Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 37


__ADS_3

"Ini, kebetulan mama tadi habis berjemur jadi pakaian mama seperti ini, " balas Sarah mencari sebuah alasan dengan berbohong di depan anaknya. kedua tangan Sarah berusaha menurunkan baju seksi itu hingga kelutut.


Sedangkan Natasha yang mendengar jawaban dari sang mama hanya mengerutkan dahi dan berkata. " Sekarangkan baru pukul enam pagi mah, otomatis matahari belum sepenuhnya menyoroti dunia."


Dari sini terlihat jika Sarah, tak bisa membuat alasan lagi, " mama. "


"Ya pah, mama kesana dulu ya sayang." Sarah tersenyum lebar kearah anaknya, sembari berteriak menjawab panggilan suaminya," Papah tunggu, mama ke sana sekarang juga. Oh ya, Natasha, Edwin. Mama duluannya papah kamu manggil mama tuh. "


Keduanya hanya menganggukkan kepala, dimana mama muda itu berlari dengan berlengak lengok menampilakan body seperti gitar sepanyol yang begitu terlihat mencolok. Sarah merasa tenang karena panggilan dari suaminya yang mampu menyelamatkan nya dari pertanyaan pertanyaan Natasha.


"Mama kok, akhir akhir ini aneh. Edwin, gue sering liat lu berduan sama mama gue. Sebenarnya kalian ini ngapain sih?" tanya Natasha, membuat Edwin malas menjawab, dimana lelaki itu pergi begitu saja.


"Idih, gue tanya malah kabur. " ketus Natasha, mengikuti langkah kaki sang suami, berjalan sembari melipatkan kedua tangan.


Sarapan di pagi hari sudah tersedia diatas meja, Edwin kini duduk, mengambil selai kacang untuk melumuri roti tawarnya.


Namun saat selai itu sudah berada di tangan Edwin, Sarah kini mengambil alih, dia melumuri perlahan demi perlahan selai itu pada roti tawar Edwin dengan mengedipkan mata beberapa kali. Badan yang terus digoyang goyangkan, seperti sengaja agar menantunya itu tergoda.


Ada keanehan yang dilihat Natasha, dimana sang mama lebih perhatian kepada menantunya dari pada anaknya sendiri.


" Mam. "


Natasha sengaja menyodorkan roti tawar tanpa selai pada sang mama, dengan menampilkan senyum lebarnya.


"Mam, kok diam saja?" tanya Natasha yang masih menunggu sang mama untuk segera memoleskan selai coklat pada roti tawarnya.


"Apaan sih, kamu kan punya tangan, bisa sendirikan, " ucap sang mama pada anak satu satunya itu.


Edwin merasa risih dengan perhatian sang mertua, dimana ia memberikan roti tawar yang sudah terdapat selai oleh sang mama.


"Ini, ambil saja punyaku. "


Natasha yang pemalas, kini mengambil dan menghabiskan roti tawar milik suaminya.


Sang ibunda merasa kesal dan tak terima, " loh, kok roti tawarnya dikasih ke Natasha sih. "

__ADS_1


"Nggak papa mah, diakan istriku. " balas Edwin pada mama muda yang berdandan menor itu.


Natasha hanya tersenyum, ia melahap roti tawar yang sudah berisi selai. Hatinya merasa berbunga bunga karena mendapatkan sebuah perhatian dari suaminya sendiri.


Hanya saja masih ada rasa curiga pada diri Natasha pada sang mama, karena terlihat dari raut wajah sang mama seperti menyimpan keinginan pada Edwin.


Setelah roti tawar itu habis oleh anaknya, wajah Sarah terlihat bete sekali, ia seperti tak suka jika Natasha yang memakannya.


Rudi yang melihat gerak gerik sang istri, kini berucap, " mama perhatian sama menantu, sedangkan sama suaminya sendiri diabaikan."


Sarah terlihat tak suka dengan perkataan sang suami, dimana ia menyuapkan roti tawar dengan cara kasar pada mulut suaminya.


"Gimana pah, enakkan. " ketus Sarah.


Rudi merasa jika istrinya terpaksa menyuapkan makanan kemulutnya. " sudah tua juga masih ingin diperhatiin. "


Natasha kini menimpal, " loh mama kok gitu sama suami sendiri, sedangkan sama Edwin begitu perhatian dan lembut. "


Sarah memutar bola matanya, berusaha tidak mengeluarkan amarah, agar Natasha tak curiga jika sang mama memedam rasa suka pada menantunya itu.


"Papah kamu kan sudah tua, banyak maunya, diakan di rumah ini sudah biasa, sedangkan Edwin pendatang baru di keluarga kita yang harus kita hargai. "


Natasha mulai menghabiskan sarapannya, ia kini bangkit dari tempat duduk untuk pergi ke perkumpulan teman temannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Edwin, saat sang istri bangkit dari tempat duduknya.


"Nanya lu!" jawab Natasha, membuat Sarah kini menimpal. " Natasha, kamu ini sudah jadi istri, ubah gaya bicaramu yang tak sopan itu. Dia itu suamimu bukan bestimu."


"Ahk, iya. Iya. " jawab Natasha pada Sarah dengan meyungingkan bibirnya.


"Bagus." balas Sarah, tersenyum lebar.


"Gue .... " Belum perkataan Natasha yang mengulang gaya bahasanya, membuat sang mama membentak anaknya itu."Natasha."


"Sialan setelah menikah mama banyak ngatur dan juga bikin kesal, kadang bikin aku penasaran dari tatapan mata mama saat melihat wajah Edwin. " Gumam hati Natasha.

__ADS_1


"Aku mau pergi ke perkumpulan teman teman Rock in rollku, kamu mau ikut?" tanya Natasha berusaha bersikap lembut dan berucap sopan pada suaminya.


"Boleh!" jawab Edwin, merasa tak nyaman jika harus tinggal di rumah dengan ibu mertua.


Apalagi Edwin mengambil cuti untuk bisa menikmati momen pernikahanya.


Sarah yang mendengar jawaban dari Edwin kini menimpal, " ngapain kamu Edwin ikut dengan istri kamu, sebaiknya kamu di rumah saja istirahat. "


"Benar kata mama, sebaiknya kamu jangan ikut. bikin nyusahin aja nantinya, " ucap Natasha mempelihatkan ketidak sukaanya terhadap Edwin, ia merasa jika Edwin akan menjadi pengganggu dalam aktivitasnya.


"Nggak, aku tetap mau ikut dengan Natasha. " balas Edwin. Sarah berusaha membujuk menantunya agar tidak ikut dengan sang istri.


"Edwin, nanti di sana kamu akan bosan, karena aktivitas Natasha tidak seperti wanita diluar sana, sedikit extrim, " jelas sang mama, membuat Edwin tetap ingin ikut dengan Natasha, apalagi setelah mendengar kata extrim, membuat ia menjadi penasaran.


Natasha dengan terpaksa mengajak Edwin ke tempat perkumpulannya bersama teman teman Rock in rolnya.


Sarah masih dengan makanan di mulutnya mengerutu kesal dalam hati, " ya gagal lagi deh. "


Kini Edwin mengekor dibelakang Natasha, menaiki mobil. " Lu nanti kalau ada di perkumpulan teman teman gue, diam ya. Jangan banyak ngomong, kalau di tanya jawab seperlunya. Paham."


Edwin kini menganggukkan kepala, dimana Natasha mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampai di tempat tujuan, " Lu ingat pesan gue tadi. "


Edwin menganggukkan kepala lagi, Natasha kini melangkahkan kaki ke kamar mandi, " eh lu, mau kemana?" tanya Natasha.


"Mau ikut kamu!" jawab Edwin tersenyum kecil. Sedangkan Natasha bukannya membalas senyuman Edwin dia malah memukul jidatnya, " lu nggak lihat kalau ini kamar mandi kusus buat cewek, kalau lu mau ke kamar mandi ya kusus cowok dong. "


"Oh iya. "


Edwin memutar balikkan badannya, pergi dari hadapan Natasha. Saat berjalan menuju kamar mandi, Edwin kini bertabrakan dengan salah satu laki laki, " Heh lu kalau jalan itu pake mata jangan pake dengkul, kurang ajar. "


Edwin mendengar cara bicara lelaki dihadapannya membuat ia merasa tak asing, seperti gaya bicara istrinya.


Lelaki itu kini mencekram kerah baju Edwin, membulatkan kedua matanya," heh lu, malah diam saja. "

__ADS_1


Teriakan Natasha mengagetkan keduanya.


"Edwin." Lelaki itu kini melepaskan cekraman kerah baju Edwin, tersenyum dihadapan Natasha.


__ADS_2