
Sembilan bulan lamanya, Natasha mengandung, dimana detik detik melahirkan telah tiba, " Edwin."
"Natasha kenapa?"
Natasha mencekram baju Edwin begitu erat, ia merasakan rasa sakit yang tak luar biasa. Tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
"Edwin sakit. "
Edwin yang berada di samping kiri Natasha kini bangun dari tidurnya, " Natasha, ada apa? Apa yang terjadi dengan kamu. "
"Ahk, perutku sakit?"
Edwin terlihat kebingungan, karena ini pertama kalinya ia akan segera mempunyai seorang bayi dan tak mengerti apa apa.
"Natasha, kita ke rumah sakit!"
Saat membopong tubuh istrinya, Edwin terkejut, ia melihat darah mengalir pada kaki betis istirnya.
"Natasha, darah. "
"Edwin, ahk. Sakit. "
Natasha terus meringis kesakitan, membuat ia kuatir. " kamu yang tenang ya, kita akan ke rumah sakit sekarang juga. "
Edwin berteriak memanggil sang ibu dan ayahnya.
"Mommy, Dad. "
Dengan tenaga seadanya setelah bangun tidur,
Kedua orang tua Edwin kini keluar dari dalam Kamar, ia melihat keadaan Natasha.
"Edwin, ada apa?"
"Mommy, Daddy tolong bukakan pintu mobil!"
__ADS_1
Membopong tubuh sang istri yang lumayan berat, Edwin dengan susah payah pada kahirnya bisa membawa istrinya ke rumah sakit.
Lorenza berusaha menenangkan sang menantu, memegang punggung tangan, " ahk sakit. "
"Tenang ya. " Lorenza kini mengusap pelan perut besar menantunya dengan berkata, " kamu harus kuat, sebentar lagi lahir. "
Sampai di rumah sakit, Natasha dibawa ke ruangan kusus ibu melahirkan, Lorenza dan juga Edwin ikut serta masuk ke dalam ruangan.
Edwin tak pernah melepaskan tangannya, yang kini dipegang erat oleh sang istri.
"Kamu harus kuat. " Berulang kali, menuruti istruksi sang dokter, tak sadarnya Natasha menarik rambut Edwin, ia mengambil tangan suaminya dan mengigitnya saat itu juga.
"Ahk."
Edwin ikut berteriak, membuat Lorenza menyumpal kain pada mulut anak laki lakinya itu.
" Mm. Mm. "
Edwin kini bergumam dalam hati, dengan berkata," Natasha begitu barbarnya kamu, sampe mulakaiku.''
Wanita tua itu tak tak sadar sama sekali dengan mulut Edwin, yang jelas jelas mulut Edwin di sumpal, " Mm. mm. "
"Astaga, mommy lupa sudah nyumpal mulut kamu. "
Ruangan yang terasa menengangkan membuat Lorenza dan juga Edwin, melakukan hal yang membuat dokter menggelengkan kepala.
Sampai saat itulah, kata kata lembut dilayangkan oleh Edwin," yang kuat ya sayang, kamu harus eling, istigpar. "
"Ahk, " mendengarkan perkataan sang mommy, malah membuat Natasha menjambak kembali rambut milik suaminya.
"Ya ampun Natasha kamu hamil apa kesurupan sih, " gumam hati Edwin, terlihat banyak luka cakar dan juga bekas gigitan yang dilayangkan sang istri.
"Aduhh, perih. " Edwin ikut meringis kesakitan dan menangis.
Tak menyangka beberapa jam kemudian, lahirnya seorang anak laki laki di dunia untuk menemani kebahagiaan Natasha.
__ADS_1
Kini rasa sakit sudah terbayar sudah, " anak kita lahir. "
Dengan rambut berantakan Edwin masih memperlihatkan senyumana kebahagiannya di depan sang istri.
" Terima kasih. Istriku."
Mencium kening dan pipi sang istri, dimana para keluarga berkumpul melihat lahirnya seorang anak . Yang belum di beri nama oleh Edwin.
Suster dengan sigap memandikan bayi mungil Natasha, dimana Natasha dibawa ke ruangan.
"Natasha, salamat ya sayang, mommy nggak nyangka benget. "
"Iya mom. "
Pelukan hangat dilayangkan kedua orang tua Edwin dan juga Natasha, dimana mereka bercanda ria.
Bayi mungil yang belum di beri nama itu kini datang, dimana Edwin langsung membopong tubuh anaknya dan mengadzani.
Lengkap sudah kebahagiaan, Natasha. Tak akan ada beban yang dirasakan olehnya lagi, setelah lahirnya, anak pertama yang di beri nama.
#Allard Edbert Edric#
Tamat.
Assalamualaikum Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatuh, salam sehat dari saya Fitri Arip.
Gimana kabar kalian, baik kan?
Terima kasih sudah membaca karya karya saya. Kalian luar biasa, sudah berbagi waktu dan berkomentar yang membuat saya lebih giat lagi dalam menulis dan memperbaiki tulisan.
Love, saya tidak bisa berkata kata lagi. Kalau bukan karena kalian siapa lagi. Pembaca setia.
Saya juga membuat cerita baru, jangan lupa mampir ya.
__ADS_1