Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 89


__ADS_3

Perwira duduk sembari menatap ke arah Rudi dengan tatapan penuh pertanyaan, kedua alisnya mengkerut.


"Kenapa istri kamu bisa cantik dan sebohay itu. "


"kamu bertanya seperti itu padaku," Rudi menatap sekilas ke arah istrinya yang memang berbadan seksi dan bohay.


"Mm, kenapa. Kamu mau?" tanya Rudi menatap sinis ke arah Perwira.


Lelaki tua itu, menyenderkan dagu pada kedua tanganya, " aku hanya ingin merubah istriku yang terlihat kurus kering itu. "


Rudi tertawa terbahak bahak, disaat ia mendengar curhatan dari Perwira. " Hahhaha. "


Kedua wanita itu, melirik ke arah Rudi yang tertawa terbahak bahak, menatap aneh dan tak suka.


Rudi yang mendapatkan tatapan sinis, itu mendengus kesal, " dasar wanita."


Perwira menepuk punggung tangan Rudi.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan hah. Agar bisa membuat istriku bahagia. "


Rudi memukul bahu Perwira pelan," kunci ingin istri menarik bahagiakan dia. "


Perwira mengerutkan dahinya, " maksud kamu, jadi aku tidak membahagiakan istriku. "


Mendengar perkataan Perwira membuat Rudi memukul bahunya, " bukan begitu, coba kamu pikirkan, apa ada sesuatu yang kamu sering lalukan dulu, tapi tidak sekarang. "

__ADS_1


Perwira berusaha mengigat kenangan masa lalu, yang sudah menemaninya bersama sang istri sampai sekarang. " Memberi hadia? Mengigat ulang tahun istriku? Setiap malam mencium bibirnya? Itu bukan?"


"Nah, apa kamu sering lakukan hal hal itu lagi sekarang!"


Perwira menggelengkan kepala, ia menyingkirkan tangan yang menahan dagunya.


"Sudah lama, aku tidak melakukan hal itu, karena pemikiranku yang semakin tua, membuat aku hanya memberikan kebutuhan belanjanya saja."


"Justru itu, pemikiran tuamu itu salah. Harusnya kamu melakukan hal seperti dulu lagi pada istrimu, jangan karena umur. Kamu sampai lupa hal hal sepele seperti itu. "


"Ahk, benar kah?"


"Ya, karena wanita itu, insan perasa dan mudah luka hatinya, apalagi diberikan hal begitu, dia akan merasa bahagia, jiwa jiwa matinya bangkit lagi. Membuat body dan aura semakin terpancar mengoda, coba saja kamu buktikan."


"Jika memang aku harus melakukan hal itu, aku akan mencobanya. "


"Ke salon, aku paling malas menunggu."


"Ya kamu jangan menunggu, berikan uang belanjanya, aduh kaya begitu aja nggak ngerti, gimana sih. "


"Benar apa kata kamu. "


"Lakukan lah, selagi kesempatan itu masih ada untuk kamu. "


"Aku akan mencobanya. "

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu."


Kedua wanita itu mulai menghampiri kedua lelaki yang terlihat mengobrol serius.


"Serius, amat. Biasanya nggak ada akur akurnya, sekarang sok akur dua duanya."


Perwira lelaki tua berotot itu kini merangkul bahu Rudi, terlihat suami Sarah hampir kehilangan napas.


"Lah memang kita akur, kamu ini bagaimana sih."


Sarah dan juga Lorenza saling menatap satu sama lain.


"Kalian ini ada ada aja, ya sudah kami berdua mau tidur, mau istirahat di mobil. "


Keduanya dengan begitu semangatnya berkata," ikut. "


Terlihat jika Sarah dan Lorenza menyungingkan bibirnya, " nggak muat, kalian saja tidur di kursi ini, sambil di temani nyamuk nyamuk cantik. "


"Kalian kok tega . " Ucap Perwira, melirik ke arah Sarah yang berlengak lenggok, begitu cantik.


Sampai Lorenza berkata." Mau di sunat lagi batangnya. Kalau mau sekarang saja mungpung ada di rumah sakit."


Deg ....


Perwira menelan ludah berusaha menundukkan pandangan.

__ADS_1


Sedangkan Sarah tertawa kecil, dengan telapak tangan yang menutup mulutnya.


__ADS_2