
Di dalam mobil menuju pulang ke rumah, terlihat raut wajah Sarah tampak muram, dimana Natasha bertanya pada sang ibunda. " Mama kenapa?"
Melipatkan kedua tangan, Sarah mulai menjawab perkataan anaknya!" Mama kesal sama sahabat mama itu!"
Mengerutkan dahi, " Siapa?"
"Si nenek peot!"
Natasha bingung dengan perkataan Sarah, " maksud mama. "
"Ahk, percuma menjelaskan sama kamu. "
Natasha menyungingkan bibir atasnya, berbisik dalam hati, " idih, emak gue kok bisa ke gini amat. Keracunan kecubung kayanya?"
Wanita berambut gaya cepak itu tetap fokus mengendari mobil, dimana Sarah bertanya. " si Edwin itu kemana? Kok dia belum datang ke rumah kita lagi. Katanya dia sudah berjanji membawa kedua orang tuanya. "
Natasha mengangkat kedua bahunya, menjawab, " mana aku tahu, palingan dia cuman berbohong pada mama. "
"Apa?"
Sarah terkejut dengan jawaban anaknya sendiri, dengan raut wajah kesal," ini tidak bisa dibiarkan."
"Mama kenapa sih, berharap sekali pada Edwin, dia kan bukan siapa siapa Natasha."
Sarah menyentil anaknya itu, " heh. Mama bukan berharap pada dia, tapi mama ingin dia bertangung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan pada kamu. "
Memegang pipi kanan. Mengusap pelan." Mama, kami .... "
Sarah menutup mulut anaknya, " stop, jangan mengatakan hal yang membuat mama pusing. Sudahlah kamu tak usah berpura pura jika kamu ini tidak melakukan apapun dengan Edwin. "
"Berpura pura. " Menatap sekilas kearah Sarah dengan mulut terbuka lebar.
Mama muda itu malah menekan mulut anaknya, " mm. "
"Kalau Edwin tidak kembali, papahmu pasti akan murka. " ucap Sarah, membuat Natasha terlihat tak peduli.
"Haduhh mam, kenapa harus takut pada papa, " balas Natasha.
Mendengar perkataan anaknya, tentunya membuat Sarah memukul bahu Natasha, " heh, mama tidak takut pada papahmu, hanya saja mama kasihan pada papa karena kamu sudah mengecewakan papah kamu sendiri. "
"Natasha mengecewakan papah, hey mama yang sudah mengatakan bahwa Natasha ini main kuda kudaan dengan Edwin, jelas papa marah lah."
Natasha berusaha membantah perkataan Sarah, terlihat keduanya tak pernah akur satu sama lain.
"Mama melakukan semua ini demi kebaikan kamu, Natasha."
"Kebaikan apa, yang ada menyulitkan. "
Sarah menatap ke arah kaca mobil, ia seakan mengenal mobil yang berada dibelakangnya.
"Loh, loh. Bukannya itu Edwin. "
__ADS_1
Natasha berusaha tak mempedulikan perkataan Sarah, ia tetap santai menjalankan mobilnya.
"Tasya, kamu lihat itu mobil Edwin, lelaki yang sudah main kuda kudaan sama kamu. "
Mengusap kasar wajah, Natasha berpura pura tuli.
"Natasha, kamu dengar mama tidak. " Teriak Sarah, membuat telinga Natasha sedikit sakit.
"Kamu cepat kejar lelaki tidak bertanggung jawab itu, hah. Kamu memangnya mau, hamil tanpa seorang ayah, " tegas Sarah, terus mengoyang goyangkan bahu Natasha.
"Oh Tuhan, kenapa bisa aku diciptakan pada rahim wanita seperti ibuku ini." Gerutu hati Natasha.
"Sudahlah ma, untuk apa lagi mengejar lelaki seperti dia, Tasya sudah tidak ada urusan lagi dengan dia, " balas Natasha, ia tetap mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Tak mempedulikan ocehan Sarah.
Kepergian mobil Edwin membuat raut wajah Sarah berubah, terlihat mama muda itu kecewa.
Sesampainya di rumah.
Sarah berjalan menuju ambang pintu, dimana Rudi datang melihat raut wajah istrinya muram.
"Mama, kenapa cemberut begitu?" tanya Rudi menatap ke arah wajah istrinya, dimana Sarah berjalan begitu cepat, tanpa menjawab perkataan suaminya.
"Mah." Teriakan Rudi pun tak di dengar sama sekali oleh Sarah.
Lelaki tua dengan rambut putihnya, melihat kearah anaknya.
"Natasha, kenapa dengan mama kamu?" tanya Rudi mempelihatkan kekuatirannya.
Ia lalu masuk ke dalam rumah, " Natasha, apa maksud dari kata kecubung?"
Teriak Rudi, dimana anaknya mulai membalas. " Papah liat saja di Google. "
Mengaruk belakang rambut yang tak terasa gatal, terlihat Rudi kebingungan sendiri, ia mulai mengambil ponsel melihat arti dari kecubung.
"Owh ini ada, kecubung dapat membuat orang yang memakannya berhalusinasi. " Rudi membacfa dengan begitu detail.
"Mm, berhalusinasi? Tunggu, berhalusinasi!"
Dorrr ....
"Tuan."
"Astaga, Iyem. Kamu ini apa apaan sih, bikin saya kaget saja!"
"Hehe."
"Kenapa ketawa. "
Iyem pembantu baru di rumah Rudi, sedikit mengoyang goyangkan bok*ngnya, terlihat gadis muda itu sedikit mengedipkan mata.
"Anu, tuan. Lagi mikirin apa?"
__ADS_1
"Owh, saya lagi mikirin ini, nama dari kecubung, kamu tahu itu?!"
"Kecubung?"
"Iya, kamu tahu tidak!"
Iyem tersenyum lebar, lalu mendekat ke arah Rudi," kalau yang tuan saya tahu. "
"Hem, apa maksud kamu. "
Mata Iyem melirik ke arah bawah perut sang majikan, " kenapa mata kamu? Heh. "
"Kan tadi Tuan tanya, kecubung apa. Jadi saya jawab aja tidak tahu. "
"Ckk, kamu aneh Iyem. "
Baru sehari bekerja, Iyem sudah berprilaku aneh dihadapan Rudi, dimana ia menggerakan bibir, sedikit mengigit gigitnya.
"Hem, Iyem. Sedang apa kamu?" tanya Sarah, mendekat ke arah Rudi dan pembantu barunya itu.
"Eh, ada nyonya. Tadi saya di tanya sama tuan, kecubung itu apa, lalu saya jawab, tidak tahu!"
Sarah kesal dengan tubuh Iyem yang dari tadi menggeliat pelan, " lalu kamu jawab apa?"
"Saya jawab, kalau dibawah perut tuan baru saya tahu. "
Berkacak pinggang, kepolosan dan keganjenan Iyem membuat Sarah berucap," heh. Sudah berani kamu menggoda majikanmu sendiri. "
"Aduhh, nyonya jangan salah paham dulu. Saya hanya menebak saja. "
Sarah mulai mengusir pembantu barunya itu, " sudah cepat kamu siapkan makan siang untuk kami, awas saja kalau kamu berani lagi sok kecentilan. "
"Iya nyonya. "
"Mama, ini apa apaan sih, datang datang sudah marah marah. "
Sarah membuang wajah dihadapan sang suami," jelas mama marah, siapa suruh papah sok kecentilan dihadapan Iyem, pembantu baru itu."
"Iyem datang, lalu papah tanya. Ya nggak salahkan, kalau di jawabnya kaya gitu. "
"Ahk, papah sama saja kaya cowoknya sih Natasha itu. "
"Apaan sih mama ini, nggak jelas banget kalau marah. "
"Papah sama anak sama saja. "
Sarah pergi begitu saja, dimana Rudi kini menggerutu dalam hatinya, " kenapa dengan istriku, apa yang dikatakan Natasha ada benarnya juga ya. Istriku mabok kecubung. "
Sarah masuk ke dalam kamar, menatap ke arah cermin, " malam ini ada acara pesta lagi, gimana ya. "
Mama muda itu terlihat kebingungan sekali, karena di acara pesta para petinggi dan pemilik perusahaan berkumpul, dimana ia malu jika membawa anaknya Natasha yang belum mendapatkan pasangan.
__ADS_1
Apalagi diacara pesta itu, pastinya banyak sahabat dan juga teman berkumpulnya Sarah. "Kalau aku bawa Natasha, mungkin akan menjadi pertanyaan para sahabatku, kenapa Natasha di umurnya yang sudah mengijak dua puluh delapan tahun belum menikah, dan lagi kalau aku jodohkan dia dengan lelaki pilihanku, Natasha tak mau. Kemana lagi si Edwin itu, katanya mau bertanggung jawab tapi sekarang malah menghilang. "