
Ternyata Edwin membantu sang istri, agar tidak berjalan dengan rasa sakit akibat ulahnya, menduduk di kursi, Edwin begitu terlihat perhatian.
"Lu ini gila ya, ngapain coba pake acara bopong tubuh gue segala," cetus Natasha pada suaminya, terlihat kedua pipinya memerah, Natasha menundukkan pandangan dihadapan Edwin.
Edwin mulai duduk di samping sang istri, di mana kedua matanya menatap penuh cinta di hadapan Natasha, senyuman terukir dari bibir Edwin.
Natasha seperti orang gila, yang baru saja merasakan perasaan aneh pada hatinya.
Perlahan Natasha memukul pelan pipi Edwin, dimana Edwin berteriak pelan," Aw, ah. Ah. "
Edwin seperti sengaja meniru rasa sakit yang dirasakan Natasha saat bermain di kamar mandi. " Edwin lu. "
kedua mata Natasha membulat, pipinya nampakmu merah seperti buah ceri, terlihat jika Natasha malu dengan guyonan yang dilontarkan oleh suaminya.
"Kenapa Natasha, bukannya rasa sakit itu menjadi sebuah kenikmatan, sampai kamu mengeluarkan suara yang menggugah gelora jiwaku."
Obrolan keduanya tiba-tiba berhenti, saat Natasha menutup mulut Edwin, di mana Natasha terlihat begitu menjaga privasi hubungannya dengan Edwin.
Sarah mengerutkan kedua matanya, ya merasa heran dengan tingkah kedua anak-anaknya itu. Duduk, masih dengan kedua mata yang menatap Edwin dan juga Natasha.
Rasa penasaran menyelimuti hati Sarah kepada kedua insan yang berada di hadapan, " tumben kalian bercanda, biasanya kalian itu selalu bertengkar."
Mendengar percakapan sang mama, membuat keduanya langsung menjawab," kami hanya .... "
Edwin dan Natasha tidak meneruskan perkataan mereka, dimana mereka malah saling menatap satu sama lain.
Sarah yang terlihat cemburu kepada anaknya, tiba-tiba saja membuka meja makan tanpa sebab apapun," Ayo kita makan."
Terlihat wajah Natasha tampak gugup, saat Edwin kini menayangkan suapan pada mulut istrinya.
"Ahhh, sayang. Ayo. "
Natasha membuka mulutnya untuk segera memakan makanan yang disodorkan oleh Edwin.
Sarah yang melihat pemandangan itu, malah semakin tak tenang, membuat hatinya tiba-tiba tak karuan.
__ADS_1
Sarah tak tahu jika kedua anak-anaknya bisa saja akur, padahal Ia sudah menduga jika Natasha dan juga Edwin akan selalu bertengkar.
Namun pada kenyataannya, semakin ke sini semakin terlihat kemesraan kedua anak-anaknya. Sarah terlihat mengepalkan kedua tangan, memandangi makanan yang baru saja ia suapkan pada mulutnya sendiri.
Sarah seperti tak bernafsu ketika melihat makanan sudah ada di hadapannya, ia mendorong makanan itu, memberikan pada pembantu yang bekerja di rumahnya.
Kebetulan sekali Sarah dapat menemukan pembantu yang begitu tua dari dirinya, Iya bisa berpikir tenang menjalani rutinitas seperti biasa.
Sarah mulai beranjak berdiri dengan raut wajah bad mood nya. Iya berjalan tanpa berpamitan kepada kedua anak-anaknya.
Terlihat keduanya itu juga tanpa cuek, mereka malah bermesraan saling menyuapkan satu sama lain, di depan Sarah yang malah membuat dirinya cemburu dan ingin melakukan semua itu bersama menantunya.
Natasha yang melihat sang mama bangkit, kini bertanya dengan nada pelan, " loh mama mau kemana?"
Pertanyaan Natasha membuat Sarah menjawab dengan tersenyum kecil.
"Mama masih banyak urusan, jadi Mama duluan dulu ya, ayo kalian teruskan makan kalian. "
keduanya menganggukkan kepala, di mana Edwin dan juga Natasha seperti anak kecil yang tengah bercanda.
Sarah terus menggerutu dirinya sendiri di dalam hati, mengingatkan agar dirinya bisa menjaga seseorang yang sudah menjadi milik anaknya.
Sarah kini berjalan menatap ke arah terlihat raut wajahnya masih memancarkan aura segar.
"Dengan wajah yang seperti ini, apakah ada brondong yang mau dekat denganku. "
Sarah terlihat begitu berharap jika dirinya bisa menikah lagi untuk kedua kalinya, setelah ia melihat kematian suami yang sudah menemaninya sampai sekarang.
Ponsel kembali bergetar, setelah senang mendapatkan transferan dari lelaki yang dulu pernah ia cintai, Sarah juga kini membalas pesan dari Perwira yang mendadak.
( Apa kamu sudah siap untuk acara makan malam nanti?)
Sarah memukul jidatnya ya bergegas mengganti pakaiannya untuk pergi ke salon.
" sepertinya aku harus bergegas merubah penampilan untuk bertemu dengan Perwira, lumayan juga dapat uang 10 juta dari laki-laki yang pernah menolakku waktu itu. "
__ADS_1
(Siap dong!)
Dengan terburu-buru Sarah mengganti pakaiannya, Ia hanya menggunakan taksi untuk pergi ke acara makan malam yang sudah disediakan Perwira.
Natasha baru saja selesai menyantap makanannya bersama Edwin, kini melirik ke arah sang mama yang terburu-buru pergi," loh, mama mau kemana?"
Nendengar suara Natasha, Sarah kini membalikkan badannya mendekat ke arah anak semata wayangnya itu," Natasha, Kebetulan sekali ibu ada urusan dengan teman ibu."
Natasha mengerutkan dahi, dia baru pertama kali melihat sang mamah pergi dengan penampilan yang berbeda.
Natasha dengan lancangnya membolak-balikkan tubuh ibunya saat berdiri di hadapannya," Masa Iya mamah pergi menemui teman Mamah dengan penampilan seksi seperti ini."
Sarah lupa menutup baju seksinya dengan jaket, sampai ia mendapatkan sebuah pertanyaan dari anaknya sendiri.
Sarah ini memegang kedua bahu anaknya itu, " kamu ini jangan kuatir, Mama ini hanya ingin memperlihatkan bahwa Mama ini terlihat bahagia."
Alasan yang tak masuk akal saat didengar oleh kedua telinga Natasha, " masa iya sampai segininya, Mama ini nggak mau apa, dengan umur mama yang sudah menginjak usia 45 tahun, Mama masih berpenampilan seperti ABG."
Saran tampak kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh Natasha, di mana Sarah berusaha bersikap tenang," walau usia Mama ini sudah tua, tapi body Mama ini masih seperti ABG, dan kamu lihat wajah mama ini penuh dengan perawatan. Sampai orang lain tidak akan mengira jika Mama ini sudah tua. "
Dari dulu nasehat Natasha tak pernah didengar oleh mamanya sendiri, Sarah bisa saja mengingati anaknya untuk berpakaian seperti wanita, tapi dengan cara pakaian ibunya yang terlalu seksi, sudah membuat dosa besar.
Sarah kini terburu-buru pergi, dengan raut wajah kesalnya, " sudah ya Mama pergi dulu, Mama tak suka jika anak kecil seperti kamu sok menasehati. "
Sarah pergi dengan menggerutu kesal kepada Natasha, yang hanya mengingatkan sang mamah akan pakaiannya yang terlalu seksi.
Edwin datang mendekat ke arah sang istri, ya lalu bertanya dengan raut wajah sedih istrinya," kenapa kamu malah melumun seperti itu?"
Natasha menghembuskan napasnya, dia berusaha menenangkan diri karena melihat tingkah sang mama yang berubah.
"Gue heran aja sama Mama gue, yang akhir akhir ini berubah. "
"Berubah?"
"Iya berubah!"
__ADS_1
Edwin masih tak mengerti.