Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 7


__ADS_3

Natasha yang melihat Edwin turun dari dalam mobil membuat ia menggerutu kesal, " sialan, bisa bisanya dia menghampiri mama."


"Selamat malam tante, " ucap Edwin menampilkan senyumannya di hadapan Sarah.


"Uluh uluh, ini teh siapa! Tampan pisan?" tanya Sarah mendekat ke arah Edwin, terlihat kedua sorot matanya tampak kagum melihat lelaki yang dibawa oleh anaknya.


"Mama, sudahlah jangan lebay sok bilang ia tampan, mama buta ya, cowok cungkring gitu kaya cucurut, " timpal Natasha mempelihatkan ketidaksukaannya pada Edwin dihadapan sang mama.


Edwin mendengar hal itu tampak murka, ia menggerutu kesal dalam hati, " Lah, memang dia cantik, pake acara meledek aku lagi. Dasar cewek aneh. "


Baru kali ini, Edwin menemui wanita yang benar benar tak terpesona dengannya, wanita itu malah menghina dan bersikap barbar terhadap Edwin.


"Husst." Menempelkan jari tangan pada bibir Natasha, sang ibu kini menasehati anaknya perlahan. "Enggak boleh kamu menghina orang Natasha. "


"Siapa yang menghina ma, memang pada kenyataanya, Natasha ngomong sesuai fakta."


Sarah berusaha tak menjewer anaknya itu, ia berusaha tenang tak mempelihatkan sikap galaknya dihadapan Edwin.


"Nggak apa apa tante, saya sudah tahu sifatnya kok. "


"Aduhh, hampura. Eh salah maaf ya. Memang Natasha sedikit belegug, bangor. Kelakuanan barbar. "


Natasha kini mengerutu pada sang mama. " Ma, mana paham dia bahasa sunda. "


"Aduh, iya ya. Mama lupa, kebiasaan nonton si sangkuriang jadi begini. "


Sarah mulai membenarkan perkataanya didepan Edwin. " Maaf ya nak, kalau Natasha seperti ini. Dia menang dari kecil susah diatur, bahasanya agak kurang sopan. "


"Nggak papa kok tante. Malah saya senang dengan sifat Natasha apa adanya. " ucap Edwin berbohong. Dalam hatinya ia merasakan jika dirinya ingin muntah saat itu juga.


"Yang benar, anak mama ada yang suka. Berasa diterpam angin topan, " balas Sarah.


Edwin terlihat kebingungan, " maksudnya tante?"


"Selama ini, Nggak ada laki laki yang mau sama dia, mereka takut dengan tampilan aslinya!"


Mendengar perkataan Sarah, membuat Edwin penasaran dan kini bertanya. " maksud tante tampilan aslinya gimana? Dia cewek asli kan tante, punya apem sama kaya cewek cewek lain?"


Mendengar perkataan Edwin tentu saja kedua wanita itu terkejut, mereka saling menatap satu sama lain. " Apem?"


"Iya tante, yang bulet belah ditengahnya!"


Natasha kesal, kini memukul kepala Edwin, " ahk lu. Kalau gue punya pisang lu mau apa. Beradu pedang, hah. "


Menganggkat sebelah bahu dan berkata, " ih ya nggak lah, saya masih normal. "


"Sudah, sudah kalian ini jangan berantem, hanya masalah apem. Besok mama buatkan buat kamu."


Deg ....


Edwin mengira jika Sarah tahu alur perkataanya.


"Tante maksud saya, bukan saya mau dibuatkan apem. Tapi saya ingin tanya, maksud dari perkataan tente tentang tampilan Natasha yang sebenarnya.


Sarah mulai merogoh saku celananya, mengambil ponsel, mempelihatkan poto tampilan Natasha yang sebenarnya seperti apa.


Natasha melihat sang ibu mempelihatkan potonya hanya diam dan bersikap santai, seolah olah dia tak peduli apa tanggapan Edwin nanti.


"Nih, kamu lihat. "

__ADS_1


Deg ....


Edwin menelan ludah, saat Sarah menunjukkan poto dari layar ponselnya.


"Seksi tante, masih sepet keknya. "


Sarah heran dengan perkataan Edwin, ia lalu melihat layar ponselnya lagi, terkejut bukan main, " heh, ini poto mama. "


Natasha menggelengkan kepala, melihat tingkah mamanya yang ceroboh. " Aduh maaf, salah poto."


"Nggak apa apa tante. "


Kini Sarah mempelihatkan poto penampilan Natasha yang sebenarnya. " Nih poto Natasha. "


"Astaga, kaya genderowo. "


Barkacak pinggangang mendengar perkataan Edwin, Natasha kini mendekat, " apa kamu bilang tadi?"


"Kaya genderowo. "


Semakin mendekat, Natasha yang kesal kini memukulkan kepalanya pada kepala Edwin.


Suara pukulan itu terdengar keras, membuat Edwin merasa pusing, sampai dimana ia jatuh pingsan.


"Astaga, Natasha apa yang kamu lakukan, bisa bisanya kamu melakukan semua ini, kasihan dia. "


"Siapa suruh meledekku. "


"Kamu ini aneh Natasha, diledek balik marah. "


"Bodo amat. "


"Apa sih ma, jelas Natasha mau mandi gerah nih. "


"Tapi ini."


"Biarin aja ma, biar dikerumutin semut. "


"Natasha kamu ini gimana sih, tak bertanggung jawab. "


Sarah memanggil satpam di rumahnya," Pak Satpam sini. "


" Iya nyonya ada apa?"


"Tolong bantu saya untuk membopong tubuh anak muda ini masuk ke dalam rumah!"


"Baik nyonya. "


"Natasha, Natasha dia jadi orang nggak bertanggung jawab benget sih. " Gerutu sang mama, terlihat kelelahan setelah mengangkat tubuh Edwin, memindahkan ke atas sofa.


*******


Natasha mulai melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi, ia menatap wajahnya pada kaca, " wajahku kok ke begini ya. "


Natasha menyalakan air, membasuh rambut hingga ujung kakinya, " Segar. "


Selesai mandi, Natasha mulai mengeringkan rambut lalu membuka lemari.


"Ahkkkkk .... Mama. "

__ADS_1


Sang mama yang tengah mengurus Edwin, berpura pura tak mendengarkan teriakan anaknya.


"Apa lagi itu anak. "


"Mama."


Teriakan Natasha semakin terdengar kencang, " Mama. "


Natasha kini berada dihadapan sang mama, mempelihatkan raut wajah kesalnya, " mama dengar tidak, dari tadi Natasha teriak teriak loh. Panggil mama. "


"Ada apa? "


Sarah begitu cuek terhadap anaknya, ia fokus mengurus Edwin, karena pada kepalanya terdapat memar akibat pukulan dari kepala Natasha.


"Kenapa dengan lemari Natasha, apa yang sudah mama lakukan?"


"Natasha, semua demi kebaikan kamu!"


"Jadi mama sengaja. "


"Ya, agar kamu berubah tidak bergaya urak urakan. Kamu ini harus ingat, kamu ini wanita. "


"Mama, Natasha juga tahu bawah Natasha ini wanita, apa hubungannya mama mengganti pakaian Natasha dengan pakaian serba warna pink?"


"Natasha, biar kamu ini jadi permitip. "


Natasha menggaruk kepalanya yang terasa gatal, " Permitip?"


"Ya. Permitip!"


"Lah ma, permitip itu dijama purba. "


"Mama salah ngomongnya. "


Natasha tampak kesal, ia menggerutu pada sang mama, dengan mencekram kedua tangan dan mengigit giginya.


"Kamu kok mengigil begitu sayang, kenapa. "


"Ahk, susah kalau ngomong sama wanita yang sudah tua kaya mama nih, bawaanya bikin emosi."


Natasha pergi dari hadapan Sarah, dimana ia mengerutu kesal, sembari berjalan dengan raut wajah muramnya.


"Jangan lupa dipakainya sayang bajunya, biar kaya orang orangan sawah, eh salah maksudnya biar kaya wanita beneran. " Teriak Sarah, dimana Nasha menjawab dengan berteriak kembali.


"TERSERAH MAMA."


Sarah tertawa melihat kemarahan anak satu satunya itu, tanpa sadar ia membasahi seluruh wajah Edwin.


"Aduhh tante. "


"Ya ampun nak, kamu bangun. Maafin tante ya, karena terlalu fokus sama Natasha. "


Edwin bangun dari sofa, ia memegang kepalanya yang masih terasa berdenyut. " Ahk. "


"Sakit ya. Maafin kelakuan Natasha ya, dia emang seperti itu kalau lagi kesal sama orang. "


"Nggak papa tante. "


Natsha kini berlari menghampiri sang mama, dengan berkata. " Mama."

__ADS_1


Sarah bangkit melihat pemandangan itu.


__ADS_2