Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 22


__ADS_3

Sarah mulai mengantarkan anaknya menuju kamar mandi, terlihat Natasha seperti orang buta yang digandeng oleh sang mama.


Mengusap ngusap secara perlahan dengan air, kedua mata Natasha tetap tidak bisa dibuka. Sarah nampak panik, ia berteriak memanggil pembantu barunya itu.


"Iyem. Iyem. "


Teriakan Sarah, membuat Iyem terbangun dari tidurnya." Ada apa, nyonya?"


"Ambilkan saya minyak panas!" jawab Sarah, yang selalu asal bicara.


"What, masa iya pake minyak panas, " timpal Natasha, terkejut dengan perkataan sang mama.


"Maksudnya minyak biasa," balas Sarah. Iyem mulai berlari, mengambil minyak yang biasa ia pakai untuk memasak.


"Ini nyonya."


Mengambil minyak dari mangkuk, lalu mengoleskannya dengan perlahan, " kita tunggu sepuluh menit, biarkan lemnya cair. "


Perlahan, sampai akhirnya. Terbuka juga, entah eksperimen dari mana yang didapatkan oleh Sarah, sampai bisa membuka lem yang merekat pada mata anaknya.


"Akhirnya aku bisa membuka mataku. "


Sarah ikut tersenyum dengan kebahagian yang dirasakan Natasha, ia memeluk anaknya lalu berkata, " mama nggak nyangka kamu mau berdandan. "


Sebenarnya Natasha sengaja melakukan semua itu, agar dia tak ikut ke pesta dan bertemu dengan sahabat sahabat sang ibunda.


"Ya sudah, sekarang mama yang akan mendandani kamu. "


Deg .... Natasha membulatkan kedua matanya, mendengar perkataan sang mama.


"Mam, Natasha takut nanti nempel lagi kaya tadi."


"Aduhh, itu hanya kebodohan kamu saja. Sini biar mama ajarkan bagaimana caranya berdandan."


Pada akhirnya Natasha pasrah dengan keinginan Sarah, ia duduk. Dimana tangan Sarah melayangkan aksinya. Menghiasi setiap raut wajah Natasha.


"Mm, kalau beginikan bagus. "


Natasha menatap ke arah cermin, ia terkejut. Lalu bertanya. " Ini aku?"


"Ya sayang, itu kamu. Gimana cantikkan!?"


"Kaya ondel ondel loh, mah!"


"Masa sih sayang. "


"Haduh, mama."


Sarah memegang kedua bahu Natasha lalu berkata," ahk, cantik kok kaya Boneka Annabelle."


Natasha kini mengambil tisu, mengelap semua dandanan dari sang mama. " Mama ini gimana sih."


Mendengar keributan keduanya, Iyem datang.


"Anu nyonya, biar saya saja yang mendandani Nona Natasha."


Sarah mengerutkan dahi, " Memangnya kamu bisa?"


Iyem menganggukkan kepala, lalu mejawab." Nyonya belum tahu siapa saya ya. Saya itu dulunya seorang perias laylay. "

__ADS_1


"laylay."


Sarah dan Natasha saling memandang satu sama lain. " Laylay? Apa itu."


"Laylay kalau di daerah saya kaya wanita malam gitu, suka jual diri!"


Iyem dengan bangganya mengatakan semua itu pada Natasha dan juga Sarah.


"What."


"Tapi nyonya jangan salah paham dulu, saya hanya periasnya, ahli mendadani mereka saja kok, bukan pemainnya. "


"Owhh."


Keduanya nampak terlihat lugu, dimana Sarah menyuruh Iyem mendekat pada Natasha, untuk segera mendadani anaknya.


"Ya sudah cepat kamu dandani anak saya. "


Dengan keahlian dari tangan Iyem, pada akhirnya pembantu itu selesai mendandani Natasha, terlihat Natasha seperti artis di tv yang berperan sebagai pocong mumun.


"Akhirnya selesai juga. "


Natasha mulai menatap wajahnya pada cermin, terlihat tompel buatan yang sangat besar pada pipi Natasha begitu nyata. " Buset. Ini lebih parah, apa maksud dari lambang hitam ini?"


"Itu pemanis untuk pipi anda. Nona, namanya tompel. "


Sarah kini menyemburkan air ludahnya, lalu tertawa puas. " Iyem, kamu mau mengerjai kita ya. Heh, ini tuh pesta dansa, bukan Pesta Helloween. Yang benar saja."


"Masa sih nyonya. " Sarah kesal dengan perkataan Iyem, ia menyuruh pembantunya itu keluar dari kamar.


"Keluar kamu, cepat. " Teriak Sarah.


Iyem terburu buru pergi dari hadapan Sarah dan Natasha.


"Natasha, sini biar mama beresin."


Saat melihat ke arah anaknya, kursi untuk berdandan kosong, " Loh, Natasha, dia kemana?"


Sarah nampak panik mencari keberadaan anaknya. " Natasha. "


Berjalan untuk menyusul, Sarah menemukan Natasha tengah berjoget dengan musik Rock N Rollnya.


"Huaaakkkkk, rockkkkkkk."


Mama muda itu berusaha masuk ke dalam kamar, dengan menutup kedua telinga. Karena musik yang hampir saja memecahkan gendang telinga.


"Natasha."


Suara musik kini terhenti, dimana Natasha mengeluh. " Lah, mama ini kenapa sih."


"Natasha, kamu gila ya, ngapain pake joget joget kaya begitu, cepat turun. Sebentar lagi kita akan pergi ke pertemuan para CEO bersama papah kamu. "


"Haduhh, mah, Natasha malas. Natasha senang dengan dandanan dari Bi Iyem, terlihat metal, seakan jati diri Natasha tumbuh. "


Sarah berusaha menyadarkan anaknya, menarik tangan Natasha, " aduhh. "


Terjatuh, membuat Sarah berkacak pinggang." Gimana rasanya pasti sakit kan."


Natasha berusaha bangkit, ia mengusap pelan pinggangnya. " Mama sadis benar sih. "

__ADS_1


"Heh, siapa suruh kamu nggak nurut sama mama. Hah. "


"Ayo, sebentar lagi kita pergi ke acara papah kamu. "


Sarah berusaha membujuk anak satu satunya itu hingga mau. Dengan terpaksa dan hati tak karuan, pada akhirnya Natasha menurut.


Dengan hati hati, Sarah melihat tutorial cara bermake up pada Y*uT*be untuk anaknya.


"Pelan pelan dan beres. "


Lumayan memakan waktu yang cukup lama, kini penampilan Natasha begitu mempesona seperti bidadari jatuh dari solokan.


"Gimana, kamu suka nggak?"


"Mm, lumayan!"


Rudi tiba tiba membuka pintu kamar anaknya, " Sayang, ayo kita bera .... "


Sontak Rudi terkejut dengan penampilan anaknya, " Waw, amazing. Sempurna, kamu begitu cantik sayang. "


Natasha terlihat seprti orang biasa saja saat pujian terlontar dari mulut sang papah.


"Kenapa, Natasha. Apa kamu tidak suka dengan pujian papah ini. "


Natasha tak menjawab perkataan Rudi sama sekali, ia melangkahkan kaki melewati sang ayah.


"Natasha."


Sarah mulai mengambil tas untuk segera pergi ke tempat yang mereka tuju. " Ayo pah, kita berangkat. "


"Ayo."


Perkataan Sarah, membuat Rudi mengambil kunci mobil, kedua wanita di dalam hidup Rudi sudah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.


Lelaki tua berambut putih itu menatap ke arah kaca mobil, tampak Natasha mengerutkan bibirnya tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Sayang, kok aja kamu cemberut begitu. Senyum dong." Pinta sang papah ada anaknya. Sarah sengaja malah mencubit pinggang Natasha agar menjawab perkataan sang papa.


"Ahk."


Menatap sekilas ke arah Sarah, Natasha menjawab perkataan sang papa, dengan melebarkan kedua bibirnya." sudah puas melihat Natasha tersenyum."


"Mm, nah gitu dong, kan enak dilihatnya. "


Melipatkan kedua tangan lalu menggerutu dengan kesal, " terserah mama dan papah saja. "


Perlahan Natasha menatap anak semata wayangnya itu, memakai gaun dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Namun betapa terkejutnya Sarah. " Astaga, tunggu pah. "


Baru saja mobil ingin melaju ke tempat tujuan, Natasha di kejutkan dengan Sarah sang istri.


"Ada apa lagi?"


"Natasha, Siapa suruh kamu datang ke acara pesta memakai sendal jepit?"


"Lah, memangnya salah ya!?"


Sarah turun mengambilkan sandal berhak tinggi untuk anaknya, keluar dari dalam mobil berlari.

__ADS_1


"Natasha, untung saja Mama mengecek tampilan kamu dari ujung kaki hingga ujung kepala, kalau saja kamu memakai sandal jepit ke acara apa kamu. Mau ditaruh di mana muka mama ini."


__ADS_2