
Suster itu terlihat ketakutan setelah melihat kedua mata Sarah memperlihatkan kebencian, sang suster menundukkan wajah melangkahkan kaki ke arah belakang berusaha menghindar dari hadapan Rudi.
Saking kesalnya Sarah, ia menarik tangan suaminya hingga terjatuh ke atas lantai.
Brakk ....
"Duhh."
Berteriak dengan meringis kesakitan, Sarah melihat pemandangan itu hanya tertawa.
"Sarah, kamu."
Sarah berjalan pergi meninggalkan suaminya, dimana suster mulai membantu Rudi untuk bangkit dan beristirahat lagi di atas ranjang tempat tidur.
Namun, teriakan Sarah membuat Suster itu melepaskan tangan Rudi, yang mengakibatkan Rudi terjatuh kembali ke atas lantai.
"Aduhh."
Sarah melihat pemandangan itu hanya bisa menutup mulutnya menahan tawa, "rasain emang enak. "
"Pak, biar saya bantu lagi. "
Sarah terlihat kesal dengan suster yang begitu perhatian terhadap suaminya, iya bangkit lagi dari tempat tidur, menghampiri Suster itu dengan menarik kerah bajunya.
__ADS_1
"Ahk."
Rudi yang melihat pemandangan di mana Sarah berbuat semena-mena terhadap suster, " hentikan Sarah, jangan seperti anak kecil. "
Sarah tak memperdulikan perkataan suaminya, yang membulatkan kedua mata menatap tajam ke arah Rudi, " Jadi kamu mau batang kamu aku belah menjadi dua."
Rudi segera menutup benda pusakanya, yang menelan ludah merasakan rasa takut akan ancaman sang istri.
"Tapi."
" Cepat kembali lagi ke ranjang tempat tidur, atau aku akan lakukan apa yang aku ucapkan tadi."
"Ahk, iya. Sekarang juga aku akan tidur di ranjang ini. "
Dengan terburu-burunya Rudi duduk di atas ranjang tempat tidur, ia terlihat membenarkan kerah bajunya.
"Apa liat liat, mau aku gunting bibirmu. "
Rudi memegang bibirnya yang masih utuh, membayangkan perkataan sang istri, ya langsung menggelengkan kepala membaringkan badan untuk segera tidur.
Perlahan Sarah mulai melepaskan kerah baju suster itu, ia mendorong tubuh Sang suster hingga terjatuh ke atas lantai, " jika aku sudah memperingati kamu, kamu harus sadar diri jangan seenaknya."
Menarik napas, berusaha tetap tenang dihadapan Sarah yang terlihat begitu marah.
__ADS_1
"Kenapa hah, kamu tidak mau menuruti perkataanku."
Sarah tiba-tiba saja memperlihatkan benda tajam yang baru disadari oleh sang suster," Kamu sudah tahu kan benda ini apa?"
Suster itu menganggukkan kepala, " bagus jika kamu mengerti tentang benda yang aku pegang. " Jadi sekarang, pergi dari sini atau aku .... "
Suster yang terlihat begitu gugup dan merasa ketakutan kini berjalan pergi meninggalkan ruangan Rudi dan juga Sarah.
"Heh, kamu mau ke mana?"
Karena rasa takut yang begitu berlebihan, pada akhirnya Suster itu berjalan begitu cepat menutup pintu ruangan Rudi.
Sarah yang melihat hal itu hanya tertawa terbahak-bahak, di mana ia berjalan melangkahkan kaki mendekati sang suami.
"Halo, suamiku sayang. "
Rudi menelan ludah beberapa kali, ya baru pertama kali melihat perubahan istrinya yang terlihat seperti psikopat.
"Apa yang mau kamu lakukan. "
Sarah memperlihatkan gunting di berhadapan suaminya, " aku bisa saja menggunting burungnya itu menjadi dua, atau menjadi tiga biar terlihat banyak."
Di saat obrolan itu berlanjut, sosok seorang suster yang baru saja ia usir, kini datang membawa semua sahabatnya untuk masuk ke dalam ruangan Rudi dan juga Sarah.
__ADS_1
Sarah yang menyadari hal itu, berusaha tak memperlihatkan apa yang sebenarnya akan ia lakukan pada Rudi.