinya dibawa oleh suster tanpa pemberitahuan sebelumnya. 


Natasha kini bertanya pada suster yang membawa suaminya pergi, " tunggu sus, Mau dibawa kemana suamiku ini?"


" Maaf sebelumnya kami ada pemberitahuan dari dokter bahwa suami ibu,  akan menjalani operasi!"


Natasha mengerutkan dahinya, ini semua  mendadak sekali, " operasi apa ya Sus?"


Suster tak menjawab pertanyaan Natasha sama sekali, membuat Natasha penasaran. 


Suster langsung membawa Edwin ke ruang operasi , mereka mulai menyuntikan obat bius. 


"Mau apa kalian?"


"Anda tenang dulu ya, kami akan melakukan operasi demi kesembuhan anda!"

__ADS_1


"Saya tidak mau operasi."


Saat Edwin lengah, para suster menyuntikkan obat bius, sampai obat itu bekerja dan membuat  Edwin tertidur. 


Lorenza yang sudah tertidur di atas kasur, kini memasuki ruangan operasi, ia melihat di samping kiri dirinya, ada Edwin yang terlelap tidur. 


"Edwin, mommy berharap, kamu bisa bahagia tanpa kehadiran mommy. "


Kedua mata Lorenza kini perlahan menutup, dimana operasi mulai berjalan. 


Natasha yang menunggu di luar ruangan operasi, kini dikejutkan  dengan sang Mama yang tiba-tiba saja datang. 


"Natasha."


" kata suster kamu ada di ruang operasi, kok mama baru tahu kalau Edwin sudah mendapatkan pendonor?"


"Mama, bukan mama saja yang baru tahu, Natasha juga baru tahu sekarang, dan pemberitahuan operasi ini begitu mendadak. "


"Apa, kok bisa?"


" Sudahlah sekarang kita jangan pikirkan siapa pendonornya, kita pikirkan saja keselamatan Edwin!"


" Benar juga apa yang dikatakan kamu."


Beberapa menit kemudian, Sarah menatap ke arah kiri dan kanan, ia mencoba mencari keberadaan Lorenza yang tak kunjung datang. 

__ADS_1


Membuat Natasha kini bertanya tentang kekhawatiran sang mama, " Mama dari tadi cari siapa sih, tengok sana tengok sini?"


" Mama ini lagi cari keberadaan mertua kamu!"


" Memangnya Mommy Lorenza mau datang ke sini?"


" Bukan mau datang lagi dia sudah ada di rumah sakit, pas sekali barengan sama mama. katanya mertua kamu itu mau memberi kejutan untuk Edwin. Tapi sampai sekarang dia belum datang-datang juga. Apa dia sudah tahu tentang operasi yang dijalankan Edwin sekarang?"


" Sebuah kejutan?"


"Iya kejutan, yang akan membuat kamu dan juga Edwin bahagia. "


Mendengar apa yang dikatakan Sarah membuat Natasha terus berpikir, berharap sekali jika tidak ada apapun yang terjadi dengan mertuanya.


"Apa mama susul saja Lorenza ya, takutnya dia tidak tahu masalah operasi Edwin yang mendadak seperti ini."


"Ya sudah mah, biar Natasha tunggu di sini sendirian."


"Tapi kamun tidak keberatan kan kalau mama tinggal sendirian."


Natasha kini menggelengkan kepala," tak apa apa mah."


Pada akhirnya Sarah mulai mencari keberadaan Lorenza yang tak kunjung datang.


"Kemana kamu Lorenza?"

__ADS_1


__ADS_2