
Gina tak sadar jika ia memegang lengan Rudi, membuat ia melepaskan begitu saja, " maaf, bukan maksud aku melakukan hal ini. "
Sarah berdiri tegap, berusaha memainkan drama ya, " kalian lihat kan?"
Semua percaya, membawa Gina keluar dari ruangan Sarah.
Natasha baru saja datang, " Ada apa ini?"
"Tidak ada apa apa? Hanya kesalahpahaman saja!" balas Sarah, berjalan menuju tempat tidur.
"Oh aku kira ada apa?"
Rudi menutup mulut setelah mendapatkan bisikan dari Sarah.
"Natasha, ada apa kamu datang ke sini?" tanya sosok lelaki tua yang menjadi ayahnya.
Terlihat wajah lelaki tua itu gelisah dengan kedatangan anak angkatnya.
" Natasha hanya ingin memastikan jika keadaan Mama dan juga Papa baik-baik saja!" jawab Natasha menatap ke arah Rudi dengan tatapan heran.
" keadaan kami berdua baik-baik saja kok Natasha kamu jangan khawatir, " ucap Sarah tersenyum lebar di hadapan anaknya.
" Syukurlah kalau keadaan kalian baik-baik, Natasha sangat merasa lega sekali melihat kalian bisa bersama sama seperti ini," balas Natasha melirik ke arah Papah dan juga mamahnya.
Di mana keduanya saling menatap satu sama lain, seperti menaruh kebencian dan juga rasa kesal.
__ADS_1
satu sama lain sebagai seorang istri dan juga suami.
" Ya sudah kalau keadaan kalian baik-baik saja Natasha tinggal dulu ya, Natasha ingin melihat keadaan Mommy."
keduanya hanya menganggukkan kepala tak bersuara sedikit, Natasha kini pergi lagi dari ruangan kedua orang tuanya, ia perlahan berjalan di mana para suster dan juga Perawat sedang berkumpul.
Melihat salah satu suster terlihat dimarahi oleh para sahabatnya, membuat Natasha penasaran.
Saat mendekat, Natasha mendengar para suster itu membahas salah satu nama orang tuanya.
Sampai dimana Natasha melihat Lorenza dibawa para perawat. Pergi keluar dari ruangannya.
"Loh, mommy mau dibawa kemana?"
Berjalan begitu cepat, Natasha takut terjadi apa apa dengan ibu mertuanya. " Mommy, kenapa?"
Perwira baru saja keluar dari ruangan menahan Natasha yang berlari, memegang tangan menantunya, " Natasha kamu mau pergi ke mana?"
"Daddy!"
Perwira kini melepaskan tangan menantunya," kamu mau ke mana?"
"Mommy?"
" kamu tak usah kuatir, mommy dipindahkan ke ruangan lain!"
__ADS_1
Hampir saja Natasha salah menduga, ia mengira jika mertuanya itu kenapa-napa sampai suster dan juga perawat membawa Lorenza pergi dari ruangannya.
" Natasha kira Kalau Mommy kenapa-napa?"
Perwira memperlihatkan senyuman lebarnya di hadapan sang menantu," mommy tidak kenapa-napa kamu bisa tak usah kuatir dengan keadaannya. "
Perwira berusaha menyembunyikan kebahagiaan yang akan ia katakan setelah operasi berjalan lancar.
" biar nanti saja aku katakan pada Natasha." Gumam hati Perwira.
Lelaki tua itu kini bernafas lega, perasaannya sedikit tenang," Ada apa Natasha kamu datang kesini?"
Pertanyaan Perwira membuat Natasha kini menjawab, " Edwin menyuruh Natasha untuk datang ke sini, dia ingin sekali bertemu dengan mommy. "
lelaki tua itupun yang memegang tahu menantu." kamu bilang saja pada Edwin, tolong sabar menunggu untuk bisa bertemu dengan mommy. "
" Sebenarnya Natasha sudah memberitahu hal itu, namun Edwin begitu keras kepala ia ingin sekali bertemu dengan mommy sekarang. Sampai aku pusing mendengar perkataan Edwin yang terus-menerus ingin bertemu dengan mommy. '
"Kamu harus tenang dan juga Sabar ya, menghadapi sifat Edwin yang begitu egois dan keras kepala. "
Natasha kini menganggukan kepala setelah mendengar perkataan dari ayah mertuanya," ya sudah kita sekarang temui Edwin untuk memberi penjelasan padanya. "
"Baiklah."
Saat Kaki beriringan melangkah menuju ke ruangan Edwin, tiba-tiba saja suara teriakan mengagetkan keduanya, suara seorang wanita yang membuat Natasha dan juga perwira berlari ke arah sumber suara itu.
__ADS_1
"Siapa?"
Mereka berlari sekencang mungkin khawatir dengan keadaan Lorenza. Mereka takut jika yang berteriak itu adalah Lorenza.