Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 58


__ADS_3

Mama muda itu kini bercermin pada ponselnya, terlihat ada tanda merah membekas, membuat Sarah berusaha menutup dan berkata. " Ini bekas gigitan serangga. "


"Mm, masa ia bekas serangga segede gambang gitu, " sindir Natasha dihadapan sang mama.


Terlihat Sarah tampak kesal, ia pergi tanpa menjawab sindiran dari anaknya, " sudah ya, mama nggak ada waktu, mama mau pergi dulu. Mama berharap kamu di rumah baik baik.


Mengertukan dahi, Natasha dengan lancang menghentikan langkah Sarah, " mama tunggu. "


Sarah yang terlanjur kesal kini membalikkan badannya dan bertanya kembali, " ada apa lagi, Natasha. Mama sudah terlambat, ada urusan mendadak. "


"Mama jangan bohong ya, pasti itu bekas ******* mama sama Edwinkan?" tanya Natasha asal bertanya.


Sarah berusaha menenangkan hati dan pikirannya, menggerutu kesal dalam hati, " anak ini. Bisa bisanya bikin emosi, mana mungkin aku memberi tahu yang sejujurnya, kalau tanda merah ini bekas ******* dari mertua laki lakinya."


"Natasha, jangan asal bicara kamu ini, jatuhnya fitnah loh. " Ketus sang mama, membuat Natasha mendelik wajah dihadapan Sarah.


"Sudah ah, mama mau pergi, " ucap Sarah berjalan terburu buru untuk segera menghampiri Rudi dan selingkuhannya.


Ia tak mau menyia nyiakan momen dimana dirinya memegroki sang suami tengah bercumbu dengan anak abg.


"Gara gara Natasha, aku hampir saja terlambat, anak itu benar benar nyebelin. " Gerutu Sarah, membuka pintu rumah. Dan terlihat sosok Rudi dan anak abg itu sudah ada di depan matanya.


"Kalian." Terkejutnya Sarah, membuat ia membulatkan kedua matanya.


"Iya tante, ini kami berdua. Kenapa memang?" tanya Putri dengan begitu santainya.


Sarah melipatkan kedua tangan, ia berusaha tidak terpancing emosi karena melihat kedua insan dihadapannya sedang berpegangan tangan.


"Padahal aku mau datang ke hotel, tapi mereka malah datang duluan ke rumah ini, " gumam hati Sarah.


Rudi mempersilahkan Putri untuk masuk ke dalam rumah, dimana Sarah menghentikan keduanya.


"Ehh, enak saja main masuk. "


"Mah, Putri ini tamu, kenapa mama begitu sama Putri," tegas Rudi dihadapan istrinya.


"Idih, tamu apanya, pelakor iya. " sindir Sarah, yang dimana ia tak tahu sebenarnya Putri itu siapa.


"Jaga ucapanmu itu Sarah, jangan asal menghina orang, " pekik Rudi, terlanjur emosi dengan perkataan istrinya yang tak sopan.


Sarah hanya diam mematung setelah mendengar bentakan dari suaminya, ia mencoba tetap tenang menghadapi seorang gadis yang dibawa suaminya.


"Ayo Putri kita masuk. "

__ADS_1


Putri tersenyum manis, mempelihatkan kemajaannya di depan Rudi, membuat kedua mata mereka saling menatap satu sama lain.


Sarah tak tahan lagi dengan apa yang ia lihat, kini menggerutu kesal," Papah bisa bisanya, melakukan semua ini pada mama. "


Rudi menghentikan langkah kaki saat mendengar Sarah menyalahkan dirinya. " Sarah, bukannya kita impas. "


Mendengar perkataan Rudi, membuat Sarah terkejut, ia lalu bertanya dengan nada sedikit terdengar berat, " apa maksud kamu?"


"Kenapa kamu malah bertanya, sudah jelas kamu tahu semuanya sendiri!"


Sarah masih tak percaya dengan gaya bicara suaminya, yang seakan membuat masalah itu adalah Sarah sendiri.


Menatap ke arah dua insan yang duduk bersamaan di atas sofa, Natasha kini menunjuk wajah suaminya. " Jadi kamu menyalahkanku?"


Rudi dan Putri malah tertawa terbahak bahak di depan Sarah yang bertanya seperti itu.


"Heh, kenapa kalian malah tertawa," hardik Sarah mempelihatkan urat lehernya dihadapan Rudi dan juga Putri.


"Jelas kami tertawa karena anda bodoh, " ucap Putri membuat Sarah geram.


Wanita yang menjadi mamah muda itu menarik rambut gadis bernama Putri, dengan begitu kasar, terlihat kemarahan terus memuncak, membuat Putri dengan ulah Sarah.


"Rasakan ini, dasar pelakor, perusak rumah tangga orang. " Tak segan segan, Sarah mengeluarkan hinaan demi hinaan kepada Putri yang dianggap sebagai selingkuhan suaminya.


Gadis itu meminta tolong kepada Rudi, dengan harapan Sarah bisa menjauh dari dirinya dan tak menjambak rambutnya lagi.


Rudi berusaha menghentikan aksi istrinya yang keterlaluan, " hentikan Sarah apa yang kamu lakukan ini keterlaluan sekali. "


Sarah terlihat tak memperdulikan perkataan Rudi," Sarah, stop. "


Natasha mendengar keributan itu kini berjalan menghampiri suara di ruang tamu.


"Ada apa sih, kok bisa bisanya rame. "


Perlahan berjalan menuruni anak tangga, betapa terkejutnya Natasha melihat sebuah keluarga tengah bertengkar.


"Mama, papah. "


Natasha berlari menghampiri kedua orang tuanya yang tengah bertengkar hebat," hentikan."


Tak ada yang mendengar teriakan Natasha saat itu, terlihat orang-orang tanpa cuek dengan teriakan Natasha, mereka malah bertengkar semakin hebat.


Edwin mengusap kasar wajahnya, ya terbangun karena mendengar suara teriakan istrinya," Natasha. "

__ADS_1


Edwin bangkit dari ranjang tempat tidur, melangkahkan kaki melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Natasha.


Sampai di ruang tamu, Edwin melihat Natasha tengah menghentikan kedua orang tuanya yang berdebat, ditambah lagi ia melihat seorang gadis yang berada di tengah-tengah perdebatan kedua orang tua Natasha.


Edwin dengan lancarnya ikut campur urusan kedua orang tua Natasha yang terus berdebat tiada henti, Edwin memisahkan keduanya agar tidak bertengkar begitupun dengan gadis yang kesakitan karena jambakan Sarah.


"Mama, papah kenapa bertengkar. Apa yang sebenarnya terjadi sampai kalian itu bertengkar hebat seperti ini?" pertanyaan Natasha membuat kedua orang tuanya malah menundukkan pandangan.


Dimana sosok Putri kini mendekat ke arah Natasha dan menyapanya. " Apa kabar Natasha. "


"Heh, ngapain kamu sok akrab terhadap anak saya," Ketus Sarah kepada putri yang terus mendekat ke arah Natasha.


Putri malah tersenyum lebar dia menatap kedua mata Natasha, " Apa kamu masih ingat denganku?"


Sarah yang mendengar pertanyaan Putri membuat dahinya mengkerut. Sedangkan Natasha berusaha mengingat raut wajah Putri.


"Gimana. Apa kamu masih ingat denganku?"


Natasha berusaha berpikir keras hingga di mana ia tersenyum lebar dan memeluk Putri begitu saja.


"Aku ingat. "


Sarah yang melihat pemandangan itu tentu saja membulatkan kedua matanya, menarik tangan anaknya untuk tidak berpelukan dengan sosok gadis yang ia anggap sebagai pelakor.


"Natasha, hentikan ngapain kamu memeluk pelakor itu," ucapan sang Mama membuat Natasha membalikkan wajahnya.


"What, apa maksud Mama menyebut Kak Putri itu sebagai pelakor?" Natasha masih tak mengerti sampai ia bertanya kepada mamanya sendiri.


"Dia itu selingkuhan papa kamu, jadi kamu jangan dekat-dekat dengan dia, dia itu gadis murahan yang hanya bisa mengandalkan lelaki beristri untuk mencukupi kebutuhannya. " sontak Natasha terkejut dengan perkataan kasar sang Mama yang menghina Putri.


"Mama, apa maksud Mama menghina keponakan papa?" tanya Natasha membuat Sarah terkejut, karena memang selama ini ia tidak pernah dikenalkan dengan sosok Putri keponakan suaminya itu.


"Apa, keponakan Papah kamu?" tanya Sarah masih tak percaya, di mana Natasha tertawa pelan lalu menjawab, " iya mam, apa Papa tidak mengenalkan Mama dengan Kak Putri ya?"


Sarah menggelengkan kepalanya, dia menatap ke arah suaminya yang terlihat santai saja. sedangkan Putri marah tertawa terbahak-bahak di depan Sarah yang masih terlihat kebingungan.


" Tante, sekarang Tante sudah mengenalku kan, aku ini Putri keponakan Om Rudi, anak tante juga Natasha sudah mengenal aku," Timpal Putri membuat ke dua pipi Sarah memerah.


Inilah yang diinginkan Putri membuat sang tante yang tak tahu diri itu malu di hadapan anak dan juga suami. Agar Sarah itu sadar karena perbuatannya semalam bersama dengan Perwira, adalah sesuatu yang tak pantas dilakukan seorang wanita yang masih berstatus sebagai istri.


" Jadi sekarang tante, menyadari kesalahan tante apa tidak?"


Pertanyaan Putri membuat semua orang yang berkumpul di sana menatap ke arah Sarah yang terlihat gugup. Keringat dingin mulai bercucuran pada wajah dan juga badan Sarah, antara mengaku dan tidaknya soal hubungan dia bersama Perwira.

__ADS_1


" Jadi bagaimana Tante mau berkata jujur atau biar saya saja yang menjelaskan semua kejadian malam tadi?" suasana terasa nampak menegangkan, membuat perasaan Sarah tak karuan, antara pergi ataupun hanya pasrah saat gadis bernama Putri itu menceritakan semuanya.


__ADS_2